20 Oktober 2016

Siap Siap Ketiban Hadiah Dari Hajatan Bank DKI

#HajatanBankDKI

Masih membekas dalam ingatan, dulu waktu masih di bangku sekolah, kalo mau nabung atau menarik uang dari bank kita musti membawa buku tabungan dan mendatangi kantor bank, dan untuk menghindari antrian panjang, kita musti datang pagi. Rasa senang menerima uang hasil menyisihkan jatah jajan begitu menyeruak saat petugas bank melakukan paraf dan memberikan ceplokan (stempel) pada buku tabungan yang saya bawa. Hmmm... langsung deh terbayang itu uang mau di belanjain apa.

Saya merasa senang dan bersyukur masih diberi umur untuk hidup di zaman internet seperti sekarang. Semua aktifitas bisa dikontrol melalui layar smartphone, termasuk urusan perbankan. Kebiasaan ngantri dan menghabiskan waku berjam jam di teller sekarang sudah tergantikan dengan adanya fasilitas mobile banking. Saya sendiri hampir tiap hari memakai aplikasi mobile banking untuk transaksi perbankan, jadi tahu persis manfaat nya. Buat orang dengan jadwal aktifitas padat, hadirnya aplikasi mobile banking sangat membantu. Selain memangkas waktu dan biaya untuk bolak balik ke kantor bank, transaksi perbankan juga bisa dilakukan kapan saja dimana saja tanpa mengenal waktu dan tempat. Tak perlu lagi bangun pagi ke bank untuk menghindari antri, cukup dirumah sambil ngopi.

Sekarang ini tidak hanya bank besar dengan skup nasional saja yang menyediakan aplikasi mobile banking, bank daerah juga sekarang sudah banyak loh yang menyediakan aplikasi mobile banking.  Salah satu bank daerah yang baru baru ini meluncurkan layanan ini adalah bank DKI. Bagi warga Jakarta, pasti sudah tidak asing lagi dong dengan Bank DKI. Tapi jangan membayangkan bank DKI yang dulu loh ya. Segenap perubahan sudah dilakukan oleh managemen bank DKI.

Menurut Direktur Bisnis bank DKI, Antonius Widodo, Bank DKI terus meningkatkan pelayanannya untuk menjadi bank ritel modern yang dapat melayani kebutuhan masyarakat Jakarta saat ini. Salah satunya dengan meluncurkan aplikasi mobile banking, JakMobile. Selain itu, Bank DKI juga telah memiliki mesin ATM hingga 700 unit yang tersebar hingga ke tingkat kelurahan DKI Jakarta.

Melalui layanan mobil banking bernama JakMobile, bank DKI memberikan fasilitas kemudahan bagi para nasabahnya untuk melakukan transaksi perbankan kapan saja dan dimana saja. Nasabah bisa melakukan beragam transaksi seperti pembayaran PBB, air, telepon, dan berbagai transaksi lainnya, tanpa harus repot datang ke kantor bank. Buat kamu warga asli DKI yang berada di luar daerah dan bahkan luar negeri tidak perlu pindah bank untuk bertransaksi, cukup download aplikasi JakMobile di smartphone kamu.

Aplikasi JakMobile dari Bank DKI


Aplikasi JakMobile bisa dimanfaatkan oleh semua nasabah bank DKI, baik nasabah Tabungan Monas, Tabungan Monas Bisnis, Tabungan Simpeda, dan Tabungan iB Simpeda. Malahan, setiap transaksi menggunakan JakMobile, Bank DKI akan memberikan point reward yang bisa dikumpulkan dan diikutkan dalam program #HajatanBankDKI.

Apa itu Program #HajatanBankDKI ?

HAJATAAN kepanjangan dari HADIAH KEJUTAN yang diberikan oleh Bank DKI untuk para nasabahnya. Program undian berhadiah ini berlangsung dari Oktober 2016 s/d Maret 2017. Peluncuran program ini berlangsung minggu lalu (16/10/2016) di Bundaran HI, ditengah arena CFD.

Tarian Betawi Membuka Acara Peluncuran Program #HajatanBankDKI


Acara  peluncuran berlangsung meriah dengan beragam acara, diantaranya quiz, pertunjukan musik, pertunjukan kebudayaan dan parade pawai #HajatanBankDKI yang diikuti oleh beragam elemen masyarakat dan segenap karyawan Bank DKI.  Beberapa petinggi Bank DKI juga terlihat di acara peluncuran program #HajatanBankDKI, diantaranya Direktur Bisnis Bank DKI, Antonius Widodo.

