14 Mei 2018

Tips Mendeteksi Berita Hoax ala Polda Metro Jaya (PMJ)



Lawan Berita Hoax (sumber: liputan6.com)

Tips Mendeteksi Berita Hoax - Dalam sehari, berapa jam waktu yang kamu gunakan untuk membuka media sosial, membuka pesan WA, dan melakukan beragam aktifitas online lainnya?. Konon warganet di Indonesia itu rata-rata menghabiskan waktu untuk aktifitas online antara 1 hingga 3 jam dalam sehari (data APJII 2017).

Jujur kalo saya sih bisa lebih dari 3 jam yah. Kalo 3 jam mah itu baru pembukaan aja he he. Malahan saking banyaknya group Whatsapp yang saya ikuti, kadang handphone ini nggak henti-hentinya mengirimkan notifikasi, sampai tengah malam pun itu HP masih tag tung tang tung. Apalagi sekarang banyak sekali aneka aplikasi yang mendukung kita untuk bersosial dan networking hanya melalui handphone, dari mulai Facebook, Twitter, Path, Pinterest, Instagram, Blog, Youtube hingga beragam aplikasi portal berita online lainnya. Belum lagi aneka aplikasi chating seperti Wechat, Whatsapp, FB Massager, dan lainnya. Rasanya semua informasi bisa dikendalikan dari genggaman tangan hanya melalui handphone.

Sebagai user, tentunya kita sangat diuntungkan dengan mudahnya akses informasi yang bisa diakses melalui handphone. Aktifitas sehari-hari bisa terbantu berkat adanya handphone. Malahan saking cepatnya akses informasi, apa yang terjadi di belahan bumi sana, bisa kita dapatkan beritanya detik ini juga, hanya melalui handphone yang terhubung ke internet.

Sayangnya, sebagian dari kita kadang lalai untuk menyaring berita yang beredar, yang berujung kepada penyebaran berita palsu, atau HOAX. Mirisnya, seringkali kita sebagai pengguna tidak sadar kalau berita yang kita sebarkan itu belum tentu valid kebenarannya. Contoh kecilnya saja saat kita mendengar informasi via Whatsapp Group, hanya dengan iming-iming paragraph terakhir yang berbunyi “Jika disebarkan kepada minimal 10 orang, maka anda akan mendapatkan rezeki yang tidak disangka-sangka”, atau melihat artikel dengan judul memikat dan sedang trend, lantas dengan mudahnya kita men-share atau mem-broadcast berita tersebut, padahal hanya melihat sekilas saja, belum ditelusuri keabsahan beritanya.

Entah karena kita hanya membaca paragraf terakhir saja karena malas baca, karena kepengen disebut sebagai orang yang update, atau karena kebetulan yang memberi informasi itu teman yang sudah dikenal di media sosial atau Whatsapp, jadi langsung percaya dan dengan cepat menyebarkannya melalui semua kanal media sosial yang dimiliki. Padahal teman kita yang mengirim pesan tersebut juga sebenarnya korban penyebaran berita HOAX.

Tips Mendeteksi Berita Palsu atau HOAX

Nah, supaya tidak terjebak kepada penyebaran berita hoax, tempo hari di acara "Coffee Morning Kapolda Metrojaya Bersama Netizen", Kepala Divisi Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi R.P. Argo Yuwono memberikan tips bagaimana kita mendeteksi sebuah informasi itu palsu atau HOAX.


Setidaknya ada 4 point penting dalam mendeteksi apakah informasi yang kita terima adalah informasi palsu (hoax) atau bukan.

1. Perhatikan sumber berita
Sebelum membuka tautan berita atau artikel, pastikan berita itu berasal dari sumber yang terpercaya. Sumber berita terpercaya biasanya merujuk kepada website portal berita yang sudah familiar dan kredibel. Perhatikn dengan seksama, sebab biasanya penyebar hoax membuat nama website nya rada mirip-mirip website portal berita terkenal, supaya menarik pembaca dan mengecohnya.

