27 April 2017

Memilih Baju Anak Laki-Laki? Pertimbangkan 5 Hal ini

Baju Anak Laki-Laki (Foto : Bukalapak)


Hampir semua orangtua sepakat, mencari baju untuk anak laki-laki tidak sesulit memilih baju untuk anak perempuan. Selain itu, pilihan baju anak laki-laki juga tidak sebanyak anak perempuan. Kalo tidak percaya, cobalah jalan-jalan ke pasar atau toko baju anak, hampir 70% dagangan yang dipajang adalah baju untuk anak perempuan, modelnya pun beragam. Berbeda dengan baju anak laki-laki yang modelnya itu itu saja. Sekalinya keluar model baru yang fashionable, harganya pasti lebih mahal dibanding baju anak perempuan.

Wajar saja pilihan gaya atau jenis fashion untuk laki-laki lebih sedikit, dan dari segi harga juga lebih mahal. Baju anak laki laki lebih menonjolkan sisi elegant dan kualitas dari pada sekedar kuantitas. Hal itu yang menjadi sebab kenapa baju anak laki-laki terkesan mahal.

Namun, meski minim model dan jenisnya, kebanyakan orangtua memiliki pertimbangan tersendiri dalam memilihkan baju. Umumnya, orang tua akan mempertimbangkan 5 hal ini dalam memilihkan baju untuk arjuna kecilnya, alias anak laki-lakinya.

1.       Ukuran / Size,
Anak laki laki biasanya aktif bergerak kesana kemari, oleh karenanya pemakaian baju yang pas melekat di badannya menjadi prioritas. Baju yang tidak terlalu longgar dan juga tidak terlalu ketat menjadi pertimbangan utama, supaya si anak merasa nyaman saat beraktifitas.
Kesalahan memilih ukuran baju bisa membuat anak tidak nyaman, dan akan mengganggu aktifitasnya.  Oleh karenanya, pastikan baju yang anda pilih sudah sesuai dengan ukuran si anak, jika perlu, ajaklah si anak saat membeli, dan cobalah di kamar pas. Jika sudah cocok, baru dibawa ke kasir untuk dibayar.

2.       Warna,
Warna dan corak menjadi pertimbangan kedua dalam memilih baju anak. Sebaiknya, warna baju disesuaikan dengan warna kulit si anak. Setiap anak biasanya memiliki kecocokan sendiri-sendiri. Tidak wajib harus sama antara baju si kakak dengan adiknya. Sebab, Jangankan kakak adik, saudara kembarpun kadang memiliki warna kulit yang berbeda, dan saat memakai baju yang sama corak dan warna  pun, mereka akan memiliki kesan berbeda pula antara satu dan lainnya. Selain warna kulit, kesesuaian karakter anak juga berpengaruh terhadap pemilihan corak dan warna baju yang dikenakannya.

3.       Kesukaan,
Selanjutnya hal yang penting dan bisa menjadi pertimbangan dalam memilih baju untuk anak laki-laki adalah pilihan yang disesuaikan dengan selera si anak. Hal ini akan menjadi sangat urgent atau penting karena memang kesukaan maupun selera sangat berkaitan erat dengan kenyamanan mereka, baik saat dirumah maupun saat berkumpul dengan teman-temannya. Jika perlu, tanyakan kepada si anak, baju seperti apa yang mereka inginkan. Untuk itu pastikan saja Anda beli pakaian atau baju sesuaikan seleranya.

4.       Trend,
Sebenarnya sih tidak begitu wajib untuk urusan yang satu ini, tapi kebanyakan orangtua menginginkan agar anaknya tidak dibilang ketinggalan zaman, sehingga mereka memilihkan baju yang kekinian dan yang sedang ngetrend, meskipun kadang terbentur dengan harga.Tapi dengan mempertimbangkan faktor ini, biasanya perasaan mengganjal akan sirna dan berganti menjadi perasaan tenang dan bangga, karna telah memenuhi hasrat fashion yang kekinian untuk anak tercintanya.

5.       Harga,

Memilih baju anaklaki-laki yang perlu dipertimbangkan selanjutnya adalah disesuaikan dengan harga yang ada. Harga murah bukan berarti jelek dan tidak modis. Banyak juga koq baju yang modis dan trendy, tapi harganya terjangkau. Jika berniat, kita bisa mencari produk yang sedang diskon untuk mendapatkan harga ekonomis. Selain faktor kepuasan, harga diskon juga bisa menyesuaian kondisi keuangan. Tidak dapat dipungkiri memang pakaian untuk anak laki-laki yang lebih mahal, tapi biasanya kualitasnya bagus.

09 April 2017

Festival Tidore 2017, Merawat Tradisi, Mempertegas Jatidiri Bangsa Maritim



Suara Tifa dan Rebab menggema di ruang Balairung Soesilo Soedarman , gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, hari Rabu malam kemarin.

