18 Februari 2018

6 Tips Renovasi Rumah Jadul

Merenovasi Rumah Jadul



Merenovasi rumah tua merupakan pekerjaan yang njlimet. Bukan hanya persoalan anggaran saja sih, tapi menyangkut desain dan gaya agar sesuai dengan desain rumah yang diidamkan. Pekerjaan akan semakin njlimet jika rumah tua itu adalah rumah second yang kita beli dengan tujuan untuk ditempati sendiri. Tentunya dibutuhkan beberapa informasi dari penghuni lama yang membangun rumah tersebut, agar saat renovasi nanti bisa menyesuaikan dengan bangunan lama.

Konon, merenovasi rumah tua itu lebih njlimet dibanding membangun rumah baru di lahan kosong. Jika tidak di fikirkan dengan matang, bisa-bisa anggarannya lebih besar dibanding membuat rumah baru. Alil-alih berhemat, emalah boncos di anggaran.

Beberpaa tahun lalu, saya dan kakak yang sama-sama merantau sepakat untuk merenovasi rumah orangtua di kampung. Sebenarnya sih sayang jika gaya rumah tempo doeloe dirubah dengan gaya model jaman now, sebab banyak sekali kenangan masa kecil kami disana. Tapi kondisi bangunan yang sudah tidak layak membuat kami harus mengganti bangunan lama untuk di renovasi.

Kebetulan kakak seorang teknik sipil, jadi beban anggaran bisa disesuaikan dengan model yang kami inginkan. Dari situ saya mencatat beberapa hal penting sebelum merenovasi rumah tua, supaya tidak terlalu memakan biaya yang besar, namun sesuai dengan ekspektasi.

1. Menggunakan Material Bekas Layak Pakai
Saat membongkar rumah, sebagian material memang masih layak digunakan, sehingga kami memilah sendiri material mana yang layak digunakan dan mana yang harus diganti. Hasilnya lumayan, bisa menghemat anggaran lebih dari 10%. Beberapa bahan yang layak pakai yang masih bisa dipergunakan antara lain kusen pintu dan jendela (di serut ulang), kaca, daun pintu, dll.

2. Mengubah Sebagian Fungsi Ruangan
Tadinya kami mau merenovasi total rumah orang tua, tapi difikir sayang jika harus semuanya dirubah, sebab sebagian bangunan masih dinilai kokoh dan tidak perlu dirubah. Beberapa posisi ruangan yang bangunannya masih bagus sengaja kami tidak rubah, hanya dipoles saja agar lebih kekinian, misalnya diberi ruangan terbuka yang tembus sinar matahari langsung.

3. Mengganti Lantai
Nah untuks urusan lantai memang tidak dapat dipungkiri, bangunan lama lantainya masih menggunakan ubin yang terkesan jadul, sehingga kami rubah total lantai rumah dengan keramik, mengikuti trend rumah sekarang.

4. Memilih Perabot Rumah Agar Lebih Kekinian
Meskipun perabt rumah jaman old itu terkenal awet, tapi demi terlihat kekinian, beberapa perabot rumah terpaksa diganti untuk meninggalkan kesan jadul, seperti lemari dan meja. Lumayan, beberapa perabot bisa dijual ke pengepul barang bekas. Nah, dananya bisa dipakai untuk dibelikan perabot baru.

5. Jasa Tukang Harian atau Borongan, Pilih Mana?
Karena posisi di kampung, kami memilih jasa tukang untuk mengerjakan renovasi rumah tua kami. Sebenernya meskipun di kampung, bisa saja sih menggunakan jasa kontraktor untuk merenovasi, meskipun kontraktor nya kelas ece-ece alias maen di kelas rumah tangga. Tapi setelah dihitung-hitung, menggunakan jasa tukang harian di kampung biayanya lebih hemat dibanding mengunakan jasa kontraktor ece-ece. He he

6. Menyiapkan skala prioritas
Nah, yang terakhir ini yang paling penting. Sebelum memulai pekerjaan renovasi, kami lebih dahulu membuat daftar prioritas, ruangan mana yang sekiranya perlu dirombak total, sebagian, atau mempertahankan gaya ruangan yang lama. Dengan membuat perencanaan skala prioritas, setidaknya renovasi rumah tua bisa disesuaikan dengan bajet anggaran yang ada.

Nah, mungkin dengan 6 tips dari saya ini bisa menjadi catatan penting buat kamu yang ingin merenovasi rumah, baik rumah orangtua atau rumah sendiri. Semoga bermanfaat ya gais…

2 komentar:

  1. Saya juga karena tinggal di kampung, kalau pilih tukang yang harian. Karena kalo pilih kontraktor kece agak kasian, jauuhh dari kota :P

    Setuju sama poin 6. harus ada skala prioritas ya Ki, kalo nggak bisa ancur deh plan dan budgetnya juga

    BalasHapus
  2. di kampung tukang harian nya tetangga sendiri, jadi nggak harus melototin, akrena sudah terpercaya.

    BalasHapus

Tinggalkan jejak anda dengan mengisi komentar dibawah ini, supaya saya tahu anda pernah mampir ke sini, lain waktu saya yang akan berkunjung balik. Matur suwun....