Direktur Bank DKI, Antonius Widodo Bersama Pendekar Betawi


Hadiah yang akan diberikan kepada para pemenang program #HajatanBankDKI ini berlimpah, meliputi : grand prize 1 Mobil  All New Toyota Fortuner, 2 All New Toyota Kijang Innova, 6 All New Toyota Avanza, 6 Yamaha N Max, 28 Yamaha Mio, dan 362 Emas @2gram. Total hadiah yang diberikan oleh Bank DKI dalam program #HajatanBankDKI ini mencapai milyaran rupiah.

Upacara Palang Pintu Menyambut Rombongan Pawai #HajatanBankDKI
Parade Sepeda Ontel dalam Pawai #HajatanBankDKI

Buat kamu yang menetap di Jakarta, yuk pada buka tabungan di Bank DKI. Siapa tahu nama kamu nyangkut di daftar pemenang hadiah #HajatanBankDKI. Dan buat kamu yang sudah punya rekening Bank DKI, tingkatkan terus saldo dan transaksinya, semakin banyak transaksi, semakin banyak point reward yang bakal didapat, dan semakin besar peluang untuk memenangkan hadiah dari program #HajatanBankDKI.

06 Oktober 2016

7 Agenda Wajib Saat Berkunjung ke Situ Cisanti, Hulu Sungai Citarum

Telaga Cisanti - Nol Kilometer Sungai Citarum

Sabtu kemarin, saya dan teman-teman D’Traveler mengunjungi hulu sungai Citarum, di Kampung Pajetan, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sungai Citarum yang merupakan sungai terbesar di Jawa Barat ternyata di bagian hulu nya menyimpan keindahan dan panorama yang jarang di ketahui halayak. Beragam spot wisata bisa temukan disana, dari mulai wisata adventure, wisata religi, wisata sejarah, agro wisata, hingga wisata edukasi.

Situ Cisanti menjadi daya tarik utama (main spot) untuk menikmati keindahan panorama di kawasan hulu sungai Citarum di kaki gunung Wayang Windu. Tentunya ada beragam spot pendukung lainnya yang membuat saya dan teman teman D’Traveler merasa “betah” menginap disana, seperti: sumber mata air Pangsiraman, Petilasan Dipati Ukur, Hamparan Kebun Teh dan Sayur Mayur, serta Peternakan Sapi Comunal sebagai wisata edukasi.

Untuk bisa sampai di tempat ini, kita harus menempuh perjalanan darat selama 2,5 jam dari pusat kota Bandung, dengan medan turun naik menyusuri perbukitan. Lokasi Situ Cisanti yang berada di ketinggian lebih dari 2.000 mdpl membuat suasana di sekitar situ terasa sejuk dan segar, penuh aroma pegunungan. Ditambah dengan lebatnya pepohonan yang menjulang tinggi mengelilingi situ, membuat lokasi ini memiliki daya tarik tersendiri bagi siapa saja yang melintas.

Meski hanya memiliki luasan 5 hektare, namun tak disangka Situ Cisanti menjadi satu-satunya sumber mata air yang menjadi hulu sungai terbesar di Jawa Barat, yaitu sungai Citarum, dimana aliran sungai ini telah mengasilkan listrik 5 Milyar Kwh per tahun yang mampu menerangi pulau Jawa dan Bali. Rupanya, Situ Cisanti menjadi muara kecil tempat bertemunya tujuh sumber mata air yang mengalir dari kaki gunung Wayang Windu.


Apa saja kegiatan yang bisa dilakukan disana? Yuk, simak cerita perjalanan saya dan teman-teman D’Traveler selama menginap disana!

#01 - Kemping Seru di Hutan Gunung Wayan

Camping di Hutan Gunung Wayang Windu

Karena lokasi Situ Cisanti dikelilingi oleh hutan lindung dan posisinya di atas bukit, maka menginap ala kemping menjadi pilihan tepat saat kami berkunjung kesana. Sejuknya suasana hutan seluas 7 hektare di gunung Wayang Windu membuat suasana kemping menjadi lebih seru. Untuk lokasi kemping, saya merekomendasikan tepian situ Cisanti untuk mendirikan tenda. Selain suasananya yang romantis dan sejuk, mendirikan tenda di sekitar Situ menjadikan suasana petualangan semakin terasa. Hanya saja, saya berpesan untuk tidak meninggalkan bekas sampah yang bisa mengotori air Cisanti, karen di bagian hilir Citarum sana sudah cukup banyak sampah yang mengotori aliran Citarum.

