12 Juni 2018

Mendapat Ide Berbagi di Bulan Ramadhan dengan TCASH #JadiBaik

TCASH #Jadibaik

Hi sobat Ki Demang…, tiap kali Ramadhan datang, kenangan apa sih yang paling memoriable di otak kamu? Kalo Ki Demang sih…. kenangan yang selalu membekas adalah kegiatan membagikan makanan berbuka untuk mereka yang kurang beruntung. Dulu waktu masih aktif di kegiatan Remaja Masjid di kampung halaman *uhuk, kegiatan paling menyenangkan itu mengkoordinir makanan untuk berbuka puasa, kemudian mendistribusikannya kembali. Kegiatan ini dilakukan sore hari selepas ashar hingga menjelang waktu berbuka. Kami bekerja di beberapa posko, dimana dalam satu posko terdiri dari satu tim dengan 2 sampai 4 personil.

Kami memiliki 4 sampai 5 posko yang beroperasi tiap kali Ramadhan datang. Kegiatan membagikan menu berbuka puasa ini mengusung prinsip seperti prinsipnya BPJS, "Yang mampu membantu yang tidak mampu. Yang kuat membantu yang lemah". Bentuk bantuannya bukan berupa uang gais, tapi minimal seporsi menu berbuka puasa, baik itu makanan ringan maupun makanan berat. Sesuai kemampuan si donatur. Etapi biasanya kami mengaturnya sih, donatur pada nurut koq kami atur He he he…

Berbagi di Bulam Baik


Bagaimana kami bekerja?

Pertama, kami membuat daftar donatur makanan. Kriteria donatur adalah mereka yang dianggap mampu menyediakan makanan berbuka setiap sore selama bulan Ramadhan penuh tanpa absen, dan mau berkomitment untuk sudah tersedia saat kami jemput.

Setelah di data, kemudian kami melakukan konfirmasi kesanggupan dari si donatur untuk menjadi donatur tetap selama Ramadhan. Konfirmasinya meliputi kesanggupan memberikan sebagian makanan yang mereka masak di sore hari (minimal satu porsi) untuk kami ambil setiap sore hari. Makanan itu harus sudah siap saat kami menjemputnya.

Kedua, setelah semua donatur terkonfirmasi, kami membagi data tersebut untuk diadu dengan data para penerima bantuan. Tidak musti dalam satu rumah dikasih satu porsi, kadang dalam satu rumah warga tidak mampu kan ada beberapa KK, jadi kami sesuaikan saja jumlahnya. Kami memprioritaskan janda/duda, lansia yang sudah tidak produktif, anak yatim/piatu, dan prioritas terakhir adalah warga yang tidak mempunyai pekerjaan tetap dan hidup serba kekurangan. Sorry to say, buat kamu yang pekerjaannya nggak tetap tapi berkcukupan (pengusaha kontraktor ini sih..), kalian masuk data donatur, bukan penerima bantuan :p

Ketiga, Data tersebut kemudian dibuat summary dan dikelompokkan per area. Tiap area akan di kerjakan oleh tim yang terdiri dari 2 sampai 4 orang personil. Mereka akan berbagi tugas, ada yang berperan sebagai pengambil bantuan, ada yang berperan sebagai pembagi bantuan, dan ada juga yang berperan sebagai tukang absen. Bantuan dikumpulkan di posko, kemudian di absen. Setelah semua terkumpul sesuai data, bantuan kemudian di sebar sesuai dengan data. Data yang sudah valid wajib di contreng oleh bagian tukang absen. Satu posko biasanya terdiri dari 30 sampai 40 data. Mencakup area beberapa RT.

Karena waktunya mepet, hanya berkisar 2 jam saja, maka butuh kerjasama tim dalam bekerja. Komitmen para donatur juga sangat dibutuhkan. Seringkali, saat kami datang untuk mengambil sumbangan ke donatur, mereka masih proses masak, belum matang makanannya, jadi kami menunggu masakan matang, hingga selesai dibungkus rapi menggunakan daun pisang (di daerah kami dikenal dengan nama Ponggol, nasi dengan aneka lauk yang dibungkus dengan daun pisang dan lidi sebagi pengaitnya). Ada juga donatur yang memberikan alternatif, mereka tidak memberikan bantuan sebagian masakan di hari itu, tapi membeli makanan untuk disetorkan ke kami. Itu sah sah saja sih, yang penting kami bisa menyebarkan bantuan sebelum bedug maghrib tiba.

