23 Desember 2015

Hai Traveller!, ini Rahasia Sukses Menjadi Travel Blogger




Jalan jalan, liburan, dan dapet duit. Siapa sih yang nggak mau?!. Apalagi tanggung bulan kayak gini, mana banyak tanggal merah juga kaan...!. Rasanya ngiri banget lihat orang pada liburan, sementara kita hanya dirumah saja menunggu kedatangan angka keramat alias tanggal gajihan.
Tapi apa iyah, karyawan kantoran kayak saya bisa jalan jalan ditanggung bulan? Atau liburan gratis? Kalo iya, hari gini, siapa yang mau ngasih gratisan?. Buat kamu yang hobi nge Blog, pertanyaan itu mestinya tidak terlontar, sebab dari menulis blog, semua impian itu bisa saja terwujud. Mau tau caranya? Simak tulisan saya ini sampai tuntas yah...

Minggu kemarin, saat acara Blogger meetup di kawasan Senayan, saya bertemu dengan seorang Travel Blogger, mas Ariev Rahman namanya. Beliau bercerita banyak tentang pengalamannya liburan dan jalan jalan gratis dari modal menulis blog, hingga akhirnya dia memutuskan untuk menjadi travel blogger.
Bagaimana kisah nya?
Ariev adalah pekerja kantoran yang hobi nulis. Awalnya, Ariev nge Blog hanya untuk menyalurkan hobi nya menulis di sela pekerjaannya sebagai karyawan. Tulisannya saat itu masih campuran dan belum memiliki niche. Kemudian pada suatu waktu dia menulis cerita tentang liburannya di blog. Tak dinyana, tulisan itu banyak diminati oleh pengunjung Blog nya. Dan tak jarang tawaran jalan jalan gratis pun kerap kali mampir, dengan syarat dia harus menuliskan cerita jalan jalan nya di blog. Sejak saat itu Ariev ketagihan untuk menulis cerita perjalanan traveling nya hingga kini menjadi seorang Travel Blogger, dan semua jurnal tulisannya ada di backpackstory.me. Nah, pas ketemu minggu kemarin itu saya bertemu dengan mas Ariev, beliau cerita banyak mengenai pengalamannya menjadi Travel Blogger.

Muhammad Ariev Rahman - Travel Blogger
Ini dia kutipan kutipan dari seorang Ariev Rahman, yang bisa kita ambil pelajaran untuk mengikuti jejaknya menjadi travel writer :
# Kamu kerja sambil travelblogger? Why not! Kunci nya, ATUR WAKTU dan Disiplin.
# Tips mengembangkan travel blog: Konsisten, perhatikan konten, ber komunitas, sebar link, hargai pembaca.
# Tulis apa yang ingin kamu tulis tentang destinasi yang barusan kamu kunjungi, jangan mikirin pembaca.
# Bikin minimal 1000 kata buat cerita traveling kamu menarik, kasih pendahuluan, isi, dan penutup.
# Berdasarkan survey pembaca blog, 47% pembaca lebih suka tulisan dengan gaya naratif. Sedangkan sisanya, 22% tulisan deskriptif, 16% pointer, 10% tips & trik, dan 6% model penulisan lain. Jadi kesimpulannya, “Pilih gaya penulisan naratif untuk cerita traveling kamu
# 24% pembaca menyukai cerita traveling yang seru dan bikin deg degan, 24% pembaca suka cerita yang bikin penasaran, 18% suka cerita lucu, 17% suka dengan cerita santai, dan sisanya suka dengan cerita informatif dan happy ending. Kesimpulannya “Buatlah gaya cerita yang bikin pembaca penasaran, deg degan, dan selingi dengan cerita lucu yang bersifat santai
# Perbanyak nulis dan baca, hindari singkatan, gunakan EYD, dan menulis lah dengan santai dan hati senang.

Supaya tulisan terarah, bagi cerita traveling menjadi tiga bagian utama, yaitu Pembuka, Isi, dan Penutup.