#02 - Mandi di Sumber mata air Pangsiraman 

Mandi di Sumber Mata Air Pangsiraman
Sebelum Mandi, minta do'a dulu ke Juru Kunci nya

Konon, sumber mata air ini dahulu pernah disinggahi oleh raja kerajaan Padjajaran, yaitu Prabu Siliwangi. Bekas jejak telapak kaki sang prabu yang membatu masih bisa di lihat di sekitar pemandian. Dari ketujuh sumber mata air yang ada di Wayang Windu, hanya dua mata air yang lokasinya paling dekat dengan situ, yaitu Pangsiraman dan satu mata air lagi di petilasan Dipati Ukur.  Keduanya berlokasi di ujung situ Cisanti, sebagai pintu gerbang akses menuju hutan larangan (hutan adat) masyarakat Kertasari.

Bagi saya, mandi di tempat ini tergolong spesial. Lebih dari 20 juta jiwa menggantungkan hidup dari sungai citarum yang mengalir dari sumbernya di kaki gunung Wayang hingga bermuara di perbatasan Karawang-Bekasi. Ketika kamu mandi di sumber mata air ini, kamu sudah menjadi “imam” bagi 20 juta orang, karena air bekas mandi kamu akan dipakai oleh jutaan orang di bagian hilir. Hi hi hi...

Selama berada di lokasi Pangsiraman, diberlakukan peraturan adat setempat yang menjadi kearifan lokal budaya masyarakat setempat, diantaranya : tidak boleh bersiul dan gaduh, tidak boleh menyebut atau memanggil sesuatu, dilarang keras memakai bahan-bahan kimia seperti sabun dan shampo, dan diwajibkan mandi dengan pakaian sopan. Tempat mandi antara laki-laki dan perempuan juga dipisah.

Meskipun aturan itu tidak tertulis, tapi sebagai pendatang, seyogyanya kita bisa menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal daerah setempat. Konon mitosnya, siapa yang mandi di tempat ini dia akan awet muda dan enteng jodoh. Itu sebab mata air ini juga di juluki mata air enteng jodoh. Pastinya pada mau kan mandi di Pangsiraman...?? :D :D

#03 - Napak Tilas Sejarah Dipati Ukur 

Ziarah Maqom Dipati Ukur

Napak Tilas Dipati Ukur

Dipati Ukur adalah sosok pemimpin daerah Bandung pada abad ke-16 yang mempertahankan wilayah Bandung dari pendudukan Belanda. Konon, beberapa kali Dipati Ukur menyerang Belanda di Batavia, namun tidak berhasil melumpuhkannya. Bahkan sempat menjadi buronan Belanda karena dianggap pemberontak.

Nah, pada saat di buru oleh Belanda, Dipati Ukur memilih lari ke hutan gunung Wayang Windu dan langsung menuju tempat pemandian prabu Siliwangi di kaki Gunung Wayang, tepatnya di sumber mata air Pangsiraman untuk meminta perlindungan. Sayangnya, prabu Siliwangi tidak sedang berada disana. Karena terdesak oleh tentara Belanda, maka Dipati Ukur memilih untuk menetap sementara sambil bertapa di sekitar lokasi Pangsiraman. Tempat Dipati Ukur melakukan tirakat itulah sekarang dikenal dengan nama Petilasan Dipati Ukur.

Lokasi Petilasan Dipati Ukur tidak jauh dari Pangsiraman, hanya berjarak ratusan meter saja menuju hutan. Konon setiap kali ada Pilkada, tempat ini ramai didatangi oleh calon kepala daerah untuk berziarah dan napak tilas sosok Dipati Ukur.  Di sekitar petilasan terdapat landmark menyerupai makam yang membujur sepanjang 3 meter, dan di disampingnya terdapat saung untuk para peziarah berteduh. Sementara di sebelah belakang terdapar pancuran sumber mata air yang mengalir tanpa henti dengan air sejuk, yang mengalir menuju situ Cisanti. Saya dan teman-teman D’Traveller merasa betah berlama lama disana. Selain suasananya sejuk, sekitar petilasan juga sunyi dan jauh dari suara kendaraan. Membuat petualangan semakin terasa menyatu dengan alam.

