14 Maret 2015

Bebek Kaleyo 5 BSD Tangerang Buka Lagi!, Mampir Yuuk..?!


Tak lengkap rasanya kalo traveling ke daerah tanpa mencicipi kuliner khas daerah tersebut, ke Dieng misalnya, nggak afdol kalo nggak mencicipi mi ongklok, Backpacker ke Bali nggak lengkap tanpa icip icip rujak pindang, pergi ke Lampung tanpa merasakan nyeruput  kopi gajah, atau mengunjungi Surabaya tanpa makan rujak cingurnya. Masakan daerah biasanya dijajakan dekat dekat area wisata, sajiannya pun beragam, ada yang nangkring manis dibalik etalase restoran, dan ada juga yang berceceran di lapak lapak pinggir jalan.
Sebagai Backpacker dan traveller yang punya selera tinggi (*tsah!, gaya’ lo!!), tentunya tidak semua masakan daerah saya lahap, biasanya saya pilih pilih dulu sesuai selera lidah dan ngumpulin mood untuk makan (alias nunggu lapar ha ha ha).  Setidaknya ada 5 kriteria yang jadi pertimbangan saya dalam memilih dan menyantap makanan (ini serius), apalagi jika menyantapnya di restoran siap saji, saya biasanya lebih ekstra hati hati, karena apa yang saya makan hari ini akan menentukan kesehatan saya esok hari (mulai deh... ceramah mirip konsultan program diet). Tapi bener koq!, yang kita konsumsi hari ini akan menjadi kalori dan tenaga untuk bisa melakukan hal hal positif dalam kehidupan kita. Kurang lebih 5 kriteria ini yang wajib saya centrang sebelum “nekad” memakannya.

#1 Halal dan Baik
Ngeri yah kalo ngomongin Halal Haram, kesannya gimaanna gitu?! . Padahal nggak serem serem amat sih. Menurut harfiah, haram itu artinya tidak baik, dan halal itu artinya baik. Sesutu makanan dikategorikan haram berarti makanan itu tidak baik untuk tubuh kita, dan hendaknya dihindari, demikian juga sebaliknya. Pengertian halal disini tidak sekedar bahan mentahnya, tapi juga campuran bahan dan kalo bisa prosesnya. Sebab, banyak makanan yang kategori halal dicampur dengan bahan haram, statusnya bukan lagi HarLal (haram-halal), tapi akan menjadi haram. Jika diibaratkan, kebo ya kebo, sapi ya sapi, nggak bisa kita menyebut Pibo. Sekedar berbagi tips saja, jika kebetulan traveling ke tempat yang asing dan belum jelas status agama si penjual, saya lebih memilih menu seafood atau vegetarian. Atau jika mau masukin protein lain, saya memilih telor sebagai alternatif.

#2 Ragam Menu dan Rasa
Nggak usah muna ya sist/bro, saat jalan dan kondisi perut laper, siapa coba yang nggak tergoda dengan aroma masakan yang [nggak sengaja] trecium, ditambah dengan foto makanan di buku menu yang bikin ngiler. Untuk mendapatkan referensi makanan yang maknyus di daerah tujuan traveling, biasanya saya minta referensi dari teman teman komunitas traveling yang sudah pernah kesana, lebih yakin dan recomended. Masalah rasa, saya suka banget dengan masakan pedas dan gurih, ditambah dengan lalapan dan sambel pete’. Untuk tempat makan bisa dimana saja, asal ada banyak pilihan menu yang bisa menjadi alternatif. Misal kalo nggak nemu sambel, bisa diganti dengan sup atau saus, yang penting pedasnya dapet.

#3 Lokasi
Nah, kalo yang ini relatif yah, sebab nggak semua spot yang kita kunjungi dekat dengan warung makan atau restoran. Saya kurang begitu suka dengan rumah makan yang pintu masuknya mepet dengan jalan raya. Minimal ada jarak beberapa meter lah, sehingga debu jalanan tidak sampai masuk ke dalam, apalagi sampai menempel di makanan. Kalaupun terpaksa makan ditempat itu, saya memilih meja di ruangan terpisah, atau ruangan khusus (biasanya ruangan ber-AC yang tidak boleh merokok).

