29 November 2017

Cerita Kunjungan ke Lahan Reklamasi Pasca Tambang Pabrik Indocement Bogor


Kunjungan Blogger ke Area Reklamasi Tambang Indocement di Citeureup, Bogor

Rabu kemarin [22/11/17], saya dan teman-teman Blogger diberi kesempatan untuk melihat areal pertambangan batu kapur (limestone) milik PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement) di daerah Citeureup, Bogor. Salah satu agenda kunjungan adalah menyambangi lahan reklamasi di area Quarry D, wilayah pasca penambangan bahan baku semen pabrik Indocement Bogor.

Mendengar kata Reklamasi, bayangan saya  mengarah kepada proyek Giant Wall yang sedang dibangun di teluk Jakarta dan menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini. Begitu juga saat mendengar bahwa jadwal kunjungan Blogger ke industri semen itu salah satunya akan meninjau kawasan reklamasi tambang, saya pun membayangkan sesuatu yang konyol. “Selain produksi semen, kerjaan Indocement itu ngurug laut apa yah??” guman saya dalam hati. Ha ha ha *abaikan

Ternyata saya salah, setelah mengintip makna reklamasi di Wikipedia, menurut UUD : “Reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan orang dalam rangka meningkatkan manfaat sumber daya alam lahan ditinjau dari sudut lingkungan dan sosial ekonomi, dengan cara : pengurugan, pengeringan lahan atau drainase”.

Reklamasi juga diartikan sebagai aktivitas penimbunan suatu areal dalam skala relatif luas atau sangat luas, baik di daratan maupun perairan untuk suatu keperluan rencana tertentu.

Reklamasi Menurut Wikipedia

Lalu apa hubungannya reklamasi dengan areal tambang di pabrik Indocement?

Sesuai dengan tujuannya, reklamasi pada areal tambang Indocement bertujuan mengembalikan fungsi tanah atau lahan eksplorasi pertambangan supaya kembali seperti semula. Reklamasi menjadi agenda penting kegiatan pertambangan setelah melakukan eksplorasi. Reklamasi juga  menjadi tanggungjawab perusahaan operator pengelola pertambangan. Biasanya perusahaan menerapkan program reklamasi melalui kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility).

Nah, karena ini agenda CSR, maka kujungan ke Indocement kemarin kami juga ditemani oleh tim CSR nya Indocement, yang diketuai oleh CSR Citeureup Department Head, bpk. Aditya Purnawarman. Bersama timnya pak Adit, kami mengunjungi beberpaa area penting yang sedang dikerjakan oleh tim CSR Indocement berkaitan dengan program reklamasi, antara lain :
-          Kunjungan ke Gerakan Tani Mandiri (GTM)
-          Kunjungan ke Mata Air Cikukulu
-          Kunjungan ke Lahan Reklamasi Tambang 2004
-          Kunjungan ke areal Kebun Tegal Panjang

Sebelum berangkat menuju pabrik Indocement di Citeureup, kami meting point di Wisma Indocement, Jl. Jendral Sudirman, Jakarta. Dari sana kami menggunakan bus jemputan dari Indocement.

Kami tiba di pabrik Indocement Citeureup pagi dan langsung diterima oleh management Indocement di Guest House, kawasan pabrik Indocement. Disana kami mendapatkan sambutan yang hangat dari management. Karena kami tamu, sesuai dengan prosedur K3, kami diberikan safety induction, semacam pemahaman dasar dan perilaku keselamatan selama berada di area pertambangan. Selain itu kami juga mendapatkan informasi mengenai lokasi reklamasi dan program CSR yang sedang dilakukan oleh management Indocement.

Arahan dari Ketua Tim CSR Indocement, Bp Aditya
Safety Induction oleh Petugas Safety Officer Indocement


Kurang lebih 15 menit kemudian kami bersiap untuk menuju beberapa spot tujuan kunjungan kami. Untuk spot pertama, kami menuju lahan garapan petani binaan Indocement. Mereka tergabung dalam komunitas Gerakan Tani Mandiri (GTM). Sebelum kesana, kita siap-siap dulu memakai APD atau Alat Pelindung Diri sesuai starndar K3.