2. Baca keseluruhan berita.
Masyarakat Indonesia terkenal dengan orang yang malas membaca, sehingga menjadi sasaran empuk para penyebar berita hoax. Mulai saat ini, sebelum broadcast atau share berita, bacalah dahulu keseluruhan isi berita, jika memang beritanya positif, maka di share lebih baik, namun jika beritanya masih ambigu atau  mengambang, sebaiknya tidak perlu di share. Cukup berita itu samapi di kita saja.

3. Lihat keaslian gambar dan video dalam berita.
Senjata ampuh para penyebar hoax adalah dengan memanipulasi foto atau video untuk meyakinkan calon korbannya, sehingga berhasil membuat persepsi "seolah-olah" beritanya benar untuk membangun paradigma. Pastikan gambar dan video dalam berita bukanlah hasil manipulasi.

4. Kritis dalam membaca berita
Terakhir, bersikaplah kritis, harus melihat dari berbagai perspektif mengenai berita tersebut agar tidak mudah percaya berita hoax di media sosial.


Berfoto Bersama Kadiv Humas Polda Metro Jaya

Bersama Kadiv Humas Polda Metro Jaya

Kalo ada kejadian apapun di Jakarta yang meresahkan masyarakat, maka bapak ini yang akan tampil dan melakukan konferensi pers. Untuk menjawab keraguan dan kesimpangsiuran berita yang beredar. Beliau adalah Kadiv Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol R.P. Argo Yuwono.

Kemarin saya bertemu dengan beliau di kantor Polda Metro Jaya, Jakarta, di acara "Coffee Morning Kapolda Metro Jaya Bersama Netizen". Beliau sangat humble dan ramah.

Oiya, beliau titip pesen kepada semua masyarakat, termasuk kamu... Iya kamu, agar hendaknya bijak dalam penggunaan sosial media, sebab saat ini sosial media bukan hanya sebagai media bergaul, namun sering di salahgunakan untuk menyebar berita negatif, hoax, ujaran kebencian, dll yang memecah persatuan dan kesatuan bangsa. Musti jeli dalam menyaring berita yang bertebaran di media sosial.

Penyebaran berita HOAX menjadi tema penting yang harus dibahas oleh jajaran Kapolda Metro Jaya bersama Netizen, mengingat jika fenomena ini dibiarkan bisa mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Polri merasa bertanggungjawab untuk menjaga keutuhan NKRI. 

Dalam rangka melawan beredarnya berita hoax, Polda Metro Jaya mengajak Netizen dan masyarakat yang aktif di dunia maya untuk bersama-sama melawan berita hoax dengan kampanye #SebarkanBeritaBaik.  

Polda Metro Jaya Siap #SebarkanBeritaBaik


Kenapa Netizen?

Dalam sambutannya, pak Kapolda yang diwakili oleh Kombes Polisi Kamarul Zaman , Netizen adalah orang yang memiiki perngaruh besar di dunia maya. Mereka yang tiap hari aktif di beragam kanal informasi, baik media sosial atau penyebaran berita, dan mereka juga lah yang memiliki follower loyal, sehingga memiliki pengaruh yang kuat terhadap arus informasi yang disebarkan.

Perwakilan Kapolda Metro Jaya

Netizen memegang peranan penting dalam penyaringan berita dan informasi sehingga bisa menjadi rem untuk penyebaran berita hoax. Bayangkan saja jika seorang Netizen dengan follower ribuan bahkan jutaan menyebarkan berita hoax, berita tersebut akan dikonsumsi oleh followernya. dan tidak menutup kemungkinan si follower itu akan men-share ulang kepada teman-temannya, karena mereka meyakini kalau berita tersebut benar, sebab ia dapatkan dari orang yang ia kagumi. Berita tersebut akhirnya menggelinding seperti bola liar yang akan sulit untuk dikendalikan dan menimbulkan kegaduhan di masyarakat, yang pada akhirnya akan mengancam keutuhan NKRI.