#04 - Memancing di Situ Cisanti

Pemandangan Sore Hari Situ Cisanti

Hamparan air jernih situ Cisanti
Sampai saat ini belum ada yang tahu berapa kedalaman Situ Cisanti, airnya yang tenang dan suasana angin sepoi-sepoi menjadikan situ Cisanti digemari oleh para pemancing. Selama dua hari saya disana, ada saja para pemancing ikan yang sedang memancing di sekitar situ, bahkan sampai malam dan dinihari. Ikan yang sering didapat beragam, dari mulai ikan mas, mujair, hingga ikan gabus.

Buat kamu yang hobi memancing, Situ Cisanti sangat cocok untuk menjadi pilihan destinasi liburan kamu bersama teman-teman. 

#05 - Landmark Nol Kilometer Citarum

Berfoto di Tugu Nol Kilometer Citarum - Telaga Cisanti

Nah, ini spot favorit saya yang paling saya sukai sebagai penganut faham narsisme. Berfoto di Tugu Nol Kilometer Citarum bisa menjadi bukti kalo kamu sudah menjelajah Citarum hingga ke hulu. Saya dan D’Traveler lainnya tak ketinggalan untuk mengabadikan kenangan berkunjung ke Cisanti dengan berfoto disini. Saran saya, jika ingin berfoto disini, pilihlah waktu pagi antara jam 7 sampai jam 10, atau sore hari antara ja 4 sore hingga jam 6 petang, foto yang dihasilkan sungguh instagramable.

Tugu ini lokasinya persis di seberang situ Cisanti, sekaligus sebagai batas berlakunya peraturan adat setempat bagi yang mau berkunjung ke sumber mata air Pangsiraman dan hutan larangan gunung Wayang Windu. Disini kerap kali terdengar suara binatang-binatang hutan seperti monyet dan anjing, karena lokasinya persis di perbatasan hutan.

#06 - Hunting Spot Foto Menarik

Selain tugu nol kilometer Citarum, beberapa lokasi di sekitar situ Cisanti juga bisa menjadi spot foto yang menarik untuk diunggah ke media sosial, diantaranya di jembatan muara situ dan anjungan di tengah telaga. Sepertinya jika foto prewedding di sini juga bakal menghasilkan foto yang romatis.

Saya merekomendasikan berfoto di sekitar situ pada sore hari, selain lebih teduh diiringi semilir angin yang menyapu permukaan danau membentuk gelombang kecil, sinar matahari senja yang menerpa punggung gunung Wayang Windu juga bisa membuat hasil bidikan foto menjadi lebih romantis.

#07 - Agro Wisata dan Wisata Edukasi Pembuatan Biogas

Agro Wisata

Peternakan Sapi Comunal Warga Kertasari

Bertani dan berkebun adalah aktifitas utama warga masyarakat hulu sungai Citarum. Mereka mengandalkan penghasilan dari berkebun dan berternak. Selain komoditi kopi dan teh, sayur mayur adalah komoditi terbesar yang dihasilkan oleh warga hulu Citarum. Hasil sayur mayurnya dikirim ke berbagai daerah, termasuk Jakarta. Jika kamu mengunjungi Hulu Citarum, jangan lupa untuk berjalan jalan di sekitar perkebunan sayuran milik warga disana. Selain suasananya menyenangkan, para petani sayuran sangat ramah menyapa para pendatang, membuat kamu merasa menjadi bagian dari mereka. Oiya, kalo lagi musim panen, kita juga bisa loh beli sayur mayur langsung dengan petani. Selain mendapat harga murah, kualitas sayuran juga masih segar, karena baru memetik.

Selain berkebun, beternak sapi menjadi pilihan lain sebagai sumber perekonomian bagi warga. Hampir setiap rumah di daerah hulu sungai Citrum memiliki sapi yang di buatkan kandang di samping rumah. Uniknya, kotoran sapi bisa dimanfaatkan oleh warga menjadi biogas, sebagai bahan bakar untuk memasak. Zat metana yang terkandung dalam kotoran sapi dimanfaatkan oleh warga menjadi gas alam yang disalurkan ke kompor melalui pipa selang yang digunakan untuk keperluan memasak. Tidak hanya itu, ampas kotoran sapi sisa hasil pengolahan biogas juga dibuat kompos untuk menghidupi tanaman sayur mayur mereka. Sungguh siklus ini membuat saya berdecak kagum. Betapa Sumber Daya Alam yang ada disana bisa dimanfaatkan dengan sangat maksimal.

