28 Maret 2015

Bebek Kaleyo Bandung, Tempat Makan Keluarga yang Enak dan Murah



Bebek Kaleyo Gerai ke 14, Jl. Pasir Kaliki - Bandung

Seperti keluarga lainnya, hari sabtu dan minggu adalah hari libur dimana waktunya banyak dihabiskan untuk berkumpul bersama keluarga. Bagi kami [saya dan istri] yang sama sama bekerja, hari sabtu dan minggu adalah “waktu emas” untuk menjalin komunikasi antar keluarga. Apalagi sekarang sudah ada anak, sisa waktu bekerja banyak kami curahkan ke anak. Jika ditanya kemana saya dan istri biasanya menghabiskan waktu, kami sering habiskan bersama untuk jalan jalan, belanja bulanan, atau menghadiri acara hajatan. Pokoknya sebisa mungkin waktu akan kami habiskan bersama demi untuk menjalin komunikasi.

Hari ini, kebetulan akhir pekan yang bertepatan dengan tanggal gajihan (pegawai negeri kalah!). Kali ini saya memilih untuk jalan jalan ke Bandung bersama anak dan istri, pengen aja sih ajak makan bareng diluar. Sekali kali boleh dong nyenengin istri  meski sebulan sekali, itu juga nungguin uang gajihan. Maklum lah, namanya juga karyawan biasa dengan status P7, alias Pergi Pagi Pulang Petang Penghasilan Pas Pasan :D

Karena awam dengan jalanan di Bandung, sayapun minta rekomendasi teman di Bandung untuk menunjukkan tempat makan yang enak, murah, dan cocok untuk keluarga. Saya sedikit kaget karena teman mereferensikan makan di restoran Bebek Kaleyo. Setahuku restoran Bebek Kaleyo hanya ada di Jabodetabek saja, ternyata Bebek Kaleyo sudah buka gerai ke 14 nya di Bandung, kabarnya sih baru buka awal Februari 2015 lalu. Waah, kebetulan banget nih acara makan bareng keluarga tidak begitu menguras kantong. Sebab saya tahu banget restoran ini harganya sangat terjangkau dan menunya macem macem, selain itu sudah bersertifikat Halal, jadi nggak ragu lagi ngajak ngajak anak istri. Kebetulan lokasinya juga dekat dengan pintu tol Pasteur. Hanya lurus satu kilometer dari pintu tol, adanya sebelah kanan jalan. Alamat lengkapnya di Jl. Pasir Kaliki No. 185-189, tepat di seberang Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Begitu ketemu lampu merah, tinggal tengok kanan langsung pintu masuk Bebek Kaleyo.

Ini dia penampakan dari depan :

Begitu tiba di depan pintu masuk, kami disambut oleh mbak mbak pramusaji yang super ramah. Dengan murah senyum si mbaknya menyambut kami. Wah saya merasa Ge’er deh dikasih senyuman si mbak yang kinyis kinyis ini (sambil ngelirik istri, siap siap disikut) :D

Saat memasuki ruangan Bebek KaleyoBandung, saya terkesan dengan tampilan interiornya. Konsep restorannya outdoor bernuansa Bali, tapi dihiasi ukiran jawa, tempat duduknya mirip aula yang didomuniasi oleh meja kursi khas kayu jawa, terdiri dua bagian ruangan besar yang dipisahkan oleh kolam ikan dengan aneka ikan mas. Untuk pengunjung yang ingin lebih rileks bisa memilih duduk di kursi tenda yang berjejer di tepi ruang utama. Yang menarik buat saya adalah interior di atap nya yang penuh dengan gelantungan lampu batok kelapa dengan lampu warna kuning yang bikin suasana jadi romantis. Pas banget buat makan bareng keluarga. Nih dia tampilan interior nya yang bikin betah pengunjung:

Kolam ikan yang bikin suasana jadi beda
Tempat Makan Pengunjung
Tempat Refreshing Anak
Tempat Antri yang nyaman dan adem