Bagi masyarakat yang tidak mampu di kampung kami, dengan adanya kegiatan ini mereka sangat terbantu. Pengeluaran untuk berbelanja makanan berbuka bisa di simpan untuk menyambut lebaran. Bagi kami para remaja masjid, kegiatan ini bisa menjadi kegiatan yang positif melatih kepekaan sosial.

Duuh kalo Ramadhan gini, saya selalu inget kegiatan berbagi itu. Semenjak memutuskan untuk merantau, Ramadhan saya nggak lagi diwarnai dengan kegiatan itu. Tampo hari ngobrol sama teman-teman di kampung katanya sih masih berjalan kegiatan itu. Tapi dikerjakan oleh generasi berikutnya. Generasi angkatanku sudah sibuk bekerja dan merantau ke berbagai kota, bahkan sampai ada yang merantau ke tanah papua.

Saya kadang hanya bisa berkomunikasi lewat smartphone untuk menanyakan kabar teman-teman satu tim yang dulu pernah bekerjasama untuk kegiatan tersebut, sekedar untuk mengobati rasa rindu. Terkadang kami berkomunikasi meggunakan telepon, kadang juga video call jika sinyal lagi bagus. 

Oiya, karna komunikasi di kampung halaman dan bahkan sampai ke tanah papua, maka saya mengandalkan Tekomsel, karena sinyalnya paling kuat dan #JadiBaik. Kebetulan saya punya nomor telkomsel beberapa tahun lalu. Nggak Cuma untuk telpon saja sih, saya pakai Telkomsel untuk berlangganan paket data juga. Untuk mengontrol penggunaan data, saya install aplikasi My Telkomsel di smartphone.


Aplikasi My Telkomsel

Pada aplikasi My Telkomsel, ada menu TCASH. Sebenernya sudah lama sih mengenal TCASH, tapi baru beberapa bulan belakangan saya mengaktifkannya, karena memang sudah merasa butuh. Aplikasi ini biasa saya gunakan untuk aneka transaksi, dari mulai isi pulsa, beli paket data, bayar belanja online di berbagai marchant, dan untuk setoran rutin seperti bayar listrik. Baru tahu juga ternyata TCASH bisa juga untuk transfer uang. Terakhir saya lihat di menu TCASH juga bisa topup lewat beberapa bank.




Duh…, jadi kepikiran deh. Seandainya nih, kami kami ini eks panitia Remaja Masjid di kampung halaman yang sudah pada merantau dan punya pekerjaan tetap mau mendaftar jadi donatur kegiatan berbagi menu berbuka puasa, bisa kali yah lewat TCASH..?

Jadi nanti mereka saya koordinir lewat transfer dana via TCASH, kemudian hasilnya saya transfer ke Panitia yang sedang berjalan di Ramadhan ini, via TCASH juga, terus nanti mereka beliin menu berbuka puasa tiap sore. Atau...langsung aja kali yah masing-masing transfer ke panitia Ramadhan yanag sekarang.



Kebayang sih, kami transfer transferan dana 15 ribu sampai 20 ribu tiap sore hari, untuk di beliin seporsi menu berbuka puasa ala ala masakan kampung halaman oleh panitia disana, transfernya via TCASH, jadi bebas biaya transfer.

