29 Februari 2012

Satu Lagi Karya Siswa SMK YPT Tegal - Merakit LCD






SMK YPT TEGAL, Jl. Dr. Setiabudi No. 163 Tegal
Seolah tak mau kalah dengan kreatifitas SMK Negeri di Solo yang merakit mobil Esemka yang akhirnya siap untuk di produksi massal, siswa SMK Yayasan Perguruan Teknologi atau akrab disebut SMK YPT Kota Tegal khususnya jurusan Teknik Elektro merakit layar LCD. Perang kreatifitas anak bangsa menjadi semakin sengit akhir-akhir ini. Hal ini melahirkan tren dan fenomena baru di kalangan dunia pendidikan khususnya dunia pendidikan kejuruan. Jargon SMK Bisa yang di kampanyekan oleh pemerintah khususnya departemen pendidikan, kini dibuktikan nyata oleh siswa sekolah SMK YPT Tegal, yang beralamat di Jl. Setiabudi No. 163 Kodya Tegal, mengekor dari kesuksesan rakitan mobil Esemka karya siswa SMK Negeri Solo.

Para Guru dan Jajaran Staff SMK YPT Tegal (K-Val 163)
Seperti halnya walikota Solo, Joko Widodo yang mendukung 100% lahirnya mobil kiat Esemka, kelahiran LCD karya siswa SMK YPT juga mendapat dukungan penuh dari Wakil Walikota Tegal,  Habib Ali Zaenal Abidin. hal ini dikatakannya pada acara peluncuran perdana produk LCD rakitan siswa SMK YPT pada tanggal 25 Februari lalu. Bahkan beliau optimis anak didik SMK YPT pimpinan Bp. Solekhin tidak hanya bisa merakit, tapi kedepannya mampu memproduksi sendiri komponen pendukungnya. Pada kesempatan itu pula, pak Wakil Walikota langsung memesan produk LCD rakitan siswa SMK YPT Tegal.

Dan seperti halnya Mobil Esemka yang bekerjasama dengan bengkel mobil Kiat Motor, perakitan LCD karya anak SMK YPT bekerjasama dengan sebuah perusahaan Elektronik di Jakarta, PT. Venus Inti Jaya.

Siswa SMK YPT Dalam Kunjungan ke IPTN Bandung - 1999
Berbicara mengenai kualitas, PT. Venus Inti Jaya menjamin, LCD hasil rakitan siswa YPT mampu bersaing di pasaran, bahkan berani memberi garansi selama 5 tahun. Sebagai langkah awal, pembuatan LCD yang diberi merk Afiton itu baru sebanyak 20 unit, jika telah mendapat dukungan penuh dan fasilitas dari pemkot dan dinas pendidikan kota Tegal, nantinya akan dirakit secara massal.


Ayo anak SMK yang lain, tunjukkan kreatifitasmu!, berkarya menciptakan produk sendiri dengan brand lokal tapi berkualitas internasional. Agar negeri ini tidak hanya menjadi konsumen, namun mampu menjadi produsen dunia. SMK BISA!

21 Februari 2012

Yuuk... Donorkan Darah Untuk Kemanusiaan


Kantor Palang Merah Indonesia Pusat - Jakarta


Saya nggak bisa donorin darah, saya takut jarum suntik”, demikian beberapa sahabat mengungkapkan alasan mereka tidak mau mendonorkan darahnya saat saya ajak untuk mengikuti kegiatan donor darah di kantor PMI (Palang Merah Indonesia) pusat Jakarta, Jl. Kramat Raya no. 47 Senen – Jakarta Pusat. Pada hari sabtu saat libur akhir pekan kemarin, saya mendapat undangan donor darah dalam ajang ”Blood Valentine Community”, yaitu sebuah gerakan komunitas Backpacker di forum Kaskus Backpacker Community dalam rangka menyambut hari valentine atau kasih sayang pertengahan Februari lalu, yang mana mereka wujudkan dalam aksi donor darah untuk kemanusiaan dan bencana alam.