Karena sudah pernah nyicipi menu khas nya Kaleyo di Jakarta, saya nggak canggung lagi sama menu yang ditawarkan, ada Bebek Bakar yang rasanya manis dan bakarnya pakai arang batok kelapa, ada Bebek sambal Ijo yang punya sensasi sambal cabe Ijo, Bebek Kremes yang digoreng kering, Bebek Rica, Bebek Cetar yang rasanya khas bumbu bebek Madura, Bebek tanpa kulit yang digoreng kering banget tanpa kulit ari, Sate bebek dengan rasa bumbu khas Kaleyo, dan ada juga bebek utuh yang digoreng lengkap dengan jerohan, kepala dan lehernya, dan yang tak kalah menarik adalah Bebek Muda.

Saya sebenarnya memfavoritkan Bebek Muda. Meski semua menu bebek disini dijamin empuk dan dagingnya tidak bikin nyelilit di gigi, tapi saya memesan bebek mudah untuk anak saya biar tidak begitu nyelilit di gigi.

Memilih menu yang cocok buat si kecil


Untuk istri saya, saya memilih Bebek Cetar dengan bumbu khas Madura. Meski (katanya) ramuan madura itu rahasia, tapi Bebek Kaleyo rupanya sudah tahu resep rahasianya bebek Madura. Alhamdulillah istri saya lahap memakan nya. Untuk minumannya, karena istri sedang hamil, saya memilih kelapa muda. Kebetulan anak saya juga suka banget dengan air kelapa muda. 

Setelah antri, ini dia manu makanan pilihan saya untuk anak dan istri saya :


Menu Bebek Sambal Ijo
Dagingnya Amoh, Bumbunya Mliket

Seneng Banget Liat Dia Doyan Makan

Untuk porsi satu keluarga, menu di Bebek Kaleyo tergolong murah, hanya mengeluarkan biaya 117.000,- SAJA. Menurut saya,tempat ini rekomended banget. selain mudah dijangkau, makanannya berkualitas dan harganya terjangkau.

Terimakasih yah buat teman teman Bandung yang sudah merekomendasikan saya makan di Bebek Kaleyo, Kuliner Bandung, tempat makan enak dan murah di Bandung. Acara keluarga saya weekend ini jadi murah meriah euy....


Sampurasun ti Bandung ya buat Bebek Kaleyo, semoga laris manis dan tambah pelanggannya.

25 Maret 2015

Selfie Sejak Dini


#SelfieStory

Foto Selfie ini gue namain #Selfie Sejak Dini. Sebab foto ini pertama kalinya gue #selfie bareng anak gue semenjak anak gue lahir ke dunia. Lagi itu usianya baru 6 bulan. Harapannya sih biar anak gue bisa kenal kalo didunia ini kita bisa menangkap gambar diri sendiri. Mungkin saat itu anak gue cuma bisa berkesimpulan, "ooh... dunia ini narsis banget yah..." #wew.

Tapi serius!, waktu itu gue sedikit ngakak tapi ditahan (ssstt...! takut emaknya tau gue ngajarin narsis sama anak), dan gue juga terkejut saat melihat reaksi anak gue waktu gue tunjukin hasil foto #selfie ini, anak gue mesem mesem sambil coba meraih handphone yang gue pegang. Gue berfikir apa iya anak gue sudah tau maksud gue ngajak dia ambil posisi dan sedikit bergaya waktu difoto, yaitu "foto narsis".

Jujur waktu itu gue cuma pengen nyobain kamera yang ada di hape baru gue, buat ngebandingin kamera Smartfren kepunyaan mertua gue yang ada lensa depan dan bisa buat #selfie juga. Berhubung pagi itu gue yang dapet "giliran" jagain anak, yaudah, gue ajak  aja tuh dia foto bareng. xi xi xi.


