30 Mei 2016

Investasi Emas ala "Orang Gajihan" di Pegadaian

Investasi Emas di Pegadaian

Tulisan ini saya persembahkan buat kamu, iya kamu! para Orang Gajihan, baik karyawan BUMN, buruh, PNS, atau karyawan swasta, yang suka menghabiskan sisa uang di akhir bulan, karena kamu pikir kamu merasa aman akan ada gajian lagi. *kayak saya. *eh!.

Jadi ceritanya, sehabis sholat jum'at kemarin, di teras masjid, saya nggak sengaja membaca tulisan di seberang jalan sana, "Menabung Emas di Pegadaian". Tulisan itu berada di depan kantor Pegadaian seukuran ruko 3x4 meter, yang lokasinya tepat di seberang masjid tempat saya sholat jum'at siang itu.

Saya penasaran dengan kata 'emas' dan kata 'Pegadaian' pada kalimat tersebut. Memangnya bisa, nabung dalam bentuk emas? (tanya saya dalam hati). Setahu saya, namanya nabung pakai uang, dan tempatnya di bank. Memang sih ada beberapa bank yang membuka tabungan dalam bentuk emas, atau investasi emas, tapi itu di bank. Lah ini kenapa di Pegadaian?

Penampakan Kantor Pegadaian dari Seberang Jalan

Pegadaian yang dari dulu saya kenal sebagai tempat Pegadaian Emas oleh masyarakat yang sedang dilanda himpitan ekonomi, koq sekarang bisa buat tempat menabung emas?. 

Karena penasaran dan kebetulan saya tertarik dengan model investasi emas, akhirnya saya meluangkan waktu disela istirahat siang untuk masuk ke kantor Pegadaian itu, sekedar bertanya kepada petugas jaga disana.

Sayapun bertemu dengan salah satu karyawan front liner kantor Pegadaian unit Halim Perdanakusuma, namanya pak Iman.

"Selamat siang pak, saya mau tanya, memangnya di Pegadaian bisa buka tabungan dalam bentuk emas ya pak?"

Dengan ramah dan senyum khas, pak Iman menjelaskan mengenai sistem investasi emas yang saya tanyakan.

"Iya, selain bisa Gadai emas dan gadai barang lainnya, di Pegadaian juga bisa investasi emas, khususnya Logam Mulia. Ini adalah program khusus dari Pegadaian, untuk mendidik warga masyarakat untuk gemar ber investasi, tidak hanya bisa berhutang atau gadai barang saja. Bagi warga masyarakat yang ingin berinvestasi emas, bisa melalui Pegadaian. Sistemnya bisa beli cash, sistem kredit, atau sistem arisan yang dicicil tiap bulan agar bisa mendapatkan Logam Mulia yang di inginkan, mulai dari 1 gram hingga 1 kilogram. Besarnya cicilan juga bisa disesuaikan dengan budget si nasabah, dari mulai 55 ribu, hingga jutaan rupiah per bulan, dengan pilihan tenor hingga 36 bulan"

Mendengar penjelasan  dari pak Iman, saya jadi tertarik dan ingin tahu lebih dalam mengenai sistem investasi emas dari Pegadaian ini. Pak iman pun memberikan data simulasi cicilan melalui pesan Whatsapp, yang bisa saya pilih jika ingin mendaftarkan diri menjadi nasabah di program ini.

Registrasi Investasi Emas di Pegadaian Kantor Unit Halim Perdanakusuma

Lebih lanjut pak Iman menjelaskan tentang mekanisme investasi emas ini. 

Sistem setor nya bisa di kantor Pegadaian mana saja, karena sistem nya sudah online. Misalnya jika tiba waktu jadwal setor posisi sedang di luar kota, nasabah masih bisa setor di kantor Pegadaian terdekat dimana nasabah berada, sehingga tidak terancam terkena denda administrasi dikarenakan telat setor.

Calon nasabah kemudian membayar DP, dengan besaran yang bisa dipilih, dari mulai 15% hingga 20% dari nilai Logam Mulia yang akan menjadi target nya. Misalnya jika target nya 10 gram dalam setahun, sesuai tabel simulasi, DP nya kena 1.038.000, dengan cicilan 400 ribuan. Nilai tersebut disesuaikan dengan nilai harga Logam Mulia yang menjadi target.

