14 Maret 2018

Habiskan Gajimu, Niscaya Hidupmu Akan Bahagia

Bincang Siang Bersama Prajawangsa City di Mall @Bassura City


Kenapa?? Kaget yah dengan judul postingan saya kali ini??. Kalo kaget, berati kita sama, tos dulu geng..! biar nggak selek kita..! Tapi ini bukan artikel klik bait loh ya, kayak judul postingan media abal-abal penyebar hoax yang marak di media social, yang judul artikel sama isinya berbeda jauh kayak langit dan bumi tujuh lapis.

Ini ungkapan resmi dari seorang ahli keuangan. Jarang-jarang loh ahli keuangan yang punya pendapat sama dengan saya begini. Sependek pengalamana saya ketemu ahli keuangan, kalo ditanya gaji itu sebaiknya diapain, mereka akan bilang musti hati-hati dalam pengeluaran, bagusnya dipikirin untuk di investasikan.

Tapi, berbeda kalo tanya sama Ahmad Ghozali, seorang pakar keuangan dan investasi. Menurut beliau, gaji itu sebaiknya dihabiskan jika kamu mau hidup kamu bahagia. Alasannya simple, masak sih kamu kerja capek-capek, mikir capek-capek sampai sebulan, sampek kepala puyeng mikirin kerjaan, giliran gajihan kamu musti mikir (lagi) buat dibelanjain? Lalu kapan kamu menikmati hidup? Inget loh…!, hidup ini cuma sekali, dan waktu nggak bisa kembali, jadi selagi masih hidup dan masih punya nafas, nikmati ajalah….

Ahmad Ghozali, Pakar Keuangan dan Investasi

Hmm… bener juga sih yak? Kalo belanja aja sambil mikirin duit gue nanti habis, ngasih hadiah ke istri sambil mikirin uang nya nanti habis, yang ada kita mikir terus nggak pernah istirahat dan rileks, yekaan? kapan gue menikmati hidup, yekaaaan..?? *a-nya kebanyakan nggak sih? Xixixi

Sekarang kita hidup di zaman yang serba susah, masa sih mau ditambah dengan kesusahan. Masa istri kita sudah capek-capek belanja, momong anak, beresin rumah, giliran nerima uang belanja kita musti bilang : “mah, ini duit bulanan, nanti buat kebutuhan ini sekian, itu sekian, dan buat belanja nya sekian, awas jangan boros loh ya…” . Apa nggak stres itu istri udah capek terus disuruh mikir lagi setiap kali belanja?. Kalo bisa mah, kalo ngasih duit belanja ke istri tuh bilang begini “Mah, ini gaji Ayah, tolong dihabiskan ya mah…” *asseek :) . Kan lebih enak didenger kalo ngomongnya begitu. Betul?? BETUL SEKALI..! (ngomong sendiri jawab sendiri wkwkwk).

Tapi, mas Ghozali memberi catatan layaknya ahli keuangan lain yang banyak saya jumpai di seminar investasi. Secara umum, pendapatan bulanan (Gaji plus passive income *catet) itu sebaiknya di buat pembagian dan prioritas. Pertama, 5-10% untuk sedekah dan infak, 10-50% untuk tabungan dan investasi, 30% untuk bayar hutang, dan sisanya boleh di habiskan. Dan ingat..! cara melakukan pembagianya sesuai dengan urutan, sebab jika melakukannya tidak sesuai dengan urutan, misalnya tabungan dan investasi di urutan terakhir, maka sama saja kita menggadaikan masa depan, sebab tidak ada yang namanya uang lebih, kalo kita punya uang, selamanya akan merasa kurang dengan uang yang dipegang sekarang. Uang tabungan itu bukan uang sisa, tapi uang yang dialokasikan yang sifatnya wajib. Trus apakah bisa? Jawabannya adalah BISA. Kuncinya adalah bisa membedakan antara kebutuhan dengan keinginan. Hidup itu murah dan gampang, yang mahal itu gaya hidup *asseek J.