Saya dan rombongan D’Traveller pun tertarik mempelajari sistem pemanfaatan kotoran sapi untuk pembuatan Biogas dan pupuk kompos. Sungguh ini merupakan proses alami yang ramah lingkungan dan patut diacungi jempol.

                                                            ------- o0O0o -------- 


Sayang sekali kami harus segera kembali ke Jakarta karena waktu akhir pekan hampir berakhir. Sepajang perjalanan pulang, saya benar benar merasa mendapatkan nilai nilai edukasi dan wawasan, karena belajar dari tradisi warga hulu sungai Citarum yang sarat dengan nilai nilai kehidupan.

Bagaimana? Tertarik untuk kesana? Catat 7 kegiatan menarik dari saya ini yah, kemudian susunlah itinerary kamu, dan segera rencanakan liburanmu mengunjungi Hulu Sungai Citarum.


Dibuang sayang :

Pintu Masuk Wana Wisata Hulu Citarum

Tiket Masuk Wana Wisata Hulu Citarum

Sejuknya Hutan Gunung Wayan

Situ Cisanti di pagi hari

Petunjuk Arah Menuju Petilasan Dipati Ukur

05 Oktober 2016

Via Justika.com, Mencari #BekingHukum Semudah Pesan Ojek Online



Dalam kehidupan sehari hari, aktifitas kita tak lepas dari yang namanya hukum. Entah itu hukum perdata maupun hukum pidana. Ternyata banyak sekali aktifitas yang bisa meyeret orang ke dalam kasus hukum. Seperti: sengketa tanah, pembagian waris, harta gono gini, sewa menyewa rumah, kontrak kerjasama, dan beragam aktifitas lainnya. Satu saat bukan nggak mungkin loh kita terlibat didalam salah satu kasus hukum tersebut. *Haish! ngeri banget yak...!

Deg-degan, cemas, tangan berkeringat, tidur nggak nyenyak, dan kehidupan di balik teralis penjara adalah gambaran ke-parno-an ketika terlibat kasus hukum. Itu sebab kebanyakan orang merasa parno ketika terlibat kasus hukum. Saya termasuk orang yang parno jika harus terlibat kasus hukum, bahkan ketika mendengar kata-kata lapor polisi, BAP, sidang, dan pengadilan pun saya sudah parno duluan, apalagi mendengar kata p-e-n-j-a-r-a. Aihh..., amit amit deh yah menginjakkan kaki di tempat itu.

Agar bisa membentengi diri dari keterlibatan kasus hukum, kita perlu membekali diri dengan pengetahuan tentang hukum, sehingga lebih berhati-hati dalam bertindak, dan djauhkan dari perkara hukum. Banyak kasus yang tadinya sepele dan bisa diselesaikan secara kekeluargaan, tapi karena minimnya pengetahuan tentang hukum malah menjadikan orang yang terlibat malah terseret ke ranah pengadilan, padahal jelas-jelas dia itu orang baik-baik. Tau sendiri kan di kita itu gimana kalo udah di pengadilan.

Saya sih ogah yah terseret ke dalam kasus hukum, apalagi sampai perkaranya dibawa ke pengadilan, dan bahkan sampai menghadiri sidang berkali kali seperti kasus Kopi Sianida itu. Sungguh merepotkan. Baik repot di sisi waktu, maupun di sisi biaya. Belum lagi nanti jika dipengadilan ketemu lawan nya orang yang berduit dan bisa sewa pengacara mahal. Aduuh... kebayang deh repotnya mencari kebenaran. Kita yang nyata nyata benar aja bisa dianggap salah, apalagi kita salah beneran, bisa-bisa di jerat dengan pasal berlapis, dan... ah sudahlah..! you know lah ya...!

Justika.com, Platform Baru Untuk Mendapat Bantuan dan #BekingHukum

Untungnya sekarang sudah ada Justika.com, sebuah platform yang dibuat untuk mereka yang sedang berhadapan dengan perkara hukum tapi masih awam tentang hukum. Kebetulan hari minggu kemarin pihak Justika.com mengenalkan platform baru ini kepada saya dan teman teman bloger. Berikut ini beberapa catatan penting saya setelah mengenal Justika.com.

