22 Desember 2017

APG 2018 "Asian Games" nya Para Difabel

Asian Para Games 2018

Sebelum insden kecelakaan yang membuat sebelah kaki nya di amputasi, Hamid termasuk anak yang tangkas. Setiap kali ada perlombaan lari marathon, dia selalu menjadi juara. Di sekolahnya, dia kerap kali diandalkan pihak sekolah untuk mewakili sekolah di event Porseni, baik tingkat kecamatan, kotamadya, bahkan sampai tingkat provinsi. Dulu dia sempat mengatakan kalo cita-citanya ingin menjadi atlet lari.

Namun beberapa minggu setelah ia menceritakan cita-cita besarnya, ia mengalami sebuah insiden kecelakaan, saat berboncengan sepeda motor dengan ayahnya.  Akibat kecelakaan tersebut, dia harus kehilangan sebagian kaki nya. Pasca kecelakaan, dokter memfonis terjadi pembusukan pada telapak hingga mata kakinya, akibat tergilas truk pengangkut pasir saat hari nahas itu. Amputasi adalah satu-satunya jalan keluar, meski keputusan itu terasa berat.

Semenjak itu, Hamid merasa cita-citanya menjadi atlet lari menjadi buyar. Kehilangan kaki membuat dia merasa tidak mungkin bisa mengikuti kejuaraan lari lagi. Dia kini menyandang status difabel, hidup dengan satu kaki. Hari-harinya dihabiskan dengan penuh penyesalan, yang akhirnya membuat Hamid menjadi anak yang murung dan kurang percaya diri. Insiden kecelakaan benar-benar telah merubah masa depan dan cita-citanya.

Cerita tentang Hamid mungkin banyak terjadi di sekitar kita. Baik itu lumpuh kaki, atau anggota badan lainnya, entah itu disebabkan oleh kecelakaan atau memang lumpuh sejak lahir. Bagi anak-anak yang bernasib seperti Hamid yang menyandang disabilitas, cita-cita menjadi atlet itu sangat mungkin. Malahan, peluangnya tidak hanya tingkat nasional, tapi tingkat Asia dan bahkan dunia.

Sejak sebelas tahun lalu, sebuah kejuaraan khusus penyandang disabilitas telah rutin diselenggarakan. Tidak hanya setingkat nasional, kejuaraan ini setingkat regional Asia. Malahan tahun ini Indonesia akan menjadi tuan rumahnya. Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC) sebagai panitia penyelenggaran ajang kejuaraan Asian Para Games (APG) 2018 telah resmi mengumumkan ajang kejuaraan bagi para kaum disabel ini.

Tidak hanya cabang olahraga lari saja yang diperlombakan. Akan ada 18 cabang olahraga dengan 582 nomor pertandingan yang akan diikuti oleh 43 negara  di Asia, yang merupakan anggota Asian Paralympic Committee.

Sebagaimana ajang Asian Games 2018 yang sudah mulai masuk tahap persiapan, INAPGOC juga saat ini sudah mulai melakukan persiapan awal, dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk ajang APG ini. Sosialisasi dipusatkan di 20 titik di 16 kota besar di Indonesia. Kebetulan minggu ini ada sosialisasi INAPGOC di sebuah Summarecon Mall Serpong, Tangerang. Saya dan teman-teman Blogger Crony menyempatkan diri untuk mampir ke Booth INAPGOC ini.

Berfoto bersama Panitia INAPGOC di Summarecon Mall Serpong

Selain di Tangerang, sosialisasi juga diadakan di 16 kota besar lainnya, dengan melakukan penyebaran informasi yang melibatkan perwakilan National Paralympic Committee perwakilan INAPGOC, atlet penyandang disabilitas, komunitas difabel, komunitas hobi, hingga pengunjung pertokoan. Sosialisasi ini merupakan sosialisasi awal, yang memberikan informasi edukasi kepada masyarakat mengenai ajang APG 2018. Harapannya pengetahuan masyarakat mengenai ajang ini akan semakin tinggi, kemudian tertarik untuk mengapresiasi kegiatan ini, dengan menyaksikan langsung ajang pertandingan ini, yang akan diadakan selama delapan hari, tanggal 6- 13 Oktober 2018.

Harapan Panitia INAPGOC

Kejuaraan Asian Para Games (APG) 2018 ini adalah yang ketiga kalinya, setelah Guangzou, China dan Berlin, Jerman. Kenapa memilih di Indonesia? Karena Indonesia merupakan tuan rumah Asian Games 2018, sehingga diharapkan semangat Asian Games akan tertular juga kepada para atlet APG nantinya. Bedanya, ajang APG menggunakan maskot bernama Momo (akronim dari Motivation and Mobility), yang mengambil inspirasi dari burung Elang Bondol.

APG 2018 hadir dengan membawa empat misi, yakni determination, courage, equality, dan inspiration. Keempat misi ini diharapkan dapat menjadi modal tekad yang kuat dan kepercayaan diri yang tinggi bagi para atlet.  Ajang empat tahunan ini juga dalam rangka mempromosikan kesetaraan dalam kehidupan bermasyarakat, serta menjadikan aksi para atlet penyandang disabilitas sebagai inspirasi dan motivasi.

Selama ini yang saya rasakan, kita memandang kaum difabel ini sebagai kaum yang perlu di perlakukan khusus, padahal mereka ingin di setarakan seperti layaknya orang normal lainnya, termasuk untuk berkompetisi dalam ajang olahraga. Malahan mereka bisa menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi orang normal lainnya jika bisa mengukir prestasi dalam ajang APG 2018 ini. Bayangkan seandainya si Hamid bisa meneruskan cita-citanya melalui ajang ini, tentunya dia akan menjadi sumber motivasi dan inspirasi bagi masyarakat di sekitar tempat tinggalnya, bahkan masyarakat dunia.

Tahapan persiapan yang saat ini sudah berlangsung adalah perbaikan fasilitas olarhaga dan asrama atlet yang memanfaatkan fasilitas yang sudah ada. Beberapa renovasi akan dilakukan untuk memenuhi setiap kebutuhan pertandingan yang menyesuaikan kebutuhan para atlet. Seperti elevator dan kamar mandi yang bisa diakses dengan kursi roda.

INAPGOC berharap dengan diadakannya APG 2018 ini, Indonesia akan memilikikomplek sarana olahraga yang memenuhi syarat aksesbilitas bagi kaum difabel, seperti halnya Komplek Gelora Bung Karno yang merupakan warisan dari penyelenggaraan Asian Games 1962.


Semoga harapan ini tercapai, sehingga secara tidak langsung akan memenuhi harapan dan cita-cita kaum difabel yang memiliki cita-cita besar seperti Hamid. Di Indonesia ada puluhan dna bahkan ratusan Hamid yang sedang mengejar impian seperti layaknya orang normal lainnya. 

Mari sukseskan Asian Para Games (APG) 2018, Salam Olahraga...!

Selamat Berkompetisi di Asian Para Games 2018


1 komentar:

  1. Semoga Indonesia juara.....semangatttt! saya selalu terharu melihat kekuatan dan semangat mereka.

    BalasHapus

Tinggalkan jejak anda dengan mengisi komentar dibawah ini, supaya saya tahu anda pernah mampir ke sini, lain waktu saya yang akan berkunjung balik. Matur suwun....