Terlihat menteri pariwisata, Arief Yahya sangat bersemangat menabuh Tifa, alat musik tradisional Tidore, sebagai simbol peresmian hajatan akbar Festival Tidore 2017. Sambutan tepuk tangan dari pengunjung pun kian menambah meriah suasana. Pengunjung yang kebanyakan adalah warga asli Tidore, baik yang merantau di Jakarta maupun yang sengaja datang dari Tidore ke Jakarta itu sangat antusias menyambut acara Launching Festival Tidore 2017.

Betapa tidak, Festival tahunan yang mampu menyedot wisatawan ini, malam itu sudah diresmikan dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat.

Jangankan mereka yang asli putra daerah Tidore, saya yang belum pernah menginjakkan kaki di tanah asal rempah rempah itu pun ikut merasakan kebahagiaan dengan diresmikannya perayaan Festival Tidore 2017

Festival tahunan yang sudah di adakan ke 9 kali nya ini adalah pesta rakyat masyarakat Tidore dalam menyambut hari jadinya yang ke 909 tahun. Departemen pariwisata daerah Maluku menangkap momen ini sebagai ajang untuk mempromosikan potensi wisata yang ada di Tidore. Serangkaian acara dalam Festival Tidore 2017 juga telah disiapkan oleh pemerintah kesultanan Tidore dan segenap masyarakat Tidore. Akan ada 7 rangkaian kegiatan yang mewarnai hajatan tahunan Festival Tidore ini, yang sebagian diisi dengan seni dan budaya. Tema yang diangkat dalam perayaan Festival Tidore 2017 ini adalah "Merawat Tradisi, Mempertegas Jatidiri Bangsa Maritim".

Dalam sambutannya sebelum acara peresmian, Menteri Pariwisata menjelaskan bahwa industri pariwisata di Indonesia mampu memberikan pendapatan daerah lebih tinggi dibanding sektor industri lainnya. Jika industri pengolahan sumberdaya alam hanya akan meninggalkan sisa kerusakan sumber daya alam, maka berbeda cerita jika yang ditingkatkan adalah sektor pariwisata. Selain sumberdaya alam nya terjaga, industri pariwisata akan memiliki efek penghasilan masyarakat hingga 175%, sehingga bisa meningkatkan pendapatan daerah. Jika program industri pariwisata melalui Festival Tidore 2017 ini sukses, maka di prediksi akan ada perputaran uang 1.3 trilyun per tahun di Tidore.

Kekuatan daya pikat Tidore terletak pada sumber daya alam dan budaya masyarakatnya. Betapa Tidore memiliki sejarah panjang sebagai bagian dari sejarah bangsa Indonesia. Nama Tidore sudah lebih dikenal oleh dunia dibanding daerah lain di Indonesia, yang meninggalkan peradaban dan budaya sebagai bangsa maritim. Dalam teori industri wisata, semakin budaya di lestarikan, maka akan semakin mensejahterakan. Contoh kongkritnya adalah daerah Bali dan Yogyakarta. Oleh karenanya, pak menteri berpesan agar sisi budaya lebih ditonjolkan.

Pemerintahan Tidore yang berbentuk kesultanan sangat memungkinkan untuk mengembangkan daya tarik kebudayaan sebagai destinasi wisata andalan, selain destinasi alam pastinya. Sebab jika ada kesultanan, biasanya budayanya akan bagus.

Sementara masyarakat Tidore berjuang memajukan pariwisata daerahnya, dukungan dari pemerintah pusat juga akan terus dilakukan, diantaranya : kementerian pariwisata akan menargetkan Festival Tidore 2017 ini menjadi trending topik nasional, dan bahkan internasional. Sementara bentuk dukungan lainnya adalah akan dihidupkannya kembali jalur cengkeh yang dahulu pernah melegenda. Sehingga turis mancanegara yang singgah di Manado sebagai hub tourism kawasan timur Indonesia, akan mudah digiring untuk berkunjung ke Tidore.

Puncak acara Festival Tidore 2017 berlangsung dari tanggal 10 sampai 12 April 2017, dengan 3 agenda utama, yaitu Parade Juanga, Perjalanan Paji, dan Kirab Agung.

Parade Juanga adalah kegiatan karnaval mengelilingi pulau dengan kapal formasi perang oleh sultan dan bala tentaranya.

Perjalanan Paji adalah keliling pulau via darat dengan formasi perang yang menceritakan tentang revolusi Sultan Nuku Tidore.

Sedangkan acara Kirab Agung kesultanan Tidore debarengi dengan acara peresmian pembukaan museum Maritim Dunia di Kedaton Tidore.

Seluruh kegiatan melibatkan seluruh mastarakat Tidore, sehingga pantas jika Festival Tidore 2017 ini disebut sebagai hajatan besar masyarakat Tidore.

Nah, kalo menteri saja mendukung Festival Tidore 2017, bagaimana dengan teman teman blogger pecinta traveller? Pastinya pengen banget dong mendukung terciptanya Tidore sebagai destinasi andalan di Maluku.

Yuk, meskipun tidak bisa menghadiri langsung acara Festival Tidore 2017, kita sama sama sukseskan hajatan #WisataTidore ini dengan meramaikan hashtag #TidoreUntukIndonesia, #FestivalTidore2017 dan #VisitTidoreIsland sesuai arahan pak menteri.