Sebelum ke lokasi, kita pakai APD dulu, biar aman

Untuk menuju ke lokasi pertama, perjalanan kurang lebih 10 menit melintasi kawasan pabrik Indocement. Sepanjang perjalanan menuju lokasi pertama, kami disuguhi dengan pemandangan yang hijau dan asri. Seperti diketahui bahwa kawasan Indocement adalah area tambang tebuka, sehingga jalan yang ada di kawasan juga bebas dilewati oleh pengendara, khususnya warga sekitar. Beberapa kali kami berpapasan dengan kendaraan umum seperti angkot, sepeda motor, dan kendaraan pribadi lainnya. Bahkan di kawasan tambang sekalipun, terlihat aktifitas warga seperti menggembala sapi, pencari rumput ternak, hingga aktifitas berkebun.

Perjalanan dipandu oleh tour guide dari tim CSR Indocement yang tak henti menjelaskan beberapa lokasi penting yang berada di sekitar kawasan pabrik yang kebetulan kami lewati, diantaranya: sarana masjid, pabrik produksi semen, pabrik produksi kantong semen, sarana pengolahan sampah, gudang bahan peledak dan klinik kesehatan.

Beberapa sarana umum bebas di akses oleh warga masyarakat, seperti masjid untuk sarana ibadah, dan klinik yang melayani pengobatan gratis, baik untuk karyawan maupun untuk warga masyarakat sekitar.

Ini adalah pertama kalinya saya mengunjungi lokasi tambang, dan ternyata suasana seperti gersang, panas, bising, atau udara berdebu yang sempat saya fikirkan jika berada di lokasi tambang, ternyata tidak saya temui. Di sepanjang jalan, saya malah lebih banyak bertemu dengan pepohonan dan hamparan rumput yang hijau nan asri.

Kompleks Pabrik Indocement, Hijau dan Asri

Rupanya, Indocement menggunakan teknologi canggih untuk mereduksi debu yang beterbangan di lingkungan tambang dan berpotensi menjadi polusi udara. Mesin penangkap debu bekerja menangkap butiran debu sehingga polusi debu jauh dibawah ambang batas yang ditetapkan oleh pemerintah, sehingga aman bagi manusia dan lingkungan. Selain itu, untuk mereduksi tingkat kebisingan, beberapa sparepart mesin konveyor yang melintang sepanjang kawasan tambang juga materialnya sudah diganti dengan material yang ramah lingkungan. Seperti bearing roda konveyor yang tadinya dari bahan metal yang sangat berisik jika bekerja, diganti dengan bahan lain yang lebih kalem, namun kekuatan bahannya berkelas.

Gerakan Tani Mandiri (GTM)

Komunitas ini dibentuk oleh Indocement, dengan menggandeng petani lokal. Ada sekitar 27 petani dari desa Leuwikaret yang menjadi binaan Indocement. Petani hanya bertugas menanam dan merawat tanaman saja, sedangkan lahan, Bibit tanaman, pupuk,  dan peralatan pertanian hingga market disediakan oleh pihak Indocement. Dari total lahan 18,6 hektare pasca  kegiatan tambang yang telah di  sediakan oleh Indocement , saat ini sudah 5 hektare yang sudah digarap. Lokasi lahan berada di Quarry D, desa Leuwikaret, Citeureup, Bogor. Tanaman yang di tanam seperti cabai, pepaya, mentimun, kacang tanah, jagung, jahe merah, dan tanaman holtikultur lainnya. Cara bercocok tanamnya dengan model tumpang sari.

Lahan Garapan Gerakan Tani Mandiri
Salah Satu Petani Penggiat Gerakan Tani Mandiri

Yang membuat saya penasaran adalah, bagaimana cara para petani ini bisa menggarap lahan yang notabene bekas tambang batu kapur? Bukanya panas dan tidak bisa subur?. Ternyata dengan bantuan penyuluhan dari tim CSR Indocement, lahan yang mereka garap bisa menghasilkan. Rata rata omset para petani dari hasil bercocok tanam di kisaran 500 ribu hingga 1,5 jt per bulan.

Salah Satu Hasil Tani Lahan GTM


Quarry D dan Reklamasi

Dari lokasi lahan pertanian GTM, terlihat di sebelah sana lahan reklamasi yang sudah rimbun dengan pepohonan. Cekungan lembah bukit kapur seluas 67 hektare itu terlihat hijau dengan aneka pepohonan. Luas area yang telah selesai di reklamasi mencapai 2,2 hektare yang sudah dimulai sejak 2004 lalu. Beberapa jenis pohon yang di tanam di area reklamasi Quarry D antara lain: pohon Jati, Mahoni, Jinjing, Dadap, Ketapang, Bintaro, Pucu Merah, pohon Beringin, Mangga, dan masih banyak jenis pohon lainnya.