Alangkah baiknya seorang Netizen diajak bersinergi untuk #SebarkanBeritaBaik, demi #MenjagaNKRI. Dalam acara "Coffee Morning Kapolda Metro Jaya Bersama Netizen", Polda Metro Jaya mengajak Netizen untuk berkomitment menangkal berita hoax, dengan membubuhkan tandatangan di atas screen berwarna putih, sebagai bukti komitmen.


Netizen bersama POOLDA METRO JAYA
berksomitment untuk #SebarkanBeritaBaik dan #MenjagaNKRI


Lomba Blog / Vlog Bersatu Dalam Menjaga NKRI

Selain berkoitmen bersama, dalam rangka kampanye melawan berita palsu atau hoax yang beredar di masyarakat, Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya (Polda Metrojaya) mengadakan lomba menulis dan membuat video dengan tema Bersatu Dalam Menjaga NKRI. Lomba ini terbuka buat masyarakat, dengan hadiah yang memikat, antara lain laprop, kamera, handphone, dan hadiah utama sepeda motor. Malahan pemenang utama bakal diberi kesempatan untuk naik helicopter bersama pak Kapolda untuk memantau kondisi Jakarta pada tanggal 1 Juni mendatang.


Pengumuman Lomba #SebarkanBeritaBaik


Syarat dan Ketentuan Lomba

Buat kamu yang peduli dengan kampanye #SebarkanBeritaBaik, yuk berkontribusi dengan cara mengikuti lomba ini. Selain berperan aktif dalam pencegahan penyebaran berita hoax, kamu juga berpeluang mendapatkan hadiah menarik dari Polda Metro Jaya. 

Simak deh video keren ini,  siapa tahu kamu bisa dapet ide dari video ini buat ikutan lomba. 



Yuk, ikutan lomba nya...!


36 komentar:

  1. Sekarang orang-orang lebih memilih jadi yang pertama menyebarkan informasi ketimbang jadi penyebar informasi benar.
    Yuk #sebarkanberitabaik!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mereka berlomba dapat predikat terupdate . Bukan berlomba benar.

      Hapus
  2. #Sebarkankebaikan untuk menjaga NKRI. Dimulai dari diri kita sendiri. Hoax cukup sampai di kita saja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak suka gemes sama orang yang gampang pencet tombol "bagikan " dari pada tombol "baca selengkapnya "

      Hapus
  3. Makasih tipsnya, memang di jaman serba gadget ini berita makin mudah diakses. jadi musti ati2 dengan berita hoax

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ma sama mas. Itu aku dapet dari Kabid Humas Polda Metro Jaya mas tips nya. Keren yah

      Hapus
  4. keren nih tipsnya harusnya disebar, karena sekarang justru kebanyakan sebar hoax daripada sebar tips gini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya orang berlomba lomba mendapat predikat orang terupdate, meninggalkan nilai nilai moral dan etika menyebar berita

      Hapus
  5. Antara realita dan hoax itu memang beda tipis ya. Jadi kudu hati2 nyebarin berita. Sebaiknya tabayun dulu.
    Makasih tips2nya Ki Demang. Semoga dgn adanya artikel ini kita jd lebih bijak menyebarkan suatu berita jangan sampai hoax.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama sama saudariku, terimakasih juga sudah membaca artikel ini, semoga bermanfaat dan bisa di share ke teman teman lainnya.

      Hapus
  6. Wah sekaligus ada lombahnya ya?
    Eh btw tadi di FB bukannya share info status akun lain yg ditengarai hoax? Ini point2 di atas sudah dipraktekkan blm nih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Ada lomba nya kak okti, monggo ikut lomba nya sesuai passion, hafiahnya keren loh

      Hapus
  7. mantap nih, semoga gerakan #SebarkanBeritaBaik bisa digaungkan oleh para blogger, biar bisa diikuti banyak orang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya menurutku ini cara cerdas untuk campaign digital #sebarkanberitabaik . Siapa lagi kalo bukan netizen dan blogger yang cocok untuk jadi influencer.

