29 Juni 2017

Kenali Ciri Bayi Anda Terkena Alergi Susu Sapi

Enfa Club : Tidak Semua Masalah Pencernaan Berkaitan Dengan Alergi
"Banyak sekali anggapan salah mengenai alergi susu sapi. Setiap ada kasus yang berkaitan dengan masalah pencernaan pada bayi, dianggap sebagai alergi susu sapi. Padahal, keterbatasan anak dalam mencerna makanan menjadi penyebab utamanya, bukan karna alergi. Bagaimana jika alergi beneran? ini dia ciri-ciri dan cara ngeceknya"


Memiliki anak bukanlah puncak kebahagiaan dalam membina rumah tangga. Bagi saya, memiliki anak sama artinya dengan memiliki segudang PR kehidupan dalam berumah tangga, yang harus di kerjakan bersama-sama dengan pasangan. Sebab, anak adalah titipan dari Tuhan untuk kita rawat, kita jaga, dan kita didik. Ibarat proses sekolah, hadirnya anak dalam rumah tangga itu sama seperti praktikum atas pelajaran yang sudah kita dapatkan dari pelajaran teori yang didapat sebelumnya. Ada hal-hal yang sebelumnya tidak dijumpai dalam teori, namun dalam prektiknya ada, sehingga diperlukan penanganan khusus. Atau sebaliknya, ada hal-hal yang tidak dijumpai dalam praktik, padahal dalam teori nya bejibun dan bahkan kita sudah hafal teorinya. Pada kasus seperti ini, sebagai orangtua kita perlu belajar dengan ahlinya.

Sebagian masayarakat kita masih beranggapan bahwa parenting atau merawat anak adalah tugas istri atau ibu saja. Padahal faktanya, sentuhan ayah dan ibu akan memberikan efek yang luar biasa terhadap perkembangan anak. Oleh karenanya, sebagai ayah dari anak anak, saya merasa wajib untuk tahu ilmu parenting. Memang sih, tidak seluruhnya saya tahu dan saya praktekkan langsung, tetapi paling tidak, saya bisa menjadi teman diskusi yang menyenangkan bagi istri ketika menghadapi persoalan rumah tangga, khususnya tentang urusan anak.

Nah, dalam rangka menimba ilmu tentang parenting, pertengahan Juni lalu saya hadir di sebuah acara seru bertema parenting, bersama Enfa Club dan para pemerhati tumbuh kembang anak. Acara yang bertajuk “Tidak Semua Masalah Pencernaan Berkaitan Dengan Alergi” ini sekaligus menjadi ajang buka puasa bersama dan silaturrahmi member komunitas Blogger Cihuy, khususnya yang peduli dengan pertumbuhan anak. Lokasi acara yang dekat dengan rumah di kawasan Blok-M Jakarta Selatan, membuat saya tidak sungkan untuk membawa anak sulung saya, Risya. Dengan mengendarai sepeda motor, kami tiba sebelum acara di mulai. Tampak didepan sana ibu-ibu Blogger Cihuy telah siap mendengarkan materi. Beberapa dari mereka bahkan mengikutsertakan suami dan anak anaknya. Wah..., jadi semakin seru seperti reuni keluarga.

Turut hadir juga dokter spesialis anak, DR. Dr. Arianai Dewi Widodo, SpA (k) sebagai narasumber. Dokter Ariani banyak sharing tentang alergi yang terjadi pada anak-anak, khususnya anak Batita (bawah tiga tahun). Menurutnya, kebanyakan orangtua, khususnya orang tua baru (seperti saya) menganggap kasus alergi itu disebabkan oleh makanan. Akibatnya, banyak orangtua yang salah langkah dalam penanganannya. Sebab, ternyata tidak semua penyebab alergi itu dari makanan dan pencernaan anak. Anak bayi cenderung mengalami alergi itu pada 3 kasus, yaitu pada pernafasan, pada kulit, dan saluran cerna.

Talkshow sesi pertama Tentang Alergi, bersama dr. Ariani Dewi Widodo, SpA

Sebagian bayi mengalami masalah pencernaan pada usia dini, penyebab utamanya adalah sistem perncernaannya yang belum matang sempurna. Idealnya, usus pencernaan itu harus menghasilkan enzim untuk membantu proses pencernaan. Sebanyak 75% enzim akan digunakan untuk mecerna karbohidrat, dan 25% lainnya untuk mencerna protein. Nah, pada kebanyakan bayi, produksi enzim nya masih minim, sehingga tidak mampu mencerna makanan dengan sempurna. Akibatnya anak akan mengalami beragam gejala, seperti: perut kembung, sering buang gas, sakit perut, mual, muntah, BAB tidak lancar, dan rewel tanpa sebab. Bahkan sebagian bayi menunjukkan rasa tidak nyamannya dengan menangis, rewel, bahkan stress. Kalo sudah begini, orangtua biasanya akan panik. Karena biasanya anak akan mengalami kesulitan tidur, migrain, dan bahkan alergi.