Yang paling menarik perhatian kami adalah pohon daun kupu-kupu. Seperti namanya, pohon ini banyak  dihinggapi kupu-kupu aneka warna. Ada ratusan dan bahkan ribuan kupu-kupu yang beterbangan memenuhi jalanan yang kami lewati. Konon, lingkungan yang terjaga ekosistemnya ditandai dengan adanya kupu-kupu yang bisa hidup di tempat tersebut.

Beberapa kali saya mengabadikan momen berada di area raklamasi tambang dengan berfoto ria.

Akses Menuju Lokasi Reklamasi Pasca Tambang Indocement

Area Querry D, Lahan Pasca Tambang Indocement




Mata Air Cikukulu

Masih di area Quarry D lahan pasca tambang Indocement, kami menuju lokasi yang langka, yaitu satu-satunya sumber mata air yang ada di bukit kapur tambang Indocement, namanya ata air Cikukulu. Yang membuat saya kagum  dengan tempat ini adalah mata air ini memiliki kualitas air yang sangat bening, dan tidak terkontaminasi dengan adanya area tambang. Keajaiban lainnya, mata air ini tidak pernah kering meski memasuki musim kemarau. Tak heran mata air Cikukulu menjadi satu-satunya sumber air untuk mengairi lahan GTM jika musim kemarau tiba.

Sumber Mata Air Cikukulu, Desa Lulut

Sumber Mata  Air Cikukulu terletak di desa Lulut, kecamatan Citeureup, Bogor. Luas konservasi mata air Cikukulu ini adalah 5 hektare, dan telah memenuhi persyaratan kualitas air bersih oleh Kementerian Kesehatan mengenai standar kualitas air. Aliran mata air Cikukulu memiliki ketinggian rata-rata 31,5 cm. Kedalaman air akan maksimal 40 cm di musim hujan dan menyusut 15 cm pada musim kemarau.

Adanya mata air Cikukulu memberikan berkah tersendiri bagi warga di 8 desa yang dialiri aliran sungai Cikukulu ini. Sebanyak 355 kepala keluarga memanfaatkan mata air Cikukulu untuk kegiatan MCK (Mandi Cuci Kakus). Bahkan sebagian dari mereka menggunakannya sebagai air konsumsi, meski sudah diberi tahu bahwa air Cikukulu hanya layak untuk MCK saja. Namun begitu, hingga saat ini belum ditemukan kasus penyakit akibat mengkonsumsi air ini.

Untuk melindungi mata air ini, Indocement menetapkan zona larangan tambang di sekitar lokasi mata air, serta melakukan penghijauan di sekitar mata air, di sekitar lokasi mata air juga dibangun dinding beton untuk menjaga aliran air. Malahan, tidak  sembarangan orang  diberi akses langsung ke lokasi mata air, dengan memasang pagar pada pintu masuk menuju mata air. Tujuannya tak lain adalah untuk menjaga kualitas mata air dan ekosistem lingkungan.

Mumpung diberi akses langsung ke lokasi, sayapun memanfaatkan momen ini untuk mendokumentasikannya, supaya bisa untuk bahan bercerita disini... he he he ini dia foto-foto saya selama di areal mata air Cikukulu.



Akses Menuju Sumber Mata Air Cikukulu

Bersama Salah Satu Ketua RT di Desa Lulut

Indocement melakukan pemantauan ketinggian air Cikukulu setiap dua minggu sekali, sejak tahun 2007 lalu, dan melakukan uji kualitas air secara berkala setiap enam bulan sekali.

Perjalanan meng-explore kawasan tambang Indocement belum berakhir, masih ada satu spot lagi yang menarik untuk di kunjungi, yaitu kawasan kebun Tegal Panjang.

Kebun Tegal Panjang

Lokasi kebun garapan Indocement ini tidak begitu jauh dari sumber Mata Air Cikukulu, masih di kawasan Quarry D. Kebun ini memiliki luas 12 hektare, yang dikelola oleh 10 orang petani, 2 tenaga pengawas, dan 8 orang petani kebun yang berasal dari warga desa mitra Indocement.

Kebun Budidaya Tegal Panjang
Begitu tiba di lokasi, kami disambut oleh para petani yang telah menunggu kedatangan kami. Salah seorang pengawas kebun, Bp. Hilman, menyambut kedatangan kami dengan suka cita. Sarjana pertanian IPB ini menjadi pemandu kami selama berada di kebun Tegal Panjang.

