24 Februari 2016

I'am Indonesian, Bentuk Cinta Indonesia ala Cokelat Band



Bersama Cokelat Band, Cinta Indonesia


Dari sekian banyak band di Indonesia, ada beberapa band yang lagu nya nge hits sepanjang masa, dan identik dengan momen momen tertentu. Seperti contoh momen ulang tahun yang identik dengan lagunya Jamrud berjudul “Selamat Ulang Tahun”, dan momen hari kemerdekaan yang identik dengan lagu “Bendera” nya Cokelat. Menurut saya, kedua band itu telah berhasil membawakan lagu itu menjadi lagu abadi. Dan hebatnya lagi, momen momen yang tadinya terasa ada “pakem” nya, bisa menjadi lebih berwarna dan sedikit santai. Namun, dibalik nge hits nya lagu tersebut, di benak saya muncul pertanyaan, apakah mereka membawakan lagu lagu tersebut dengan jiwa raga? Atau sekedar mengincar pangsa pasar industri musik di Indonesia saja?.

Jawaban pertanyaan tersebut saya dapatkan hari sabtu kemarin (20/02/2016) di kantor PMI Pusat, Jakarta. Ceritanya kan saya hadir di acara Sarasehan #2 nya TDB (Komunitas Tau Dari Blogger). Kebetulan tema nya itu “Save and Care For Humanity”, semacam peduli terhadap kemanusiaan dan aksi sosial. Nah, kebetulan pada sesi kedua diisi oleh salah satu band yang saya sebutkan diatas, yaitu band Cokelat. Hadir dalam acara tersebut mewakili Cokelat band adalah mas Ronny (Bassis) dan Jackline (vocalis).

Ternyata, dibalik lagu lagu nya yang mengusung sisi nasionalisme, group band Cokelat juga memiliki personil dengan kepribadian nasionalis juga loh. Terlihat saat Ronny bercerita panjang lebar mengenai budaya negatif masyarakat Indonesia. Dari mulai buang sampah sembarangan, korupsi, kemacetan, dan maraknya pembajakan. Ronny mengemukakan pendapatnya, bahwa budaya negatif itu harus dikikis dengan gerakan gerakan yang dilakukan secara bersama sama. Jangan sampai mentang mentang sudah biasa lantas kita terhanyut dan menganggap hal itu sebagai kewajaran. Bahkan Ronny akan marah dan berubah mimik jika ada yang bilang budaya macet dan telat sebagai “Indonesia banget”. Roni menepis dengan beralasan bahwa kemacetan itu bukan problem Indonesia saja, bahkan negara maju seperti Amerika pun disana ada kemacetan, jadi jangan malah menjadikannya sebagai bahan olokan. Intinya jangan sampai kita menjelek jelekkan negeri sendiri, sehingga terkesan naif. Harus bangga sebagai orang Indonesia, I’am Indonesian.

I'am Indonesian ala Ronny - Cokelat

Selain berpendapat, Ronny juga bercerita bahwa dia dan Cokelat sedang digandeng oleh Kemenko Maritim RI dalam rangka kampanye budaya bersih dan senyum. Beberapa pogram kerja telah dijalani oleh Cokelat band, salah satunya melakukan visit terhadap beberapa pantai yang ada di Indonesia. Ronny menceritakan pengalamannya mengunjungi pulau Pari, Kepulauan seribu, yang terkenal dengan pantainya yang indah. Disana Ronny sangat mengagumi betapa Indonesia memlikiki kekayaan alam yang Indah dan patut dibanggakan. Ini baru Jakarta, belum kota kota lain yang tak kalah indah dan memiliki garis pantai yang memukau. Tapi sayangnya orang Indonesia sendiri yang membuat citra Indonesia menjadi jelek. Semestinya sebagai orang Indonesia kita patut berbangga diri dengan tak malu menyebut I’am Indonesian. Hilangkan kebiasaan mengkait kaitkan antara sampah, macet, korupsi, dan lain lain dengan sebutan “Indonesia Banget”.

Lain Ronny, lain lagi dengan Jackline. Pada kesempatan kali ini Jackline menyoroti isu buang sampah sembarangan. Jackline tidak ingin hanya bicara saja tanpa aksi nyata. Jika dulu ketika melihat orang membuang sampah dia hanya bisa membatin, sekarang Jackline sudah mulai berani untuk langsung menegur. Sikap Jackline dicontohkan sebagai bentuk kampanye budaya bersih. 

Selain sampah, Jackline juga menyayangkan maraknya praktik plagiarisme atau pembajakan. Bahkan saking maraknya, menyebabkan masyarakat Indonesia terkena penyakit krisis percaya diri. Bagaimana tidak krisis percaya diri coba?? Pernah dia mengagumi salah satu hasil produk kerajinan tas dari Bandung. Saat dilihat tas tersebut, modelnya cakep, kualitasnya bagus, bahannya berkualitas, desainer dan pembuatnya asli Bandung, tapi sayangnya ketika akan dijual diberi merk asing. Apanya yang salah coba?!, tanya nya dengan mimik rada kesal.

Cinta Indonesia ala Jackline - Cokelat

Mustinya, sebagai orang Indonesia, harusnya bersikap bangga dengan kreasi sendiri, sehingga nantinya bisa menghargai hasil karya orang lain, dan dengan sendirinya praktik pembajakan atau plagiarisme akan terkikis. Jackline mencontohkan produk kaos yang ia pakai dimana 100% adalah karya anak bangsa.

“lihat deh kaos yang saya pakai, saya sangat menghargai produk ini, karena memang kualitasnya bagus, desainer dan pembuatnya orang Indonesia. Jadi meski harga nya sedikit mahal, itu karena memang patut dihargai segitu, dihargai karena kualitas dan karya, dan ada kebanggaan karena bisa menyebut I’am Indonesian

Sepertinya Jackline, Ronny, dan group band Coklat tetap konsisten memilih jalur band yang mengusung tema nasionalisme. Selain menciptakan pangsa pasar tersendiri, tema nasionalisme juga sepertinya sudah mendarah daging dalam diri mereka.

Nyanyi bareng Cokelat band - I'am Indonesian

Di akhir acara Jackline dan Ronny mewakili Band Cokelat membawakan lagu “Satu Nusa Satu Bangsa” sebagai penutup dan perpisahan. Sukses ya buat Cokelat Band, semoga tetap konsisten di jalur nya dan menjadi kebanggaan Indonesia, karena I’am Indonesian. Sampai ketemu lagi di kesempatan berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan jejak anda dengan mengisi komentar dibawah ini, supaya saya tahu anda pernah mampir ke sini, lain waktu saya yang akan berkunjung balik. Matur suwun....