Meski cicilannya 400 ribuan, tapi nasabah boleh saja melakukan setoran lebih dari itu, disesuaikan dengan kondisi keuangan, kelebihan setor akan dianggap sebagai “tabungan” yang akan diakumulasikan ke dalam setoran di bulan berikutnya.

Jika telah jatuh tempo setor, dan belum ada uang, nasabah bisa melakukan setoran di bulan berikutnya, dengan tambahan biaya administrasi keterlambatan sebesar Rp. 5.000,-.

Bagi "Orang Gajihan" seperti saya, program ini bisa menjadi solusi untuk latihan berinvestasi, sebab saya punya kebiasaan buruk dalam pengelolaan keuangan, terutama di akhir bulan. Biasanya, mentang-mentang bakalan gajian beberapa hari lagi, sisa uang bulanan di tanggal tua suka saya habiskan untuk membeli sesuatu yang nggak perlu. Memang sih jumlahnya tidak terlalu besar, tapi kalau kejadiannya tiap bulan dan diakumulasikan dalam kurun waktu beberapa tahun ternyata lumayan besar loh. Dan yang sepenuhnya saya sadari adalah fenomena menghabiskan "jatah bulanan" ini kalau dibiarkan akan menjadi suatu kebiasaan atau prilaku yang kurang bagus.

Akhirnya saya memutuskan untuk investasi emas di Pegadaian, dengan target 10 gram Logam Mulia dalam jangka waktu setahun, dengan DP 20% dan cicilan 400 ribu an, di sesuaikan dengan "sisa jatah bulanan" saya. Disaat orang lain melakukan Gadai Emas, saya malah invest emas, keren kan?!.

Bismillah aja deh, semoga saja saya kuat menahan godaan diskon akhir bulan yang secara rutin telah menguras habis "sisa jatah bulanan" saya.

Dan ini alasan saya kenapa saya memilih menabung emas, dan memilih Pegadaian sebagai tempat beri investasi emas.

Pertama, harga emas cenderung stabil, dan nilainya akan terus naik seiring berjalannya waktu. Kalo nggak percaya, coba deh perhatikan perubahan harga emas dari tahun ke tahun.

Alasan kedua adalah setelah diamati, dari daftar harga dan simulasi cicilian yang dikirim oleh pak Iman melalui Whatsapp, harga Logam Mulia yang direlease oleh Pegadaian itu ternyata lebih kompetitif dibanding dengan harga di tempat lain.

Alasan ketiga, investasi emas itu besifat liquid, artinya kapanpun saya butuh dana mendesak, saya bisa mencairkan dana dengan menjual emas yang saya punya dengan proses yang cepat.

Alasan ke empat, karena di Pegadaian sedang ada event “Kemilau Emas Pegadaian”, dimana untuk nasabah yang aktif bertransaksi di Pegadaian dari bulan April sampai Desember 2016, akan mendapatkan point, dan point nya akan diundi untuk mendapatkan beragam hadiah menarik, dari mulai emas batangan, umroh, hingga mobil. Undian ini berlangsung dalam beberapa periode, Dan di akhir periode akan diundi satu pemenang untuk mendapatkan grand prize dengan hadiah 1 kg emas batangan.

Nah, buat kamu yang punya kebiasaan buruk di akhir bulan kayak saya, atau kamu yang ada target merried beberapa tahun kedepan, bisa mengikuti cara saya berinvestasi dengan membuka tabungan investasi emas di Pegadaian. lumayan kan, buat sangu merried. Selain bisa berlatih investasi, kamu juga berpeluang mendapatkan hadiah dari program “Kemilau Emas Pegadaian”.

Cara daftarnya gampang koq...!

Datang saja ke kantor Pegadaian terdekat, dengan membawa lampiran fotocopy KTP. Kemudian, tentukan target investasi dan tenor cicilan yag diinginkan. Supaya tidak memberatkan cicilannya, pilihlah cicilan  sesuai budget atau samakan besaran cicilan dengan “sisa jajan bulanan” yang tadi akan digunakan untuk investasi. 