Yes..! baru kepikiran deh, kayaknya mungkin banget dilakuin. Ting ting…! *KedipinMata *DapetIde  
Dengan TCASH, semuanya #JadiBaik J

02 Juni 2018

Aneka Menu Bakso Anti Mainstream dari Bakso Bonanza



Coking Class Aneka Resep Menu Bakso anti Mainstream

Bakso merupakan makanan khas tradisi Indonesia dan sudah menjadi salah satu budaya kuliner nusantara. Bahkan presiden Obama yang masa kanak-kanak nya tinggal di Indonesia pun, ketika berkunjung ke Indonesia beberapa tahun silam, yang diingat salah satunya adalah Bakso. Wajar memang, karena kuliner ini tidak mengenal segmen usia, dari anak-anak hingga orangtua, tidak ada pantangan dengan bakso. Mungkin Obama waktu masih kecil punya kenangan dengan kuliner khas ini.

Tiap kali mendengar kata bakso, bayanganku (dan mungkin kamu juga kali) adalah makanan berkuah dengan rasa gurih lengkap dengan campuran aneka rempah dan sambal kecap. Tapi rupanya bakso sekarang sudah menjadi bahan kuliner yang anti mainstream, tidak melulu tampil dengan kuah saja, melainkan bisa dimasak menjadi aneka ragam masakan. Seperti yang saya saksikan di acara Cooking Class komunitas Mom Bloggers yang bertempat di Farmers Market Summarecon Mall Serpong tanggal 30 Mei kemarin.

Cooking Class bersama Komunitas MomBloggers
di Summarecon Mall Serpong

Karena penasaran, saya pun nyempil diantara kerumunan komunitas blogger yang didominasi oleh ibu rumah tangga, menyaksikan Chef Gaby Darmadji mengolah aneka masakan berbahan dasar Bakso. Chef Gaby sengaja demo membuat aneka masakan rumahan berbahan bakso, karena mudah dipraktikkan oleh ibu-ibu dirumah. 

Untuk bahan Bakso nya, Chef Gaby menggunakan bahan utama Bakso Bonanza. Produk olahan frozen food dalam bentuk bakso yang dikenal berkualitas premium. Bakso Bonanza mengandung 84% daging sapi tanpa menggunakan bahan pengawet. Dengan kemasan berwarna putih keemasan, Bakso Bonanza terlihat premium. Produk Bakso Bonanza bisa didapat di beberapa supermarket ternama, salah satunya Farmers Market.

Resep yang diajarkan oleh Chef Gaby buat saya tergolong unik, karena bakso yang biasa saya kenal berkuah, kali ini disajikan lain. Ada 3 menu yang dikenalkan oleh Chef Gaby, antara lain Bakso Kuah ala RumahBakso Bakar Yakitori ala Jepang, dan Bakso Goreng Crispy. 



Oiya, karena saya juga pengen bikin dirumah, jadilah saya catat resep yang dipraktikkan oleh Chef Gaby. Sengaja saya share disini. Siapa tahu bermanfaat. Buat kamu yang mau nyobain praktik dirumah, ini dia resep lengkapnya.


Menu Bakso Kuah Spesial ala Rumahan

Bakso Kuah ala Rumahan

Chef Gaby menyarankan untuk membuat kuah menggunakan bumbu segar yang ada di rumah, tidak perlu bumbu instan, karena sebetulnya membuat bumbu kuah bakso daging sapi itu sangatlah mudah, karena baksonya memang sudah enak dan berkualitas, menggunakan Bakso Bonanza.

Bahan dan bumbunya antara lain :  500gr tulang sapi, 3 liter air, 6 buah    kemiri, 8 siung bawang putih, 3 lembar daun bawang (putihnya saja), 8 siung bawang merah (dimasak sampai caramelize) dan 1 pack Bakso Bonanza kemasan 500 gram.

Chef Gaby sedang menumis kuah Bakso


Untuk membuatnya, ini caranya : 
  • Panaskan air sampai mendidih, rebus tulang sapi selama 2-3 menit. Angkat dan cuci.
  • Masukan 3L air dan tulang sapi. Rebus sampai air panas.
  • Giling kemiri, bawang putih dan daun bawang. Tumis selama 3-4 menit atau sampai wangi.
  • Campurkan ke kuah dan diamkan sambil direbus.
  • Masukan bawang merah yang sudah di masak kedalam air rebusan.
  • Godok selama 20 menit dan masukan bakso 10 menit sebelum disajikan.
  • Garamkan kuah bakso secukupnya. 