Kemudian sayapun bertanya, nyicil rumah atau aprtemen itu termasuk berhutang atau investasi?, terus baiknya berapa % uang cicilan yang musti dialokasikan?.

Saya termasuk orang yang rajin bertanya,
terutama kalo narasumbernya mbak mbak ini :p

Jawabannya, nyicil hunian, baik itu rumah atau apartemen termasuk kategori investasi, bukan hutang. Sebab hunian itu nilainya akan terus naik seiring berjalannya waktu. Apalagi jika lokasi huniannya strategis. Ciri-ciri hunian strategis itu tersedianya akses ke fasilitas umum, seperti transportasi, pusat belanja, pusat pendidikan, dan dekat dengan beragam aktifitas sehari-hari.

Setelah kategori tersebut didapat, barulah bicara masalah harga dan hitungan cicilan, kemudian terakhir dikomparasikan dengan income atau pendapatan bulanan. JIka mendapatkan harga yang bagus dan proporsional, maka jangan melewatkan kesempatan tersebut, segera ambil peluangnya. Inget yah proporsional bukan masalah mahal atau murah, tapi masuk dalam hitungan in out keuangan.

Ahmad Ghozali menjabarkan ilmu keuangan tersebut di acara Bincang Siang bersama Prajawangsa City di Mall @Bassura bersama dengan dua pembicara lainnya, yaitu Yoga Adiwinarto seorang pakar transportasi dan Asnedi dari Synthesis Development, yang menjadi developer beberapa project apartement di Jakarta seperti Kalibata City, Bassura City, dan yang sedang di garap adalah Prajawangsa City. Adiwinarto banyak menyoroti tentang fakta yang terjadi di Indonesia, khususnya masalah transportasi dan dampaknya bagi masyarakat.

Yoga Adiwinarto, Pakar Transportasi

Fakta Kondisi di Jakarta saat ini

Jika Adiwinarto banyak menyoroti masalah transportasi di Indonesia khususnya di Jakarta, maka pak Asnedi banyak membicarakan mengenai apartemen Prajawangsa City yang menjadi project terbarunya Synthesis Development. Ada beberapa point menarik yang membuat audience merasa terarik untuk berinvestasi di Prajawangsa City, diantaranya dengan modal 5 juta bisa memiliki apartemen dan gratis ngontrak 3 tahun di Apartemen Bassura City.

Booth Pameran Apartemen Prajawangsa City di Mall @Bassura

Psst…! Ini promo paling menarik yang pernah saya dengar dari berbagai penawaran penjualan apartemen di Jakarta dan sekitarnya. Tahu sendiri kan, kalo beli apartemen itu kita disuruh bayar DP paling tidak 20% dari harga total, kemudian disuruh bayar cicilan bulanan, kemudian menunggu apartemen itu dibangun, baru deh setelah itu kita bisa menempati apartemennya.

Masalahnya adalah, selama menunggu apartemen di bangun, argo cicilan bulanan sudah mulai jalan, otomatis si pembeli harus menyiapkan dua bajet, pertama bajet cicilan apartemen, dan kedua bajet bayar rumah kontrakan selama apertemen belum bisa ditempati.

Nah, di Prajawangsa City ini justru sebaliknya. Selama menunggu apartemen nya jadi dan siap huni, kamu akan dikasih hunian apartemen di Bassura City plus free service charge selama 3 tahun, jadi kamu kayak disediain rumah kontrakan gratis oleh Prajawangsa City. WOW #AsiknyaDibayarin. Menariknya lagi, untuk mendapatkan fasilitas itu, kita tidak perlu mengeluarkan bajet uang muka 20% dari nilai transaksi, tapi cukup spending uang 5 juta SAJA sebagai DP, kemudian bayar cicilan flat 5 jt per bulan selama 3 tahun. Menarik bukan? #AsiknyaDibayarin.

Bagimana Mekanismenya?