Setelah “deal”, petugas Pegadaian akan membuat Surat Akad Perjanjian yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. Terakhir, kita akan menerima Buku Pembiayaan Mulia untuk merecord aktifitas proses mencicil. Saran saya, jangan sampai cicilannya telat, sebab akan dikenakan denda keterlambatan.

Hanya dalam hitungan menit, proses registrasi sudah selesai. Dan ini dia penampakan Buku Pembiayaan Mulia punya saya:

Buku Pembiayaan Mulia
Akad Cicilan Bulanan Pegadaian

Buku Pembiayaan Mulia


Dan karena tempat kantor cabang Pegadaian yang saya daftar sedang mengadakan promo, saya dikasih kejutan oleh pak Iman,  dengan memberikan saya marchandise ini. Terimakasih Pak Iman.

Dapat Hadaih Eksklusif dari Kantor Pegadaian Halim

Yuk buruan jadi nasabah Pegadaian, siapa tahu nama kamu menjadi salah satu pemenang di Kemilau Emas Pegadaian.

Kemilau Emas Pegadaian - sumber : http://sahabatpegadaian[dot]com

19 Mei 2016

Baper Ngadepin Delay Pesawat? Fast Traveller Aja...!!

Bandara Rahadi Oesman - Ketapang

Buat kamu pernah mengalami delay pesawat saat bepergian, tenang.... kalian berati teman senasib saya. Bulan lalu saya mengalaminya waktu perjalanan dinas ke kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Ini pengalaman saya pertama kali singgah di Kab. Ketapang dan mengalami delay pesawat. Bete, kesel, sudah pasti, malahan sempat baper nungguin kepastian jadwal pesawat penggantinya.  Tapi tenang.... buat kalian yang pernah ngalamin kejadian yang saya alami, mulai besok, nggak usah pake baper segala. Waktu diciptakan untuk dinikmati, bukan dibuat baper.... ya nggak?! Hi hi hi....

Seperti yang saya lakukan waktu kena delay di bandara Rahadi Oesman, Ketapang. Di sela nunggu waktu delay, saya memanfaatkannya untuk Fast Travelling keliling kabupaten Ketapang.  Wow! Koq bisa?? Seru nih kayaknya.

Jadi critanya, delay pesawat kan 4 jam, daripada nambah baper nungguin 4 jam di dalam bandara, mendingan saya jalan jalan saja disekitaran bandara. Begitu berada di parkiran, seorang lelaki setengah baya menghampiri saya dan menawarkan jasa ojek, namanya pak Herman. Dari situlah muncul ide untuk meng explore destinasi wisata di sekitaran bandara, semacam Fast Traveller gitu.

Cocok banget nih pak Herman datang, dan kebetulan asli pribumi, jadi sudah apal daerah Ketapang, lengkap dengan estimasi waktu tempuh nya. Tujuan destinasi utama saya adalah Pantai Tanjung Belandang, sebab selain pantai terdekat, menurut pak Herman pemandangan di pantai ini juga bagus. Setelah tanya ina inu dan deal harga, akhirnya saya nangkring di jok belakang motor nya pak Herman dan siap keliling Ketapang selama 3 jam kedepan. Tarik maaang...!!

Ini dia destinasi wisata yang saya kunjungi :

Klenteng tua Pek Kong - Ketapang

Klenteng Tua "Pek Kong" Ketapang
Lokasinya Klenteng ini dekat banget dengan bandara, hanya 5 menit perjalanan ojek. Disana saya banyak belajar, dari mulai belajar sejarah awal mula etnik Tionghoa bisa menetap di kota Ketapang, sampai dengan belajar menggali uniknya arsitektur bangunan klenteng. Di belakang tempat sembahyang, terlihat patung dewi kuan im dan dewa dewa yang familiar dan duka wara wiri di film nya Sun Go Kong. Uniknya, patung dewa dewi itu menjulang setinggi 4 meter. Saya sendiri baru pernah menemukan patung dewa dewi di klenteng setinggi itu, dan saya bilang sih ini unik.