Sambutan dari Bp. Hilman, Ketua Petani Kebun Tegal Panjang

Saya lagi-lagi dibuat kagum dengan gerakan penghijauan yang dilakukan Indocement di kebun ini.  Aneka pohon dan tumbuhan bisa tumbuh subur di sini. Rupanya kebun Tegal Panjang dimanfaatkan oleh Indocement sebagai laboratorium  pertanian dan perkebunan. Di areal ini banyak disemai bibit tanaman dan tumbuhan, termasuk penyemaian bibit tanaman untuk lahan garapan GTM.

Kebun Tegal Panjang banyak ditanami tanaman vegetasi berbatang keras dan lunak, antara lain pohon jati, pohon jarak, trembesi, buah maja, dan yang paling banyak mendatangkan profit dan nilai ekonomi untuk para petani adalah penanaman pohon cinta, andong, ataupun monstera. Pohon Cinta banyak dicari oleh pengusaha bunga hias untuk menghias pelaminan. Bahkan menurut pak Hilman, saat ini pohon cinta yang ada di kebun Tegal Panjang hanya bisa memenuhi 30% dari permintaan pasar yang ada. Hal ini karena keberadaan pohon cinta disini hanya sebatas sebagai tanaman sela diantara tanaman pokok lainnya, yang kebanyakan tanaman energi dan kayu.

Omset para petani kebun Tegal Panjang dari bercocok tanam bisa mencapai 800 ribu hingga 2 juta-an per bulan, tergantung dari hasil panen tanaman cinta dan hortikultur tanaman lainnya.

Salah satu petani yang betah menggarap lahan Tegal Panjang binaan Indocement ini adalah Aki Toni (70 tahun). Di usianya yang sudah senja, kakek ini masih terlihat enegrik, dan tampak menikmati profesinya sebagai petani di kebun Tegal Panjang ini.

Aki Toni (70 th), Salah Satu Petani Binaan Indocement di Kebun Tegal Panjang



Berada di kebun ini, saya merasa bukan berada di  lahan tambang, tapi  seperti di areal perkebunan. Suasananya rindang penuh pepohonan dan terasa sejuk.

Oiya, kunjungan di kebun ini paling lama dibanding kan dengan kunjungan ke spot lainnya. Karena kebetulan waktu kunjungan bertepatan dengan waktu aktifitas tambang untuk meledakkan bukit kapur dengan  dinamit, untuk diambil batu kapur nya sebagai bahan produksi semen. Untuk alasan keamanan, semua aktifitas manusia tidak diperkenankan mendekat dalam radius 2 km. Termasuk rombongan kami yang berada di kebun Tegal Panjang ini, tidak diperkenankan untuk beranjak, karena jalan kembali akan melintasi lokasi sumber ledakan. Jadi untuk alasan keamanan, kami masih berada di kebun sambil menunggu ledakan selesai.

Suara sirine terdengar sebagai pertanda akan dimulainya ledakan, dan memberi kesempatan kepada warga masyarakat yang kebetulan beraktifitas di sekitar area tambang agar menjauh. Setelah bunyi sirine, beberapa menit kemudian terdengar ledakan beberapa kali, pertanda dinamit telah diaktifkan untuk menghancurkan bukit batu gamping sebagai bahan baku semen. Menurut pak Aditya, waktu aktifitas ledakan dinamit memang sudah dijadwalkan pkl. 11:45 setiap hari, selama 15 hingga 30 menit. Warga masyarakat di wilayah tambang sudah hafal, suara sirine sudah menjadi kode untuk menjauh dari lokasi tambang.

Kunjungan ke lahan Tegal Panjang

Lahan tanaman Pohon Cinta

Tidak terasa hampir 5 jam kami berkeliling mengenal area tambang PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Mengunjungi beberapa spot penting yang menjadi urat nadi kegiatan CSR perusahaan. Kami merasa senang dan puas dengan segala yang kami lihat disana. Menambah pengetahuan dan memberikan edukasi kepada kami, mengajarkan kami bagaimana berterimakasih kepada alam yang telah memberikan sumberdaya nya untuk dimanfaatkan untuk kepentingan dan hajat hidup orang banyak.

Jika eksplorasi adalah mengambil manfaat dari alam, maka Rekamasi adalah cara kita untuk berterimakasih  kepada  alam, dengan mengembalikan alam pada fungsi nya semula, yaitu sebagai penyeimbang kehidupan.