***

Selanjutnya di lain waktu gue dan bini gue ngasih "pelajaran kedua" sama anak kami. masih tentang #selfie. Lebih tepatnya sih foto #wefie, karena fotonya kita bertiga, bareng bini gue.Waktu itu pertama kalinya gue ngajak anak dan bini gue di acara Blogger, di sebuah mall daerah Kuningan, Jakarta. Ini dia fotonya :

1st #Wefie bareng Wife

Foto ini pernah diikutin dalam sebuah lomba foto #selfie (tapi ini foto aslinya, yang dikirim ke lomba sudah diedit) dan nggak disangka malah menang. Kata bini gue sih jurinya kepincut sama ekspresi wajah anak yang paling depan itu tuh! (anak gue maksudnya). Mungkin karena ekspresinya yang cuek kali yah?? nggak tau juga sih. he he he.

***

Selanjutnya gue sering "curi curi" foto waktu dia lagi full ekspresi, dan kadang gue upload hasil fotonya ke sosial media, kayak facebook, twitter, path, istagram dan kroco kroconya. siapa tau ada yang nawarin jadi bintang iklan :D :D *mimpikaliye.

Ini hasil perbuatan gue "mencuri" gaya anak gue (jangan ditiru yah pemirsa!)

Quote nya copas dari sebuah iklan di televisi *plagiat :o

Kelihatannya sih dia masih cuek dengan gaya jaimnya, nengok juga karna kameranya yang gue pakai buat moto diaktifin blitz nya, jadi ini adalah hasil jepretan kedua. Tau nggak ekspresi habis diambil gambarnya? Dia langsung senyum dan berusaha meraih handphone yang gue pegang *teteup!.

***

Sementara itu dilain kesempatan, dia tertangkap sedang bergaya ala anak anak sekolah nenteng tas. ini dia ekspresinya.


Nah kalo yang ini gambarnya yang ngambil bini gue *carialibi :D. 


***

Secara nggak sengaja gue dan bini gue udah ngajarin anak gue gimana caranya mengambil gambar dan bergaya di depan kamera (ya Tuhan ampuni kami *plak!). Ternyata "pelajaran" yang kami berikan ini dipraktekkan anak gue sampai sekarang (set dah!). Lihat deh gaya anak gue sekarang pas ada kamera yang mau ambil gambar dia.



Lihat deh gayanya!, minta di dandanin dulu sebelum di foto, biar kayak Marsya katanya. Trus posisinya juga milih milih. Dia milih foto didepan poster binatang yang sudah di khatamkan nama namanya. Bikin gemes deh pokoknya!. Semenjak suka gaya depan kamera, kalo pulang kerja rasa capek gue ilang semua pas ngeliat dia dengan gayanya. hi hi hi modus banget sih :p

***
(ini tiga bintang terakhir dari gue)

Gue ikutin foto ini buat lomba foto #selfieStory di ultahnya blog emak gaeol. Dengan #selfiestory gue ini, gue cuman pesen sama emak gaoel dan emak emak blogger lainnya, "Sekecil apapun perlakuan kita  ke anak, akan berpengaruh dalam pembentukan karakter mereka kedepannya". Dan satu lagi pesen gue, "Jangan bilang bilang ke bini gue yah kalo gue ngajarin #selfie duluan sama anak gue". Ha ha ha

Smartfrenworld


14 Maret 2015

Bebek Kaleyo 5 BSD Tangerang Buka Lagi!, Mampir Yuuk..?!


Tak lengkap rasanya kalo traveling ke daerah tanpa mencicipi kuliner khas daerah tersebut, ke Dieng misalnya, nggak afdol kalo nggak mencicipi mi ongklok, Backpacker ke Bali nggak lengkap tanpa icip icip rujak pindang, pergi ke Lampung tanpa merasakan nyeruput  kopi gajah, atau mengunjungi Surabaya tanpa makan rujak cingurnya. Masakan daerah biasanya dijajakan dekat dekat area wisata, sajiannya pun beragam, ada yang nangkring manis dibalik etalase restoran, dan ada juga yang berceceran di lapak lapak pinggir jalan.
Sebagai Backpacker dan traveller yang punya selera tinggi (*tsah!, gaya’ lo!!), tentunya tidak semua masakan daerah saya lahap, biasanya saya pilih pilih dulu sesuai selera lidah dan ngumpulin mood untuk makan (alias nunggu lapar ha ha ha).  Setidaknya ada 5 kriteria yang jadi pertimbangan saya dalam memilih dan menyantap makanan (ini serius), apalagi jika menyantapnya di restoran siap saji, saya biasanya lebih ekstra hati hati, karena apa yang saya makan hari ini akan menentukan kesehatan saya esok hari (mulai deh... ceramah mirip konsultan program diet). Tapi bener koq!, yang kita konsumsi hari ini akan menjadi kalori dan tenaga untuk bisa melakukan hal hal positif dalam kehidupan kita. Kurang lebih 5 kriteria ini yang wajib saya centrang sebelum “nekad” memakannya.