Menu Bakso Bakar Yakitori ala Jepang

Bakso Bakar Yakitori

Sebelum membakar bakso, terlebih dahulu membuat Teriyaki Sauce untuk di borehin ke bakso saat dibakar nanti. Untuk membuatnya, ini bahan yang diperluakan 1/2 cup kecap asin kikkoman, 1/2 cup air, 3 sdm  gula, 1 buah daun bawang diiris, jahe diparut secuupnya, 1/4 buah bawang bombay diiris, 4 buah bawang putih dicincang, 1/2 sdm minyak goreng, dan 4 lembar daun jeruk.

Bahan dan Bumbu untuk Yakitori Sauce

Jangan lupa siapkan 1 pack Bakso Bonanza dan 
sayuran-sayuran kesukaan sesuai selera untuk penghias.

Cara membuatnya :
  • Tumis bawang bombay, daun bawang, daun jeruk selama 3 menit.
  • Masukan bawang putih dan tumis selama 1-2 menit atau sampai harum.
  • Masukan kecap asin kikkoman, air, gula, jahe. Tambahkan gula bila kurang manis.
  • Masak selama 6 menit sampai mengental.
  • Kreasikan sate bakso BONANZA sesukamu, dan bakar sambil dilumuri saos teriyaki.

  
Bakso Goreng Crispy

Bakso Goreng Krispi

Menu yang satu ini sangat pas untuk hidangan saat berbuka puasa, atau bisa disajikan sebagai camilan tamu di rumah, cara membuatnya juga sangat mudah, dan dijamin digemari oleh siapa saja.

Adonan #1:
1 buah            telur
1/2 cup           tepung beras
1/2 cup           tepung terigu
2 sdm             tepung kentang
2 sdt               baking soda
3/4 cup           air dingin
secukupnya    gula, garam, lada

Adonan #2:
1/2 cup           tepung beras
1/2 cup           tepung terigu
secukupnya    gula, garam, lada

1 pack             bakso BONANZA
secukupnya     minyak untuk goreng



Cara membuatnya :
  • Campurkan adonan #1 sampai rata.
  • Masukan bakso BONANZA kedalam adonan #1.
  • Masukan bakso kedalam adonan #2.
  • Kembalikan bakso kedalam adonan #1 dan goreng selama 4 menit atau sampai coklat keemasan.
  • Sajikan dengan saos kesukaanmu.

Wah sambil ngabuburit, dan melihat makanan-makanan tersebut langsung bikin laper! Selain rasanya yang enak, mengenyangkan, dan sehat, ternyata Bakso bisa dikreasikan menjadi banyak menu.


 

Bakso Bonanza menjadi bakso berkelas, karena daging sapi nya berasal dari peternakan sendiri yang berlokasi di Terbanggi Besar, Lampung. Daging sapi yang digunakan dalam Bonanza Beef Bakso ini berasal dari peternakan sapi yang dirawat dengan menerapkan sistem ‘good farming practice’, yang menjamin kesejahteraan hewan, keamanan pangan, dan diproses secara halal dan ‘good manufacturing practice’. Konon katanya sapi disana makannya nanas muda, sehingga daging yang dihasilkan empuk dan lunak. Proses pemotongan juga diawasi dan dipastikan sesuai dengan syariat Islam, sehingga Bakso ini terjaga ke Halal an nya.


  
Selain di Farmers Market, Bakso Bonanza Beef (Daging Sapi) juga bisa didapatkan di Supermarket seperti Ranch Market, Papaya, Grand Lucky dan beberapa supermarket lainnya. Karena bakso ini Frozen tanpa pengawet dan bukan Chilled, maka dapat bakso Bonanza bisa ditemukan di bagian Frozen Food atau bisa ditanyakan langsung kepada petugas supermarket.

Untuk Informasi lebih lanjut bisa cek langsung ke sini deh :

www.bonanza-beef.co.id
Instagram @bonanzabeef.id
fb.me/bonanzabeef.id