Kalo kamu tertarik, segera deh ambil peluang ini. Sebab promo ini hanya berlaku di bulan Maret saja, jadi setelah registrasi dan bayar DP 5 juta, kamu boleh tinggal di apartemen Bassura City selama 3 tahun, plus free Service Charge. Selama itu pula, cicilan apartemenmu flat 5 juta per bulan selama 3 tahun. Ringan kan? #AsiknyaDibayarin.

Menarik sih… cuman bagaimana jika pendapatan saya tidak bisa menutup cicilan yang 5 juta flat itu?
Untuk case seperti ini, Prajawangsa City punya solusi yang tidak diberikan oleh developer lain. Kepemilikan apartemen di Prajawangsa City bisa juga dibuat marger alias patungan. Jadi nih, buat kamu yang merasa cicilan apartemen itu mahal, sekarang enggaka da cerita itu lagi. Kamu bisa patungan berdua atau bertiga untuk bisa mencicil apartemen di Prajawangsa City. Sepertinya Prajawangsa City mau ngasih pelajaran untuk generasi millennial untuk berinvestasi. Sebab, dari pada bayar kos kosan tiap bulan, mendingan bujet kos kosan dialihkan untuk berinvestasi kepemilikan apartemen, yekan..?!.

Daftar Kendala Kepemilikan Properti Untuk Generasi Millenial

Selain kemudahan di system pembayaran DP dan cicilan, Prajawangsa City juga memberikan kemudahan di sisi administrasi persyaratan kepemilikan apartemen. Jika selama ini kalo ingin membeli property kita disuguhi dengan persyaratan dokumen yang bikin ribet, seperti lampiran slip gaji, surat keterangan bekerja dan lain-lain, maka setiap pembelian unit di Prajawangsa City akan dibebaskan dari urusan tetek bengek tersebut. Artinya, profesi freelancer dan pekerja lepas lainnya seperti Blogger juga bisa mengambil cicilan apartemen di Prajawangsa City.

Nilai plus nya lagi, berinvestasi di Prajawangsa City ini sesuai dengan kaidah investas hunian yang dijelaskan oleh Ahmad Gozali tadi, yaitu lokasinya strategis, tersedianya akses ke fasilitas umum, seperti transportasi, pusat belanja, pusat pendidikan, dan dekat dengan beragam aktifitas sehari-hari. Karena unit Prajawangsa City ini rencananya kaan diintegrasikan dengan semua unit pendukung lain, seperti mall, transportasi umum, dan lainnya dalam satu kawasan terintegrasi.

Site Map Kawasan Terintegrasi Prajawangsa City - Jakarta Timur

Kawasan terintegrasi Prajawangsa City ini lokasinya di Ciracas, Jakarta Timur, hanya 10 menit dari Jalan Raya Bogor dan Tol TB Simatupang. Tahu sendiri kan kalo TB SImatupang itu bakal menjadi pusat perkantoran di Jakarta di masa depan. Jadi nggak rugi untuk berinvestasi di sekitaran situ, karena nilai jualnya pasti akan terus naik.

Buat kamu yang berniat berinvestasi property Prajawangsa City saya rasa cocok menjadi pilihan. Sesuai dengan teori management keuangan yang disampaikan oleh pak Ahmad Gozali. “Habiskan Gajimu, Niscaya Hidupmu Akan Bahagia

6 komentar:

  1. Suka banget sama kutipannya, ahmad ghozali... Logikanya dibalik yes

    BalasHapus
  2. Wah kalo suruh habisin gaji siapa yang nggak mau, Ki. Aku juga mau kalo gitu. Hehe 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk Mari.. Dengan catatan yang saya kutip dari mas ghozali tentunya

      Hapus
  3. Yang paling di suka konsep hunian dan strategisnya bisa di jangkau ke mana2, itu yg menarik di prajawangsa city

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lokasinya memang strategis banget dia. Dekat Jl. Raya Bogor Dan TB simatupang.

      Hapus

Tinggalkan jejak anda dengan mengisi komentar dibawah ini, supaya saya tahu anda pernah mampir ke sini, lain waktu saya yang akan berkunjung balik. Matur suwun....