BAGIAN PEMBUKA
# Pembaca biasanya kepincut dengan awal paragraf, jadi buatlah paragraf awal yang bikin WOW pembaca.
# Menentukan topik: pilih destinasi, tulis aktifitas yang bisa dilakukan, kemungkinan ide cerita berkembang.
# Bagian pembuka terdiri dari 2-5 paragraf

BAGIAN ISI
# Panjang paragraf pada bagian isi terdiri dari  5 - 10 paragraf, tergantung kebutuhan  
# Di tengah cerita, bisa milih apakah mau memakai metode tematik atau naratif, Ini yang bikin pembaca empati.
# Biar lebih menarik, sisipin alur cerita yang bisa membuat pembaca deg degan saat membaca, (misal ketemu makhluk aneh, dll).
# Tips milih foto yg mau di pajang : pilih foto yg berkaitan dengan topik, cari foto terbaik, edit sesuai keperluan.
#Tips agar cerita bisa hidup: tambah dialog, buat karakter kuat, informasi nya valid, lebih detail, dan gunakan panca indra.

BAGIAN PENUTUP
# Panjang penutup bisa dua atau lima paragraf, sama dengan cerita pembuka.
# Buatlah pembaca menjadi orang spesial di penutup cerita traveling, agar dia senang dan menunggu cerita berikutnya.
# Akhiri penutup dengan jawaban dan kepastian dari cerita traveling, bisa berupa kesimpulan atau pendapat pribadi.
# Jika penutup terdapat kesimpulan negatif dan penuh kritik, imbangi dengan saran pribadi, agar lebih objektif.

Setelah berbincang bincang dengan mas Ariev, saya benar benar tercerahkan. Sayangnya karena keterbatasan waktu, kamipun hanya sebentar saja membahas tentang Travel Blogger. Namun begitu, tips dari mas Ariev benar benar bermanfaat buat saya. Thanks ya mas...
Selain Ariev, saya juga bertemu dengan Meilani, salah seorang traveller women  yang memberi saya tips mendapatkan biaya liburan murah. Menurutnya, kunci liburan murah ada pada pemilihan Tarif Hotel dan Harga Tiket. Apalagi sekarang banyak sekali aplikasi android untuk membeli tiket dan membeli kamar hotel. Tidak perlu keluar rumah, cukup di kamar sambil menyusun itinerary, kita bisa hunting tiket dan hotel. Jika kita pandai memilih hotel dan tiket, bukan hal mustahil liburan dengan biaya murah juga bisa didapat. Bahkan Meilani pernah melakukan traveling ke Singapore dengan biaya transport PP hanya dengan Rp. 14.000,- SAJA.
Koq bisa??
Menurutnya, harga promo menjadi kunci nya. Dan satu yang menjadi catatan, jangan terkecoh dengan angka harga promo nya saja, tapi lihat juga “syarat dan ketentuan berlaku”. Kalo bisa, pakai aplikasi yang friendly dan easy to use. Meilani merekomendasikan aplikasi #IndonesiaFlight untuk memesan tiket pesawat. Alasannya, aplikasi tersebut dibuat oleh anak Indonesia, dan ide awalnya dari seorang traveller yang ingin teman teman traveller di Indonesia mudah mendapatkan harga transportasi yang murah untuk traveling, sehingga dibuatlah aplikasi yang mudah, murah, dan dengan akses cepat karena servernya berada di Indonesia. Alasan kedua, menu yang ada sangat mudah untuk diakses, dan yang terpenting, banyak tiket promo yang ditawarkan, tanpa ada syarat dan ketentuan lain lain. Jadi harga yang tertera di sana adalah harga All in.
Karena penasaran, saya pun langsung menginstall aplikasi #IndonesiaFlight pada android saya, lalu coba coba meng explore menu yang ada disana. Pada menu pemesanan tiket pesawat, saya sangat suka dengan pemilihan jadwal terbangnya, disana kalender yang ditampilkan sudah menyesuaikan dengan kalender hari libur nasional, jadi kalo pas ada tiket promo, saya bisa cepat proses pesannya, tanpa bolak balik lihat kalender mencari tanggal merah dan hari libur. Maklum, kan saya juga Blogger yang nyambi jadi pekerja kantoran (eh, kebalik yah... xixixi).

Ini tampilan aplikasi Indonesia Flight yang saya install :

Banyak Promo (Tanpa Syarat)

Kalender nya User Friendly
Wah..., rasanya beruntung sekali saya bisa ketemu dan ngobrol dengan kedua traveller mas Ariev dan Mbak Meilani. Sayang sekali waktu nya sangat terbatas. Semoga kita bisa ketemu lagi di lain kesempatan ya kawan, ngobrol ngobrol dan cerita tentang perjalanan traveling kita menjelajah ke penjuru dunia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan jejak anda dengan mengisi komentar dibawah ini, supaya saya tahu anda pernah mampir ke sini, lain waktu saya yang akan berkunjung balik. Matur suwun....