Justika.com lahir dari banyaknya orang-orang yang lemah secara materi dan minim pengetahuan tentang hukum, tetapi menjadi korban karena kecemplung dalam kasus hukum. Di Justika.com, ada ratusan ahli hukum yang siap membantu dalam penyelesaian kasus hukum yang sedang kita hadapi, dari mulai lawyer atau pengacara, notaris, sampai dengan penterjemah hukum. Mas Anggara, Andika Gunadarma, Tri Yuanita Indriani, Gema Perdana, Riesta Aldila, dan Ajie adalah lima orang sahabat yang berada dibalik platform Justika.com. Mereka yang didaulat untuk menjalankan misi mulia ini.

Dengan menyediakan platform online seperti justika.com, mereka berharap bahwa perkara hukum bisa diselesaikan dengan cara profesional dan tidak melulu soal kuatnya dana untuk memenangkan sebuah perkara. Nah, soal biaya? tentunya bisa disesuaikan dengan budget, dan bahkan bisa gratis, tergantung jasa apa yang akan dipakai dan persoalan apa yang dihadapi.

Apa dan bagaimana Justika.com bisa membantu kita? Yuk kita intip website nya, kebetulan aku juga suka butuh bantuan yang berkaitan dengan hukum, seperti mengurus surat tanah dan kontrak kerjasama antar perusahaan jasa.

# Formulir Konsultasi
Cukup dengan menuliskan permasalahan yang sedang dihadapi pada menu utama, Justika.com akan mencoba memahami permasalahan kita dan segera mencarikan pakar hukum yang akan mendampingi kita, sekaligus menjadi #BekingHukum untuk menyelesaian permasalahan kita.

Gaya bahasa bebas dan terkesan santai, sehingga tidak membuat parno

Pada formulir ini kita bisa menceritakan permasalahan hukum yang sedang dihadapi dan bantuan hukum jenis apa yang dibutuhkan. Yang menarik adalah kolom ini dibuat bebas. Jika biasanya dalam permasalahan hukum menggunakan bahasa formal dan sesuai pakem EYD, di halaman ini pengunjung bebas menggunakan gaya bahasa untuk mengungkapkan permasalahannya.  

Tidak hanya kasus pidana saja yang bisa ditangani oleh Justika.com, kasus perdata seperti hukum waris, harta gono gini, dan pengurusan surat-surat tanah juga bisa dibantu prosesnya, tanpa calo dan langsung berhadapan langsung dengan pakar nya, karena di Justika.com ada ratusan ahli hukum yang sudah bergabung.

Permasalahan hukum dari A sampai Z bisa dibantu oleh platform Justika.com

Saran saya, pada saat mengisi formulir ini jangan sekali kali menuliskan data pribadi seperti nomor telepon dan alamat rumah, cukup alamat email saja, sebab data pribadi akan rawan disalahgunakan.

Justika menjadi ajang berkumpulnya praktisi hukum profesional

# Forum Live Chat
Selain formulir permasalahan hukum, platform Justika.com juga dilengkapi dengan live chat yang langsung bisa digunakan oleh kita untuk berinteraksi dengan pakar hukum yang diinginkan.

Fasilitas konsultasi nya tidak dipungut biaya alias gratiss loh...!

Setelah konsultasi dan jenis permasalahan sudah diidentifikasi oleh Justika.com, selajutnya kita akan mendapatkan proposal pengajuan dari pakar hukum yang akan mendampingi kita menyelesaiakan persoalan hukum yang sedang dihadapi, lengkap dengan CV dan besaran biaya untuk membayar mereka. Semakin banyak proposal yang masuk ke email, semakin mempermudah kita untuk menyeleksi kira kira siapa yang akan dijadikan pendamping dan #BekingHukum kita. Tentunya di sesuaikan dengan budget dong yah....


Buat saya yang awam dan buta tentang hukum, kehadiran platform ini sangat membantu. Dengan adanya platform ini, mencari pengacara, notaris, dan ahli hukum lainnya bisa dilakukan dengan mudah, semudah memesan ojek online. Tinggal klik, pilih, dan BERES...! berasa memiliki asisten #BekingHukum pribadi. Cobain aja sendiri.