Wisata Kuliner di Warung Kedondong 
Sebenarnya destinasi ini tidak ada di rencana saya dengan pak Herman, cuman  kebetulan waktu ke Klenteng saya sempat ngobrol dengan kokoh pemilik toko elektronik yang ada di samping klenteng, dan kebetulan juga saya belum sarapan dari pagi, dan pas nanya nanya warung makan khas Ketapang, si kokoh merekomendasikan warung Kedondong. Cocok banget kan...., itulah kelebihan seorang yang supel alias cerewet kayak saya. (tapi tetep kasih tips lebih ke pak Herman dong... paling tidak, ngajak makan bareng lah yah... he he)

Lokasi Warung Kedondong hanya 10 menit dari Klenteng Pek Kong. Beragam kuliner khas Ketapang ada disini dengan rasa yang khas banget. Trus, mengenai status ke halalannya? jangan kawatir, meskipung di Ketapang banyak etnis Tionghoa, dan arsitektur warung ini penuh dengan ornamen mirip klenteng, tapi pemilik warung ini 100% muslim, jadi jangan kawatir mengenai status ke halalannya. Lagian sebagian menu yang disajikan kebanyakan seafood, karena Ketapang kan memang terkenal dengan hasil laut nya yang melimpah.

Dari sekian banyak menu yang disajikan, saya memilih Ale Ale dan Peceri Nanas. Menurut pak Herman, kedua makanan ini sama sekali tidak bisa ditemukan selain di Ketapang. Oke deh, saya coba yah pak....!

Ale ale, Peceri Nanas, dan Tumis Kangkung Khas Ketapang

Ale ale adalah makanan dengan bahan dasar kerang yang sudah dikupas cangkangnya, di oseng seperti oseng telur puyuh, rasanya gurih dan khas banget. Lalu Peceri Nanas? itu dia makanan yang bikin saya penasaran. Jika selama ini saya mengenal nanas sebagai buah pencuci mulut, di Ketapang malah buah nanas dijadikan menu lauk bersama nasi, kebayang kan kalo Nasi dan Nanas jadian, lalu bermesraan di mulut saya? sensasi itulah yang membuat saya penasaran dan pengen mencicipinya. Ternyata saya tidak salah pilih, saya benar benar menikmati menu kedua makanan khas Ketapang itu. Saya janji, lain kali kalau saya berkunjung ke Ketapang lagi, pasti akan reunian dengan kedua menu ini. 

Jembatan Pawan II
Meski jembatan ini hanyalah jembatan penghubung kecamatan ketika saya menuju pantai Tanjung Belandang, tapi menurut saya, jembatan ini memiliki peran besar bagi kehidupan perekonomian warga Ketapang, sehingga layak masuk ke dalam list destininasi dalam misi Fast Traveller saya (jieee!). Yang saya kagumi dari jembatan ini adalah konstruksinya yang kuat dan mampu membelah sungai kapuas yang super lebar. Dari atas jembatan, saya bisa menyaksikan view berupa aliran sungai kapuas yang luasnya 5 kali ukuran sungai terbesar di Jawa yang pernah saya lihat. Kebayang kan betapa lebarnya sungai Kapuas, dan betapa panjang nya jembatan Pawan ini. Begitu tiba di Pawan, saya langsung kasih komando ke pak Herman untuk menepi, dan.... Cekrek! Cekreek!! Jadilah foto ini....
Jembatan Pawan II, saksi bisu kegiatan perekonomian warga Ketapang
 
Aliran Sungai Kapuas dibawah Jembata Pawan II

Taman Makam Pahlawan Tanjung Pura
Masih dalam perjalanan menuju Tanjung Belandang, tepatnya di Tanjung Pura, saya menemukan destinasi penting yang tak mungkin saya abaikan, destinasi ini bisa menguak sejarah dan informasi penting lainnya mengenai daerah tempat saya singgah saat itu. inilah... Taman Makam Pahlawan Tanjung Pura, Ketapang.
Taman Makam Pahlawan Tanjung Pura, Kab. Ketapang

Ya!, menurut kebanyakan orang, Taman Makam hanyalah sebuah kuburan saja, tapi bagi saya inilah salah satu tempat dimana saya bisa mengorek informasi mengenai sejarah perjuangan, dan asal usul masyarakat disana, sehingga saya bisa mengetahui adat istiadat, budaya, dan kultur masyarakat setempat, Sehingga mudah bagi saya untuk beradaptasi dengan masyarakat setempat.