      Hapus
  8. Mantab nih ada lombanya ya.. yuk ramaikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo mas unggul ikutan. Hadiahnya keren loh mas

      Hapus
  9. Membaca keseluruhan isi berita itu penting sekali sehingga bisa menyimpulkan apa berita itu benar atau hanya hoax sehingga tidak perlu di share

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya itu salah satu tips menangkal hoax, sayangnya masyarakat kita termasuk orang yang malas baca. Kayak syaa aja suka baca judul dan paragraf pertama aja he he

      Hapus
  10. Setuja, ki.warganet, meski bukan jurnalis, bs mempraktekkan teknik2 sedrhana. Macam 4 poin tsb. Terutama mendeteksi pesan sebaran di WA yg tiap saat kerap menyesaki thread

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget...! Itu tips dari kadiv humas polda metro jaya. Berdasarkan pengalaman mereka memprosea laporan masyarakat mengenai berita hoax di internet.

      Hapus
  11. Alhamdulillah aku selalu belajar saring berita. Sebelum share cari tahu kebenarannya. yuk akh #Sebarkanberitabaik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, coba semua masyarakat kita kayak mbak Gita, yakin deh itu berita hoax nggak marak kayak sekarang.

      Hapus
  12. Setuju bangat sama tips-tips di atas untuk menghindari hoax, dan kita sebagai blogger juga harus memerangi berita hoax dengan terus menulis dan menebarkan berita baik :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, konten positif yang ditulis oleh blogger bisa menjadi rem juga buat penyebaran berita hoax

      Hapus
  13. Sangat setuju untuk selalu share berita baik. Cek ricek sebelum share, baca full jangan setengah-setengah dan harus mampu menjadi filter apakah berita yang dibaca hoax atau bukan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups itu tips dari polda metro jaya, sesuai pengalaman mereka menangani kasus penyebar berita hoax dan ujaran kebencian yang marak akhir akhir ini.

      Hapus
  14. Tips yang kece dah dari Ki Demang mah.

    Memang hoax itu meresahkan masyarakat. Untuk itu sebagai netizen, kita harus membuat konten positif supaya bisa menghormati perbedaan. #BloggerEksis juga dukung #SebarkanBeritaBaik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes tengkyu kakak, itu tips dari pak kadiv kak, saya hanya membantu untuk menyebarkan saja, sesuai kemampuan, semoga bisa bermanfaat

      Hapus
  15. Emang penting banget sebelum share2 liat beritanya dulu. Di temlenku msh banyak yang suka sebar hoax, belum lagi share2 berita2 hoax di WA sampai mumet. Palingan clear chat dan hide atau unfollow postingan tmn. Kadang dikasi tau yg bener malah ngeyel duh duh. Yoweslah mulai dr diri sendiri nahan2 ngeshare.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berita hoax emang kayak bola salju, semakin kita share, dia semakin membesar. Salah satu cara terlemah kita yah itu dia, biarkan berita hoax itu berhenti di kita saja. Alias jangan kita share. Kalo bisa kita menasehati penyebar nya ya monggo. Tapi minimal itu sih, berhenti di kita.

      Hapus
  16. Kalau sekarang aplikasi pendeteksi kabar hoax juga udah ada ya. Jadi gampang bisa tahu mana berita yang hoax mana yang enggak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada koq mbak, malahan di FB juga ada komunutas anti hoax. Kita bisa diskusi berita berita yang beredar apa termasuk hoax atau bukan melalui forum di group.

      Hapus
  17. Bener banget nih, netizen itu kunci.
    Coba kalau udah sama-sama teredukasi.

    Sayangnya masih banyak yang asal share info yang tidak valid kebenarannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Kapolda kayaknya udah tahu kuncinya di netizen dan aktifis dunia maya. Termasuk blogger.

      Hapus
  18. Perlu baca berita hingga selesai...jangan asal share karena terprovokasi oleh judul yg klik bait..

    Cari berita yg serupa bandingkan dan cek kebenarannya..

    BalasHapus

Tinggalkan jejak anda dengan mengisi komentar dibawah ini, supaya saya tahu anda pernah mampir ke sini, lain waktu saya yang akan berkunjung balik. Matur suwun....