22 September 2017

Nostalgia dengan Rampe Melalui Cemilan Keripik Tempe "Kay Kriuk"

Rampe - Kay Kriuk

Bagi pelanggan setia Warteg, mungkin tidak asing dengan jenis makanan ini. Yup! Makanan dari bahan utama tempe ini familiar di sebut Oreg Tempe, atau Oseng Tempe. Tapi tahukah kamu? kalo di daerah asalnya di Tegal, Jawa Tengah, makanan ini justru namanya bukan Oreg Tempe atau Oseng Tempe, orang kampung menyebutnya RAMPE. Saya sendiri kurang begitu tahu asal usul nama Rampe, mugkin karena bahan utamanya Tempe dan disiram kuah, maka supaya mudah orang menyebutnya RAMPE, kepanjangan dari siRAM temPE . Hi hi hi... ngarang banget!

Lah... orang kampung memang suka menamai sesuatu dengan singkatan sih... misalnya saja nama Misro, kepanjangan dari Amis Di jero (bahasa sunda yang artinya manis didalam). Ada lagi nama Combro, kepanjangan dari Oncom Di jero (makanan yang didalamnya ada oncom nya). Dan masih banyak nama nama makanan daerah yang diambil dari akronim semacam itu.
Kembali ke soal RAMPE,

Ada sedikit perbedaan antara Oreg Tempe yang di warteg-warteg dengan Rampe.  Jika Oreg Tempe yang sering dijumpai di Warteg itu tampilannya kering, maka tampilan Rampe sedikit basah dan berkuah.

Dulu waktu saya masih tinggal di kampung, Rampe menjadi lauk favorit, baik untuk sarapan maupun untuk pelengkap lauk pada acara selamatan. Rampe yang saya kenal ada dua macam, Rampe Basah dan Rampe Kering. Sesuai namanya, Rampe Basah mengandung kuah dan Rampe Kering tidak berkuah, mirip masakan balado ala masakan minang. Hampir tiap hari emak selalu membuat Rampe Basah sebagai menu sarapan. Tak heran jika saya hafal cara pembuatannya.

Membuat rampe basah diawali dengan menumis beberapa bumbu seperti irisan bawang, irisan serai, daun salam, dan bumbu halus seperti kemiri, ketumbar, cabai, dan garam. Setelah bumbu mengeluarkan aroma khas, tumisan diberi sedikit air. Kemudian setelah air mendidih, potongan tempe berbentuk dadu dan balokan kecil dimasukkan bersama dengan irisan cabai hijau yang dibuat menyerong. Lalu biarkan bumbu meresap ke dalam tempe dengan menutup rapat tumisan. Jika sudah setengah matang, beri kecap manis dan bumbu masak secukupnya. Tak berapa lama, Rampe Basah sudah jadi dan dihidangkan. Emak hampir tiap hari mambuat Rampe Basah untuk sarapan kami. Sayangnya, Rampe Basah hanya bisa bertahan hingga 7-12 jam saja. Setelah lewat dari 12 jam, rasa Rampe akan berubah dan cepat basi, apalagi jika disimpan di ruang terbuka.

Berbeda dengan Rampe Basah, Rampe Kering biasanya dibikin pada waktu-waktu tertentu saja. Misalnya pada hari-hari besar, atau pada waktu mau bepergian jauh, sebagai lauk perbekalan makanan. Alasannya, Rampe Kering bisa tahan hingga berhari-hari tanpa basi. Nah, proses pembuatan Rampe Kering ini sama persis dengan pembuatan Rampe Basah, hanya bedanya, pada Rampe Kering, sebelum dimasukkan ke dalam tumisan, potongan tempe sudah dgoreng kering terlebih dahulu. Hasilnya, masakan Rampe akan menjadi krispi, tanpa kuah. Dan hebatnya lagi, Rampe Kering bisa bertahan berhari-hari. Kalo mau pergi jauh, saya sering dibekali Rampe Kering oleh emak, lumayan, bisa berhemat dijalan.

Selain sebagai sumber protein nabati yang tinggi, tempe juga kaya akan vitamin B, zat besi, asam folat, kalsium, potasium, dan serat. Sehingga sangat baik untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh.

Kay Keriuk, Variasi Cemilan dari Bahan Tempe

Di zaman sekarang, untuk mendapatkan manfaat mengkonsumsi tempe tidak melulu harus memasak Rampe, atau oseng tempe. Saat ini banyak sekali jenis makanan dari bahan tempe yang bisa ditemui, yang bisa menjadi kudapan lezat dan menyehatkan. Salah satu cemilan berbahan tempe yang baru ini saya kenal adalah Kay Kriuk. Dari namanya, saya bisa menduga, kudapan dari bahan tempe ini pasti rasanya sama dengan keripik saat dimakan, kriuk-kriuk.

Kay Kriuk

Pertama kali saya mengenal Kay Kriuk dari postingan salah satu teman di Facebook. Melihat Kay Kriuk, saya langsung teringat dengan Rampe Kering. Iyap..., tampilan Kay Kriuk ini sama persis dengan irisan tempe yang sudah digoreng dan siap dimasak menjadi Rampe Kering. Mendadak saya ngiler dan pengen mengulang cerita lama waktu kecil, yang suka mengais irisan tempe goreng kering yang sedang digoreng sama emak untuk dijadikan Rampe Kering.