Pada kasus ini jelas, bahwa penyebab utama nya bukan pada alergi makanan atau ASI, tapi pada perkembangan pencernaan bayi. Untuk mengatasinya, bu dokter menyarankan agar orangtua tidak perlu cemas. Kenali dahulu penyebab anak rewel, apakah penyebab nya salah makanan yang menyebabkan alergi, atau sebab lain yang menyebabkan bayi rewel dan stress.

Untuk mengurangi tingkat stress pada bayi, bisa ditangani dengan beberapa cara, antara lain: memandikan nya dengan air hangat, memijat perut bayi dengan gerakan I Love You, dan menggerak gerakkan kaki bayi seperti gerakan mengayuh sepeda.

Cara itu dinilai efektif untuk menurunkan stress pada anak, sehingga anak akan merasa nyaman menjalani masa masa sulit mencerna makanan pada usia dini dan kondisi produksi enzim yang masih minim. Kelak jika sistem pencernaaan dan produksi enzimnya sudah normal, bisa dipastikan masalah tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Lalu, bagaimana jika hasil pemeriksaaan dokter ternyata Bayi mengalami alergi susu sapi?

Dokter Ariani lalu menerangkan bahwa pemberian obat anti alergi adalah satu-satunya jalan keluar untuk mengatasinya. Namun, yang perlu di perhatikan oleh orang tua adalah  dosis obatnya. Jangan mentang-mentang kepingin anaknya cepat sembuh, lantas memberikan obat dengan dosis diatas standar penanganan. Memang sih, alergi nya akan cepat hlang, tapi efek buruknya adalah si anak akan mengalami resistant terhadap obat alergi, sehingga menjadi ketergantungan obat jika mengalami alergi lagi kedepannya. Atau parahnya lagi, pemberian obat dengan dosis rendah sudah tidak mempan lagi.

Sebelum obat alergi menjadi solusi, cara terbaik sebagai orang tua adalah dengan memberikan pencegahan terjadinya alergi pada anak, dengan memberikan asupan makanan dengan gizi cukup dan seimbang. Untuk anak dibawah 6 bulan, pemberian ASI eksklusif masih menjadi prioritas utama.

Karena masih penasaran dengan penjelasan bu dokter, sayapun mengajukan pertanyaan kepada bu dokter mengenai masalah yang saya hadapi saat memiliki anak pertama kali. Saat itu kondisi anak sudah mengalami dehidrasi, dan produksi ASI ibunya minim. Bagaimana solusinya?

Sesi Tanya Jawab Tentang Alergi Pada Bayi

Alhamdulillah, Dokter Aryani memberikan jawaban yang memuaskan, baik buat saya pribadi maupun buat para hadirin yang ada disana. Menurut bu dokter, pertanyaan yang saya ajukan itu mewakili banyaknya kasus yang terjadi pada bayi, khususnya bayi dengan asi eksklusif yang mana priduksi ASI sang bunda tidak bisa mengcover kebutuhan bayi. Pada kasus tersebut, bu dokter menyebutkan beberapa indikator. Pertama, jika air seni bayi sudah keruh, kedua jika bayi mengalami kuning dan penyusutan berat badan diatas 10% dari berat badan waktu lahir. Jika kedua indikasi itu terjadi pada anak, maka pemberian asupan makanan selain ASI menjadi solusi, sambil terus berusaha agar air ASI bisa normal kembali.

Bagaimana Ciri-Ciri Bayi Mengalami Alergi Susu Sapi?

Pada sesi kedua, jawaban atas pertanyaan tersebut saya peroleh saat sesi kedua berlangsung, oleh narasumber selanjutnya, yaitu Bp. M. Nuh, perwakilan dari EnfaSmart. Sebelumnya, M. Nuh menjelaskan “Dari kondisi pencernaan yang tidak baik, bisa berpengaruh terhadap mental anak”, oleh karenanya M. Nuh menyarankan kepada orang tua supaya memilih nutrisi yang terbaik bagi anak anaknya.

M. Nuh, Perwakilan dari Enfa Club, Menjadi Narasumber Talkshow Sesi Kedua

Selama ini banyak anggapan bahwa ketika anak mengalami kondisi tertentu terkait masalah pencernaan, selalu dikait-kaitkan dengan alergi susu sapi. “Padahal tidak melulu begitu, keterbatasan dan kemampuan anak dalam mencerna makanan menjadi penyebab utama” jelasnya.

Selain menjelaskan tentang masalah pencernaan, M. Nuh juga mengajak para hadirin untuk sama-sama mengecek kondisi anak melalui aplikasi yang ada di website Enfa Club, www.enfaclub.com/tesalergi-sususapi . Melalui link tersebut, kita bisa mengetahui bagaimana kondisi pencernaan anak. Dalam aplikasi, ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh orangtua, diantaranya : Seberapa sering anak menangis, Seberapa sering anak mengalami gumoh atau muntah, Bagaimana bentuk faces si anak, Bagaimana mengenal kondisi dermatitis atopi, Bagaimana kondisi saluran pernafasan anak, dan terakhir adalah mengisi data diri ibu dan anak. Setelah itu aplikasi akan menampilkan hasil aklhir dari analisanya, apakah pencernaan anak termasuk kategori terkena alergi susu sapi atau tidak.

