Tidak semua hubungan seksual bisa menghasilkan pembuahan atau kehamilan. Hanya hubungan seksual yang dilakukan di masa subur wanita yaitu masa dimana sel telur sudah matang saja yang akan menghasilkan pembuahan.

Pembuahan sendiri adalah terjadinya pertemuan antara sperma dengan sel telur yang sudah matang sehingga dapat menjadi embrio atau bakal bayi.

Meski sperma bisa dihasilkan setiap saat, namun sel telur wanita tidak matang setiap hari. Karena itu penting untuk mengetahui kapan masa subur wanita baik untuk memberikan peluang pembuahan lebih besar ataupun sebaliknya untuk menjarangkan kehamilan.

Dengan mengetahui kapan masa subur wanita, Anda dan pasangan bisa menjarangkan kehamilan tanpa perlu menggunakan kontrasepsi. Caranya adalah dengan tidak berhubungan seksual di waktu masa subur tersebut. Ataupun jika ingin melakukan hubungan seksual harus menggunakan pengaman misalnya kondom sehingga sel sperma tidak bertemu dengan sel telur.

Dengan begitu tidak terjadi pembuahan yang berakibat pada kehamilan. Cara ini adalah cara yang paling sederhana dan murah karena tak perlu membeli pil KB ataupun melakukan prosedur penanaman implan atau operasi.

Meski begitu, ada kekurangan dalam sistem menghitung masa subur dengan kalender ini yaitu hanya bisa dilakukan untuk para wanita yang memiliki masa siklus menstruasi teratur saja.

Sedangkan untuk wanita yang memiliki siklus menstruasi kurang teratur perhitungan akan lebih banyak memiliki resiko meleset karena siklus yang tidak tetap. Oleh karena itu, penting untuk memiliki siklus teratur terlebih dahulu agar perhitungan bisa dilakukan dengan lebih mudah.

Wanita umumnya memiliki siklus menstruasi antara 28 hingga 35 hari. Siklus tersebut dihitung dari haid pertama periode lalu hingga haid pertama di bulan ini. Angka siklus ini sangat penting untuk mengetahui masa subur karena menjadi perhitungan kapan saat sel telur matang. Selain itu Anda juga perlu mencatat kapan tanggal hari pertama haid di bulan ini untuk mengetahui kapan masa subur wanita.

Sudah mengetahui keduanya? Berikut ini adalah cara menghitungnya. Bagi dua siklus menstruasi yang dimiliki. Misalnya Anda memiliki siklus menstruasi 30 hari maka bagi dua dimana hasilnya adalah 15.

Kemudian tambahkan hasil tersebut dengan tanggal haid pertama di bulan ini. Misalnya bulan ini sudah haid dari tanggal 5 maka tambahkan sehingga menjadi angka 20. Jika bulan ini belum haid maka gunakan tanggal haid pertama di bulan lalu.

Setelah ada angka hasil penambahannya, maka itulah tanggal sel telur matang. Namun untuk masa subur, tambahkan 3 hari di depan dan 3 hari di belakang karena pembuahan bisa terjadi sebelum sel telur matang sempurna dan saat sel telur belum luruh terlalu banyak.

Jadi untuk contoh perhitungan di atas, ovulasi diperkirakan terjadi di tanggal 20 sedangkan masa subur antara tanggal 17 hingga 23.