Saya tertarik dengan bentuk cemilan Kay Kriuk. Cemilan tempe yang pada umumnya berbentuk irisan tempe berbentuk tipis persegi dan digoreng crispy, Kay Kriuk tampil dengan bentuk yang beda dari biasanya. Irisannya mirip dengan tempe oreg yang saya temui di Warteg, mengingatkan saya dengan Rampe. Akhirnya saya pun melakukan order Kay Kriuk melalui seorang teman.

Kay Kriuk Cemilan Sehat 


Yeay...! akhirnya kesampaian juga icip icip Kay Kriuk inih...! nggak disangka duo juniorku juga suka. Begitu paketan datang, si Kakak yang langsung nggak sabar kepengen segera dibuka. Dan ternyata Kay Kriuk isinya ada beberapa varian rasa, ada rasa original, pedas, keju, balado, Berbequ, dan rasa mix all varian. Masing-masing kemasan isinya 100 gram.

Selain bisa pesan langsung via SMS/WA, Kay Kriuk juga bisa di order via online di Tokopedia. Pada aplikasi Tokopedia, ketik saja kata kunci Tempe Kriuk. Cemilan unik ini ada di halaman pertama  pencarian loh...!

Setelah mencoba beberapa varian Kay Kriuk, ini dia testimoni dari saya :

Bungkus / Kemasan

Saya suka banget dengan bungkus kemasan Kay Kriuk. Untuk ukuran jajanan sehat, Kay Kriuk masuk kriteria saya, sebab bungkusnya menggunakan plastik tebal dan kedap udara, sehingga kualitas tempe kriuk nya terjaga. Untuk membuka kemasan saja saya butuh bantuan gunting, sebab kalo di gigit pakai gigi, itu plastiknya susah untuk disobek.

Bungkus dan Kemasan Plastik Tebal

Yang menarik lagi, pada kemasan sudah tertulis logo halal. Meskipun itu bukan logo dari MUI, tapi setidaknya itu jaminan dari si pemilik merk bahwa produknya benar-benar halal. Cuma sayangnya, pada kemasan tidak tertulis komposisi bahan dan bumbunya, untuk menguatkan statement halal nya itu. Andaikan pada kemasan tertulis lengkap komposisi bahannya, saya percaya siapapun yang makan Kay Kriuk akan merasa nyaman dan nggak waswas untuk menyantapnya. Apalagi jika ditambahkan dengan informasi gizi yang ada pada kemasan Kay Kriuk, lebih kece lagi itu, bisa menyandang predikat cemilan sehat.

Satu lagi yang menarik perhatian saya adalah tulisan “Berdoalah sebelum makan” dan “ Bersyukurlah setelah makan”. Tulisan itu seperti semacam kepedulian si pembuat Kay Kriuk akan pentingnya berdo’a sebelum makan. Jangankan makan cemilan, makan besar saja pada sering lupa berdo’a he he...

Rasa dan Kualitas Produk

Meski saya memesan 3 varian rasa, yaitu original, pedas, dan berbeque, tapi saya lebih suka yang rasa original. Bukannya saya tidak suka pedas atau tidak mau rasa berbeque, tapi tenggorokan saya sedang tidak sepakat jika dimasukin bumbu-bumbu ala bubuk seperti yang ada pada Kay Kriuk aneka rasa. Akhirnya dua varian rasa lainnya saya kasih kepada Kakak Risya dan Dede Fathan. Ternyata mereka berdua suka. Bahkan Kakak Risya doyan dengan Kay Kriuk varian pedas.

Selama kemasan tidak rusak, saya rasa kualitas produk Kay Kriuk akan tetap baik, sebab musuh utama makanan dengan bahan dasar tempe adalah angin. Kalo sudah kena angin, tempe yang tadinya kriuk akan melempem. Dan Produsen Kay Kriuk sepertinya tahu kekurangan itu, maka itu mereka membuat kemasan dengan plastik tebal. Sayangnya, dalam kemasan tidak tercantum expired date untuk membantu customer mengetahui batasan waktu konsumsinya.

Harga

Nah ini yang penting nih.... Kalo dibandingin dengan produk lain di tokopedia, harga 100gram Kay Kriuk masih kalah dengan produk sebelah yang isinya 200 gram. Tapii, karena Kay Kriuk gue banget, mengingatkan saya kepada cerita masa lalu saat makan Rampe Kering, soal harga masih menjadi toleransi lah yah... mungkin jika kelak produksinya sudah banyak, dengan sendirinya harga nya akan bersaing. Apalagi sudah nangkring di etalase nya minmarket, harga segitu termasuk xo xo layah...

Kay Kriuk di Tokopedia


Sukses deh buat Kay Kriuk, semoga bisa menjadi cemilan yang sehat dan selalu menjaga kualitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan jejak anda dengan mengisi komentar dibawah ini, supaya saya tahu anda pernah mampir ke sini, lain waktu saya yang akan berkunjung balik. Matur suwun....