Pantai Tanjung Belandang
Yey...!! setelah sejam lebih saya duduk manis diatas jok motor nya pak Herman, akhirnya saya sampai juga di destinasi utama saya, Pantai Tanjung Belandang. Sulit dipercaya, di pulau terbesar Indonesia bernama Kalimantan, ternyata saya masih bisa menemukan pantai.... Yeayy!! Destinasi ini menurut pak Herman adalah destinasi terjauh yang bisa ditempuh oleh orang orang yang bernasib seperti saya, kena Delay Pesawat, he he he...
Dan ini dia penampakan pantai Tanjung Belandang :
Pantai Tanjung Belandang – Ketapang
Saung diantara titian kayu

Tempat saya ambil foto ini adalah diatas bibir pantai Tanjung Belandang, jadi dibawah saya adalah bibir pantai Tanjung Belandang. Pantai ini memiliki ombak kecil, berpasir tebal dan dangkal, waktu saya kesana kebetulan air lautnya sedang surut. di sepanjang jembatan gantung yang terbuat dari kayu kalimantan ini, berjejer puluhan saung dengan ukuran 2x3 meter, yah cukup lah untuk ngariung ber 5 atau ber 6, sambil menikmati sejuknya kelapa muda dan semilir angin serta suasana pantai. Kebayang kan kalo kesini pas pagi hari atau sore menjelang sunset, suasananya pasti sangat romantis.

Menurut pak Herman, pantai ini ramai saat weekend dan penuh sesak saat hari raya lebaran, malahan jalanan yang tadi saya lewati, yang terlihat lengang, saat lebaran akan macet total saking banyaknya masyarakat yang berbondong bondong menuju pantai Tanjung Belandang. Keren kaan...!!

Udah gitu doang??!

Tungguu!!, saya masih ada satu kenangan lagi yang tak bisa saya lupakan saat transit di kab. Ketapang, yaitu foto dengan background yang membuat saya bangga. ini dia fotonya :

 "Kenali Negerimu, Cintai Negerimu, Mari Menjelajah Nusantara"


Abaikan gaya saya, dan fokuslah pada tulisan yang ada pada papan di belakang saya. Baca, renungi dan hayati, dijamin kamu pasti bangga menjadi bagian dari tanah air Indonesia. Saya menemukan kata kata indah yang bisa membuncahkan gejolak di dada ini saat melintas di gapura Tanjung Belandang, dan saat itu juga saya minta pak Herman untuk berhenti dan mengambil gambar ini. Cekreek..!!

Saking terpesona nya saya dengan keindahan pantai Tanjung Belandang, membuat saya lupa waktu. ditengah menikmati suasana pantai dan kekaguman saya dengan potensi wisata kab. Ketapang, tiba tiba pak Herman menghampiri saya dan mengingatkan saya untuk segera kembali ke bandara, karena takut ketinggalan pesawat.

Berat rasanya saya meninggalkan pantai indah ini. Tapi apa boleh buat, saya harus kembali bertugas menyelesaikan pekerjaan saya dinas luar kota di Kalimantan, kalo enggak, bisa bisa tiket pesawatnya hangus. 

Ini dia pahlawan anti Baper saya, Pak Herman.
Kalo pengen keliling Ketapang, call aja pak Herman 08524560 0339

Perjalanan kembali ke bandara dirasa lebih cepat dibanding saat berangkat, sebab pak Herman langsung mengambil jalan pintas, itulah kenapa saya memilih menggunakan sarana Ojek untuk misi Fast Traveller ini. Saya menganggap perjalanan singkat ini adalah bonus buat saya dari kantor, sebab tanpa ada dinas luar, mungkin perjalanan ini tidak akan menjadi kesan dan cerita indah hidup saya. Saya senang bisa mengenal kab. Ketapang dari sisi panorama wisata nya yang memukau dan sangat potensial untuk dikembangkan.

Selamat tinggal Kabupaten Ketapang, semoga saya diberi umur panjang dan ditugaskan lagi ke sana. Aamiin...