Sebenarnya saya juga takut dengan jarum suntik (he he he, terpaksa ngaku :D ), seingat saya seumur hidup saya berhadapan dengan jarum suntik tidak lebih dari 10 kali. Pada saat masih balita (itu juga kata emak saya he he..) , pada saat di sunat, pada saat sakit parah dan harus disuntik, serta terakhir saat donor darah. Tapi ketakutan itu agak sedikit teratasi seiring dengan seringnya saya disuntik. Untuk menyiasati rasa takut dengan jarum suntik, saat mau disuntik, saya memalingkan pandangan dan fikiran saya dari tajamnya jarum suntik, dan saya sengaja mengajak ngobrol dengan orang yang akan menyuntik saya (padahal dalam hati sih ngeri juga he he...).

Karena sudah waktunya darah saya didonorkan, maka saya pun berangkat menuju TKP (kantor PMI). ini adalah kali kedua saya mendonorkan darah, pertama di Cibubur junction bersama sahabat-sahabat organisasi Puta Setia. Kedua adalah di kantor pusat PMI bersama kaskuser yang sekarang ini.
Ternyata tidak serumit yang saya bayangkan sebelumnya, kurang lebih proses nya sebagai berikut :
    1. Mengisi formulir pendaftaran
Formulir ini digunakan oleh administrasi kantor PMI untuk mendata para pendonor, berisi data diri pendonor dan riwayat penyakit pendonor, agar dapat dipastikan bahwa si calon pendonor layak untuk di ambil darahnya. Formulir di kumpulkan di ruang pengambilan sampel dan pemeriksaan golongan darah. 

    1. Periksa golongan darah (pengambilan sampel darah) dan pembuatan kartu donor.
Pada tahap ini, kita akan diambil sedikit sampel darahnya oleh petugas PMI untuk lebih memastikan bahwa golongan darah kita sesuai dengan data pada formulir. Setiap calon pendonor yang masuk kategori layak untuk diambil darahnya, pihak PMI akan membuatkan kartu donor sebagai bukti bahwa kita mendonorkan darah disana. Nama kita masuk database pendonor darah di kantor PMI.

    1. Periksa Tensi
Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengecek tensi darah kita untuk memastikan bahwa pada saat itu kondisi kita memang siap untuk diambil darahnya. Jika tensi darah kita rendah pada saat itu, maka pihak PMI tidak akan meneruskan proses donor, sebab bisa membahayakan si pendonor jika dipaksakan diambil darahnya. Karena bisa jadi kita memang sehat, namun karena kita kurang istirahat, maka tensi darah kita akan lemah dan tidak layak untuk diambil darahnya saat itu. Kebetulan tensi darah saya saat itu 120/80 dan kadar HB mencapai 170. Menurut dokter yang memeriksa saya, kadar HB saya tinggi dan disarankan agar rajin mendonorkan darah :)

    1. Pengambilan darah
Proses Donor (Nggak kerasa sakit he he)
Pada proses ini kita akan diambil darahnya sesuai dengan volume kantong yang dibutuhkan di PMI, idealnya pengambilan darah dalam kisaran 250-300 cc. Atau 1/13 dari total darah yang ada dalam tubuh kita. Lama proses pengambilan darah tergantung darah yang mengalir ke dalam kantong darah, kebetulan saat saya menjalaninya, Cuma dibutuhkan waktu 10-15 menit saja. 