#4 Harga
Saat ini sudah banyak warung makan yang menyuguhkan daftar menu lengkap dengan harganya, bahkan sesekali memberikan bonus jika memesan produk tertentu, misal buy 1 get 1 free, harga spesial jika ada yang ulang tahun, atau kombinasi harga diskon pada momen tertentu. Namun tak sedikit juga warung makan yang tidak menampilkan daftar harga menu makanan yang dijualnya. Untuk urusan yang satu ini, saya lebih memilih untuk menanyakan harga setiap kali melakukan pemesanan makanan, tujuannya untuk menghindari sistem getok harga. Kejadian ini sudah sering terjadi terutama pada tempat tempat wisata, tak menutup kemungkinan ini terjadi pada kita.
#5 Pelayanan
Tak selamanya harga murah itu dibarengi dengan pelayanan yang asal-asalan. Banyak koq jenis warung makan dan restoran yang mengusung konsep “makan murah” namun tetap menjaga pelayanannya.

Hari ini (14/03/2015), saya berada di BSD Tangerang untuk mencicipi menu makanan dengan bahan dasar bebek, yaitu “Rumah Makan BebekKaleyo” cabang BSD. Tempat ini merupakan gerai kelima dari tiga belas gerai jaringan restoran Bebek Kaleyo yang tersebar di Jabodetabek. Menu yang disajikan berbahan utama bebek. Dari kelima kriteria saya memilih tempat makan, hampir semuanya saya dapatkan disini, dari mulai status ke Halal-annya, ragam menu dan rasa, Lokasi, Harga, serta Pelayanan.
Agar tidak subyektif dan terkesan banyak memuji yang berlebih, saya tidak akan banyak mengulas melalui tulisan, biarkan gambar yang bicara. Ini dia dokumentasi saya selama berada di restoran Bebek Kaleyo cabang BSD Tangerang {cekidot}.


Sertifikat Halal dari MUI.
Saat penerimaan penghargaan sertifikat halal dari MUI beberapa tahun lalu, Bp. Ir. Lukmanul Hakim selaku LPPOM MUI saat itu (sekarang Menteri Agama), di sela sela penyerahan sertifikat mengatakan "Bicara halal itu bukan hanya dijauhkan dari daging babi saja. Proses penyembelihan daging bebek, bahan makanan yang dipakai, apakah terdapat bahan pengawet atau tidak, kualitas daging bebek, serta kondisi higienis dapur apakah sudah sesuai aturan halal atau tidak"


Menu dan Cita Rasa Masakan Khas
Meski daging bebek terkenal apek dan beraroma tidak sedap, tapi di tangan koki restoran ini, daging bebek yang apek disulap menjadi menu makanan yang lezat dan beraneka ragam, dengan masing masing ciri khas rasa. Menu favorit saya adalah Sate bebek dan Bebek Goreng Cetar. Menu ini sesuai dengan selera lidah saya. Sate bebek karena saya penasaran dengan daging bebek yang disate. Bebek cetar karena rasa pedas yang gurih.


Lokasi Strategis dan Mudah Dijangkau

Bebek Kaleyo cabang BSD berlokasi di Jl. Rawa Buntu no. 17 BSD Tangerang. Kurang lebih satu kilometer dari pintu tol BSD arah serpong. Jika dari stasiun rawabuntu bisa ditempuh dengan kendaraan mikrolet apa saja (asal berwarna hijau). Pintu masuk tidak langsung berada di jalan, tapi sedikit masuk 10 meter, melalui halaman depan yang difungsikan sebagai tempat parkir pengunjung.


Meski kelasnya Rumah Makan, Tapi Harganya Terjangkau
Selain harganya yang [menurut saya] super murah, pada momen momen tertentu dibuka harga khsusus. Tersedia juga menu paket super hemat dengan hanya seharga Rp. 19.500,- termasuk minuman.


Melayani Delivery Order dengan Pelayanan Memuaskan
Selain makan ditempat dengan pramusaji yang sopan dan ramah, Kaleyo 5 juga melayani pesan antar. Namun untuk saat ini hanya di cabang di Bendungan Hilir saja, karena cabang untuk delivery order hanya disitu, namun begitu untuk pesanan take away di Kaleyo5 bisa dilayani.
Review lengkap saya ada disini : [Klick] 
Dokumentasi lainnya :

Resepsionist

Keramahan Pramusaji Memberi Kenyamanan

Ruang Restoran

Antri Mengambil Menu


Menyantap Menu Pesanan Sambil Mendengarkan Live Music


Untuk kamu warga Bandung, Bebek Kaleyo juga sudah hadir disana, tepatnya di ...... Pasteur. Kamu bisa buktikan sendiri apa yang saya ceritakan disini. Selamat mencicipi menu Bebek Kaleyo yang khas dan Halalan Tayyiban.

Posting Komentar