Buka website enfa club dengan mengetikkan link
www.enfaclub.com/tesalergi-sususapi/  pada browser

Jawab pertanyaan pertama, Seberapa sering si kecil menangis?

Jawab pertanyaan kedua : Seberapa sering si kecil mengalami gumoh?

Jawab pertanyaan ketiga : Bagaimana tipe fases si kecil?

Jawab pertanyaan ke empat : Kenali gejala dermatitis atopi

Jawab pertanyaan kelima : Apakah si kecil terkena gejal;a kulit Urtikaria?

Jawab pertanyaan ke enam : Kenali gejala pada saluran pernapasan si kecil

Terakhir : Isi biodata ibu dan si kecil


Dan ini dia hasil analisa yang dilakukan oleh program aplikasi di website Enfa Club terhadap anak saya :

Hasil akhir tes alergi susu sapi menggunakan aplikasi dari Enfa Club

Tak terasa obrolan tentang dunia parenting dengan materi Alergi Susu Sapi telah dibahas tuntas oleh kedua narasumber. Selanjutnya, karena acara ini dihadiri oleh blogger, tidak afdhol rasanya jika tidak membahas SEO. Kali ini, mas Parjono Sudiono dari Zenit Optimedia didaulat oleh Enfa Club untuk menjadi narasumber.

Parjono Sudiono dari Zenit Optimedia Menjadi Narasumber Talkshow Enfa Club Sesi Ketiga 

Banyak ilmu dan pengalaman yang di tularkan oleh ahli SEO ini, menurutnya seorang Blogger yang peduli dengan tumbuh kembang anak, hendaknya menyebarkan konten konten yang bermanfaat untuk tumbuh kembang anak, agar artikel nya bermanfaat untuk pembaca. Nah, bagaimana pembaca bisa menemukan artikel yang kita tulis di blog? Sementara di internet ada ribuan bahkan jutaan artikel. Pada kesempatan kali ini Parjono memberikan tips tips supaya artikel ramah SEO, diantaranya :

  • Lakukan indeksisasasi dari sekarang
  • Buatlah peta situs dengan sederhana
  • Mengerti pembaca kita, dan fokuskan kata kunci yang relevan dan memiliki volume pencarian yang tinggi
  • Selalu update konten secara konsisten
  • Buat artikel yang shareable, menarik, bermanfaat, dan original
  • Tingkatkan interaksi pembaca dengan speed yang cepat, mudah diakses oleh handphone
  • Hindari animasi-animasi yang memberatkan website
  • Selalu monitor bounch rate dan perangkat blog pada mesin pencari.

Dengan mempraktekkan ke delapan tips tersebut, dijami artikel yang kita buat akan ramah SEO dan mudah terindex oleh google, sehingga bisa muncul pada halaman pencarian google. Sebab, 90% pengguna internet akan menggunakan seacrhing google untuk mencari informasi.

Dengan munculnya artikel kita di halaman utama pencarian google, peluang untuk di klik oleh penggua internet akan semakin besar. Dan artikel kita akan mudah diakses oleh pengguna.

Tidak terasa acara sharing bersama Enfa Club berakhir saat adzan maghrib berkumandang. Talkshow pun ditutup dengan acara buka puasa bersama dan ramah tamah, serta foto bersama.

Terimakasih bunda Elisa Koorag yang telah mengajak saya untuk hadir di acara Enfa Club. Segenap ilmu dan pengalaman telah saya dapatkan setelah mengikuti talkshow dan sharing session bersama Enfa Club, sangat berguna untuk saya praktekkan dikemudian hari. Semoga acara serupa bisa dilakukan kembali dalam rangka memberikan edukasi sebagai bekal para orangtua dalam merawat dan menjaga tumbuh kembang anaknya.

Berikut dokumentasi saya selama acara berlangsung.

Tanamera Kafe, Lokasi Talkshow Enfa Club dan Blogger Cihuy

Lokasi parkir kendaraan di Tanamera Cafe - Jakarta Selatan


Sebelum acara di mulai, saya dan Risya berfoto di lokasi acara
Suasana Acara Sebelum Dimulai

Talkshow sesi pertama bersama Dokter Ariani

Dengan adanya sesi Tanya Jawab, suasana Talkshow menjadi interaktif


Istirahat sejenak pada masing-masing sesi acara
Tidak hanya ibu ibu, Bapak bapak juga bisa curhat di acara ini


Buat Peserta yang datang terlambat, bisa melihat materi sebelumnya via VR

Foto Keluarga Blogger Cihuy dan tim Enfa Smart
#KakakRisya Pakai Susu Formula Setelah 2 Tahun 







Posting Komentar