Untuk melewati keempat proses tersebut diatas, kurang lebih memakan waktu 1-2 jam, lumayan cepet koq.... Dan ada tahap terakhir yang belum saya sebutkan diatas, setelah kita diambil darahnya, kita dipersilahkan untuk menikmati makanan sehat dari kantin PMI berupa segelas susu, telur, mie instan, dan suplemen penambah darah agar kondisi kita lekas stabil. Donor darah bisa dilakukan dalam periode 3 bulan sekali. Yuuk kita donorkan darah kita untuk menolong sesama :) 

Mie Instan, Susu, Telor, dan Suplement

13 Februari 2012

Menikmati Eksotisme Pantai Alam Indah (PAI) Tegal

Melingkari kalender di hari libur akhir bulan sudah biasa gue lakuin buat nyusun rencana pulang kampung. Selain kangen sama nyokap, gue juga kangen sama ponakan-ponakan gue yang lucu-lucu dan imut plus ngangenin (#loh! Koq nggak kangen sama bokap??!) kangen sama bokap??, ya sudah pasti laah..., tapi kan bokap udah lama meninggal, jadi kalo kangen cukup mendo’akan saja kalo abis sholat, trus nengokin makamnya deh pas pulang kampung (istilah orang kampung gue itu namanya ”nyekar”), sebagai petualang dan kaum urban, gue diharamkan punya tabi’at alay dan manja sama bokap, apalagi sampe mewek ditinggal bokap, enggak banget deeh yaa...!! #sok_tabah_banget_yah! :p.

Seperti tanggal 29 Januari kemarin, gue pulang kampung ke Tegal, kota kelahiran gue. Gue packing dari hari jum’at malam dengan barang bawaan dan salin seadanya, lagian jarak dari Jakarta nggak begitu jauh, cuma 8-9 jam perjalanan darat, jadi nggak perlu bawa barang bawaan yang ngeribetin kayak Surti dan Tejo mau pulang kampung (#pikirku dalam hati).
Adapun barang bawaan yang wajib gue ajakin :
  1. Baju salin 2 stel (buat persiapan ganti dan narsis 2 hari di kampung he he...).
  2. Wajib bawa obat ganteng, kayak sisir, minyak rambut, cologne dan nggak lupa deodorant (#ini mau pulang kampung apa mau acara pemotretan yach ?!  *melengos* :D ).
  3. Bawa gadget, kayak Hape dan temen-temennya..., nggak lupa tablet PC kesayangan gue buat internetan selama di perjalanan dan selama berada di kampung (belagu loe! Orang kampung aje pake tablet segala! Ha ha ha...).
Ketiga barang itu semua masuk ke tas kecilku. Liburan kali ini gue pengen nyenengin ponakan-ponakan gue. Gue mau ngajakin mereka ke pantai terkenal di Tegal, yaitu Pantai Alam Indah – PAI Tegal, aah..., mereka pasti seneng banget gue ajakin kesana sambil maen kereta-keretaan, odon-odong, dan bergaya di museum dirgantara.

Sepanjang perjalanan menuju kampung halaman, gue nggak bisa ninggalin kebiasaan gue buat update berita dan koneksi internet. Biarpun di dalam perjalanan, gue tetep update informasi via internet, gue biasa akses internet pribadi via PC tablet yang gue beli beberapa bulan yang lalu. Kali ini gue berniat sekalian test drive operatorr pendamping PC tabllet gue, yang kebetulan gue percayakan kepada si Ungu, operator pendatang baru yang semboyannya ”internet untuk rakyat". Gue milih si Ungu lantaran doi lagi gencar-gencarnya promosi paket internet unlimited HANYA dengan modal Rp.49.000,-/bln, pas banget dengan budget bulanan gue buat ngumpanin si ”tablet pintar” gue.

Nggak nyangka sepanjang jalur pantura yang gue lewatin, gue bisa eksis internetan tanpa gangguan. Biarpun kadang melewati daerah persawahan dan landscape laut, sinyal si Ungu nggak bosen nemenin gue, walau kadang muncul cuma 2 sampe 3 bar, internet gue tetep eksis. Nggak nyangka si Ungu yang ”anak kemarin sore” bisa ngasih servise layaknya the big three yang sudah familiar di masyarakat Indonesia (wah waah, bisa nyalip si merah, si kuning dan si biru nih kayaknya... he he he..#lirik si merah, si kuning dan si biru ngasih kode buat siap siap dapet rival  ha ha ha...).