#1 Halal dan Baik
Ngeri yah kalo ngomongin Halal Haram, kesannya gimaanna gitu?! . Padahal nggak serem serem amat sih. Menurut harfiah, haram itu artinya tidak baik, dan halal itu artinya baik. Sesutu makanan dikategorikan haram berarti makanan itu tidak baik untuk tubuh kita, dan hendaknya dihindari, demikian juga sebaliknya. Pengertian halal disini tidak sekedar bahan mentahnya, tapi juga campuran bahan dan kalo bisa prosesnya. Sebab, banyak makanan yang kategori halal dicampur dengan bahan haram, statusnya bukan lagi HarLal (haram-halal), tapi akan menjadi haram. Jika diibaratkan, kebo ya kebo, sapi ya sapi, nggak bisa kita menyebut Pibo. Sekedar berbagi tips saja, jika kebetulan traveling ke tempat yang asing dan belum jelas status agama si penjual, saya lebih memilih menu seafood atau vegetarian. Atau jika mau masukin protein lain, saya memilih telor sebagai alternatif.

#2 Ragam Menu dan Rasa
Nggak usah muna ya sist/bro, saat jalan dan kondisi perut laper, siapa coba yang nggak tergoda dengan aroma masakan yang [nggak sengaja] trecium, ditambah dengan foto makanan di buku menu yang bikin ngiler. Untuk mendapatkan referensi makanan yang maknyus di daerah tujuan traveling, biasanya saya minta referensi dari teman teman komunitas traveling yang sudah pernah kesana, lebih yakin dan recomended. Masalah rasa, saya suka banget dengan masakan pedas dan gurih, ditambah dengan lalapan dan sambel pete’. Untuk tempat makan bisa dimana saja, asal ada banyak pilihan menu yang bisa menjadi alternatif. Misal kalo nggak nemu sambel, bisa diganti dengan sup atau saus, yang penting pedasnya dapet.

#3 Lokasi
Nah, kalo yang ini relatif yah, sebab nggak semua spot yang kita kunjungi dekat dengan warung makan atau restoran. Saya kurang begitu suka dengan rumah makan yang pintu masuknya mepet dengan jalan raya. Minimal ada jarak beberapa meter lah, sehingga debu jalanan tidak sampai masuk ke dalam, apalagi sampai menempel di makanan. Kalaupun terpaksa makan ditempat itu, saya memilih meja di ruangan terpisah, atau ruangan khusus (biasanya ruangan ber-AC yang tidak boleh merokok).

#4 Harga
Saat ini sudah banyak warung makan yang menyuguhkan daftar menu lengkap dengan harganya, bahkan sesekali memberikan bonus jika memesan produk tertentu, misal buy 1 get 1 free, harga spesial jika ada yang ulang tahun, atau kombinasi harga diskon pada momen tertentu. Namun tak sedikit juga warung makan yang tidak menampilkan daftar harga menu makanan yang dijualnya. Untuk urusan yang satu ini, saya lebih memilih untuk menanyakan harga setiap kali melakukan pemesanan makanan, tujuannya untuk menghindari sistem getok harga. Kejadian ini sudah sering terjadi terutama pada tempat tempat wisata, tak menutup kemungkinan ini terjadi pada kita.
#5 Pelayanan
Tak selamanya harga murah itu dibarengi dengan pelayanan yang asal-asalan. Banyak koq jenis warung makan dan restoran yang mengusung konsep “makan murah” namun tetap menjaga pelayanannya.