Terimakasih saya ucapakan kepada :
  1. Tim CSR dan Management PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.
  2. Komunitas blogger Bogor
  3. Komunitas Gerakan Tani Mandiri
  4. Segenap Masyarakat desa mitra PT Indocemment Tunggal Prakarsa Tbk.
Semoga bisa bertemu lagi pada kesempatan mendatang.

Terimakasih Indocement


Sekilas tentang PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. :

Indocement memiliki 3 kompleks pabrik, yaitu Kompleks Pabrik Citeureup, Bogor (10 pabrik), Kompleks Pabrik Palimanan, Cirebon (2 pabrik), dan Kompleks Pabrik Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan (1 pabrik).

Untuk memudahkan proses distribusi produk semen, Indocement membangun beberapa terminal semen, antara lain : Terminal Tanjung Priok di Jakarta, Terminal Tanjung Perak di Surabaya, Terminal Sepanjang di Sidoarjo, Terminal Lembar di Lombok, Terminal Palaran di Samarinda, Terminal gading di Cilegon, dan Terminal Pontianak di Pontianak, Kalimantan Barat.

Saham Indocement dimiliki oleh HeidelbergCement Group (51%) dan masyarakat (49%).

Saat ini Indocement mampu memprouksi 24,9 juta ton semen per tahun, dengan produk-produk varian nya : Ordinary Portland Cement (OPC), Portland Composite Cement (PCC), Pozzolan Portland Cement (PPC), White Cement, Oil Well Cement (OWC), TR30-Acian  Putih, Slag Cement, dan produk Beton siap pakai.

Indocement menjadi satu-satunya produsen  semen putih di Indonesia.

Berfoto Bersama Alat Produksi Tambang Indocement


Sejarah Perusahaan :

1985 : Indocement berdiri, dari hasil peggabungan 6  perusahaan yang memiliki 8 pabrik semen yang beroperasi sejak 1975
1989 : Indocement menjadi perusahaan public di Bursa Efek jakarta dengan kode saham INTP
1991 : Indocement mengakuisisi pabrik baru yang menjadi Plant 9 di kompleks pabrik Palimanan.
1996 : Menyelesaikan pembangunan  Plant 10 di kompleks pabrik Palimanan.
1998 : Pengambil alihan PT. Indo Kodeco  Cement melalui penggabungan usaha di Tajun, Kalimantan Sleatan.
1999 : Menyelesaikan pembangunan plant 11 di kompleks pabrik Citeureup.
2001 : HaidelbergCement Group menjadi pemegang saham mayoritas Indocement.
2005 : Meluncurkan Portland Composite Cement (PCC) ke pasar Indonesia
2008 : Menerima penghargaan Certified Emission Reduction (CERs) untuk proyek bahan bakar alternatif.
2012 : Memulai penggunaan kereta api untuk distribusi semen.
2015 : Manjadi salah satu anggota pendiri Green Product Council Indonesia.
2016 : Meluncurkan semen Rajawali”, menyelesaikan  pembangunan Plant 14, kompleks pabrik Citeureup, Bogor.
2017 : Meluncurkan produk “Slag Cement”
November 2017 : Menerima kunjungan komunitas Blogger untuk mengunjungi beberapa spot penting dan diberi akses serta berinteraksi langsung di  kompleks Pabrik Citeureup, Bogor.   :D :D :D


------------------------------- 0O0 -------------------------------------

1 komentar:

  1. Saya Widaya Tarmuji, saya menggunakan waktu ini untuk memperingatkan semua rekan saya INDONESIANS. yang telah terjadi di sekitar mencari pinjaman, Anda hanya harus berhati-hati. satu-satunya tempat dan perusahaan yang dapat menawarkan pinjaman Anda adalah TRACY MORGAN LOAN FIRM. Saya mendapat pinjaman saya dari mereka. Mereka adalah satu-satunya pemberi pinjaman yang sah di internet. Lainnya semua pembohong, saya menghabiskan hampir 32 juta di tangan pemberi pinjaman palsu.

    Tapi Tracy Morgan memberi saya mimpi saya kembali. Ini adalah alamat email yang sebenarnya mereka: tracymorganloanfirm@gmail.com. Email pribadi saya sendiri: widayatarmuji@gmail.com. Anda dapat berbicara dengan saya kapan saja Anda inginkan. Terima kasih semua untuk mendengarkan permintaan untuk saran saya. hati-hati

    BalasHapus

Tinggalkan jejak anda dengan mengisi komentar dibawah ini, supaya saya tahu anda pernah mampir ke sini, lain waktu saya yang akan berkunjung balik. Matur suwun....