Suatu penyakit banyak yang akan mengeluarkan tanda yang bisa dikenali oleh tubuh terlebih dahulu sebelum akan menjadi lebih parah dan berbahaya. Seperti misalnya salah satu penyakit bisa ditandai dengan lancar atau tidaknya ketika sedang buang air kecil.

Aktivitas yang dilakukan setiap hari tersebut juga akan menunjukkan gejala yang dapat mengetahui penyakit yang sedang diderita. Salah satu penyakit yang akan mempengaruhi BAK misalnya inkontinensia urine. Dimana inkontinensia urine merupakan penyakit yang tidak dapat untuk menahan BAK sehingga menyebabkannya mengompol.

Pada umumnya penyakit inkontinensia ini akan dialami oleh orang tua yang sudah lanjut atau manula. Selain itu inkontinensia ini juga lebih mudah untuk menyerang wanita dibandingkan pria. Sehingga wanita merupakan penderita inkontinensia urine yang paling banyak dibandingkan dengan pria.

Penyakit inkontinensia ini merupakan penyakit yang tidak mempunyai dampak buruk dan juga berbahaya. Tetapi juga mempunyai dampak terhadap psikologi dan juga kehidupan sosial untuk penderitanya. Hal tersebut karena dari gejala yang dialami tentunya akan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Adapun untuk gejala inkontinensia urine secara lengkap adalah sebagai berikut ini:

1. Gejala pertama adalah penderita inkontinensia dapat untuk mengompol ketika ada tekanan. Hal tersebut disebut dengan stress incontinence yang akan menyebabkan mengompol ketika kandung kemih tertekan. Sehingga menyebabkan mengompol ketika batuk, bersih, mengangkat beban, dan juga tertawa dengan keras.

2. Gejala lainnya adalah tidak dapat untuk menunda ketika ingin BAK seperti pada umumnya. Dorongan tersebut tidak dapat ditahan dan sering mengompol ketika belum sampai di toilet. Hal ini disebabkan oleh konsumsi pemanis, alkohol, soda, dan juga kafein yang berlebihan.

3. Gejala lainnya adalah dapat mengompol secara tiba-tiba atau overflow incontinence. Hal ini terjadi karena kandung kemih yang tidak dapat kosong sehingga ada sisa urine yang keluar sedikit-sedikit.

4. Gejala selanjutnya adalah inkontinensia total yang tidak dapat untuk menahan BAK sama sekali. Hal ini dapat menyebabkan penderitanya terus mengompol dan menyebabkan lubang di antara kandung kemih dan organ yang ada di sekitarnya.

Karena dikenal tidak berbahaya banyak penderita yang tidak terlalu mengambil pusing dari penyakit ini. Biasanya hal yang dilakukan hanya perlu dengan menggunakan popok dewasa yang merupakan solusi yang paling mudah. Akan tetapi penderita inkontinensia urine harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut apabila mengalami gejala yang lebih buruk seperti berikut ini:

1. Gejala pertama adalah membuat bagian tubuh merasa lemas.

2. Gejala selanjutnya adalah membuat sering kesemutan.

3. Gejala lainnya membuat gangguan berjalan, bicara, dan juga penglihatan.

4. Gejala lainnya apabila sampai tidak bisa menahan BAB.

5. Gejala terakhir adalah apabila mengalami penurunan kesadaran.

Apabila selain gejala awal inkontinensia yaitu gejala seperti di atas, maka sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter. Karena selain dapat menganggu aktivitas sehari-hari juga dapat untuk mengganggu kesehatan penderitanya. Penyakit inkontinensia urine ini dapat terjadi dari beberapa faktor yang bisa menyebabkannya. Sehingga faktor tersebut bisa diwaspadai seperti beberapa faktor di bawah ini:

1. Faktor utama yang menyebabkan buang air kecil tidak terkontrol adalah karena usia lanjut.

2. Faktor selanjutnya adalah dari gender yaitu wanita yang dipengaruhi oleh menopause, melahirkan, dan kehamilan.

3. Faktor lainnya adalah keturunan atau gen saat anggota keluarga mempunyai penyakit yang sama.

4. Faktor lainnya adalah karena merokok atau seorang perokok aktif.

5. Faktor lainnya adalah pernah menjalani operasi pengangkatan rahim.