Hari ini (14/03/2015), saya berada di BSD Tangerang untuk mencicipi menu makanan dengan bahan dasar bebek, yaitu “Rumah Makan BebekKaleyo” cabang BSD. Tempat ini merupakan gerai kelima dari tiga belas gerai jaringan restoran Bebek Kaleyo yang tersebar di Jabodetabek. Menu yang disajikan berbahan utama bebek. Dari kelima kriteria saya memilih tempat makan, hampir semuanya saya dapatkan disini, dari mulai status ke Halal-annya, ragam menu dan rasa, Lokasi, Harga, serta Pelayanan.
Agar tidak subyektif dan terkesan banyak memuji yang berlebih, saya tidak akan banyak mengulas melalui tulisan, biarkan gambar yang bicara. Ini dia dokumentasi saya selama berada di restoran Bebek Kaleyo cabang BSD Tangerang {cekidot}.


Sertifikat Halal dari MUI.
Saat penerimaan penghargaan sertifikat halal dari MUI beberapa tahun lalu, Bp. Ir. Lukmanul Hakim selaku LPPOM MUI saat itu (sekarang Menteri Agama), di sela sela penyerahan sertifikat mengatakan "Bicara halal itu bukan hanya dijauhkan dari daging babi saja. Proses penyembelihan daging bebek, bahan makanan yang dipakai, apakah terdapat bahan pengawet atau tidak, kualitas daging bebek, serta kondisi higienis dapur apakah sudah sesuai aturan halal atau tidak"


Menu dan Cita Rasa Masakan Khas
Meski daging bebek terkenal apek dan beraroma tidak sedap, tapi di tangan koki restoran ini, daging bebek yang apek disulap menjadi menu makanan yang lezat dan beraneka ragam, dengan masing masing ciri khas rasa. Menu favorit saya adalah Sate bebek dan Bebek Goreng Cetar. Menu ini sesuai dengan selera lidah saya. Sate bebek karena saya penasaran dengan daging bebek yang disate. Bebek cetar karena rasa pedas yang gurih.


Lokasi Strategis dan Mudah Dijangkau

Bebek Kaleyo cabang BSD berlokasi di Jl. Rawa Buntu no. 17 BSD Tangerang. Kurang lebih satu kilometer dari pintu tol BSD arah serpong. Jika dari stasiun rawabuntu bisa ditempuh dengan kendaraan mikrolet apa saja (asal berwarna hijau). Pintu masuk tidak langsung berada di jalan, tapi sedikit masuk 10 meter, melalui halaman depan yang difungsikan sebagai tempat parkir pengunjung.


Meski kelasnya Rumah Makan, Tapi Harganya Terjangkau
Selain harganya yang [menurut saya] super murah, pada momen momen tertentu dibuka harga khsusus. Tersedia juga menu paket super hemat dengan hanya seharga Rp. 19.500,- termasuk minuman.


Melayani Delivery Order dengan Pelayanan Memuaskan
Selain makan ditempat dengan pramusaji yang sopan dan ramah, Kaleyo 5 juga melayani pesan antar. Namun untuk saat ini hanya di cabang di Bendungan Hilir saja, karena cabang untuk delivery order hanya disitu, namun begitu untuk pesanan take away di Kaleyo5 bisa dilayani.
Review lengkap saya ada disini : [Klick] 
Dokumentasi lainnya :

Resepsionist

Keramahan Pramusaji Memberi Kenyamanan

Ruang Restoran

Antri Mengambil Menu


Menyantap Menu Pesanan Sambil Mendengarkan Live Music


Untuk kamu warga Bandung, Bebek Kaleyo juga sudah hadir disana, tepatnya di ...... Pasteur. Kamu bisa buktikan sendiri apa yang saya ceritakan disini. Selamat mencicipi menu Bebek Kaleyo yang khas dan Halalan Tayyiban.