Hari pertama di kampung gue ngumpul bareng sama keluarga dan ponakan gue, mereka girang banget bisa ketemu sama gue. Apalagi gue bisa mamerin dan ngenalin mereka dengan PC tablet gue. sambil sesekali ngenalin mereka ke dunia internet, meskipun jarang ketemu, si Barok, Esa, Kia dan Dea sangat akrab sama gue, mereka nggak sungkan buat bermain dan bercanda sama gue (#ngelus dada, lega masih diakui sebagai OM mereka :D ).

Hari kedua gue ajak mereka pergi ke pantai untuk mandi dan bermain pasir laut di Pantai. Mereka sangat girang, kami pun pergi bareng, nggak lupa mamah mereka juga ikutan, #waah jadi tambah seru niih acara ke pantainya.
Nggak di sangka, hari itu menjadi hari yang menyenangkan meski dengan budget minim, tapi liburan kali ini sungguh sangat menyenangkan. Gue abadikan kegiatan liburan gue kali ini dengan ponakan ponakan gue dan langsung gue unggah di jejaring sosial buat gue pamerin sama semua orang. Lagi-lagi gue upload dengan bantuan si Ungu via tablet PC gue, si Ungu memang Eksis dengan internet paketnya, selain murah, sinyalnya juga tidak mengecewakan.

Berikut dokumentasi selama gue bermain dan bersenang-senang dengan keempat keponakanku dan eksis dengan si Ungu :

Hasil Upload Pake si Ungu


 

09 Februari 2012

SOTO RASA APPLE, ADA NGGAK YEAA?! (Bagian - 2)

Ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya berjudul SOTO RASA APPLE, ADA NGGAK YEAA?!


Dua hari kemudian, paket dari SOTOJI datang via TIKI (loh! Koq pake TIKI? Emangnya soto bisa dikirim via TIKI? Nggak kering tuh kuahnya?! #soto yang ini soto istimewa cuuy..!!, makanya bisa dikirim via TIKI, ini soto yang dikemas layaknya mie instan, bedanya yang ini bebas obat pengawet...).
Pas aku buka... waaw..., ternyata isinya beberapa bungkus mie instan bertuliskan SOTOJI bernuansa hijau. Aku bagikan sesuai dengan rencana semula : satu untukku, satu untuk sobatku si juragan jamur, dan satu lagi untuk mpok haji di kantin. Tapi..., berhubung pas terima paket banyak temen kantor yang ngeliat, jadi mereka aku bagi, aku kasih jatahku dan jatah mpok haji untuk mereka cicipi, sementara aku hanya bisa melihat mereka menikmati soto aneh ber merek SOTOJI itu (kasihan banget yaah gue..*nyari tissue, siap-siap usap air liur ngeliat temen kantor makan sotoji :D ).

Lalu apa komentar mereka??!, berikut komentar mereka tentang soto jamur khas Depok dengan merek SOTOJI :

# Kata temen-temen kantor :
 

~ Kata si Triono (OB kantor) : ”Bikinnya gampang!!, tinggal siram air mendidih dua gelas, trus masukkan bumbu, minyak soto, dan serbuk cabe nya, SOTOJI siap dihidangkan. Bungkusnya juga bagus, ada lapisan dalamnya, nggak kayak bungkus In**mie dan su***mie yang tipis dan mudah sobek” 
       ~>> (Ya iya laah...!, namanya juga SOTO Jamur Instan, jadi  semua serba instan, nggak usah direbus diatas api juga nggak papa, soalnya jamur nya sudah mateng, bumbunya juga sudah siap saji.., andaipun di rebus, paling cuma 2-3 menit diatas api. Bungkus lapisan dalam itu namanya aluminium foil, berfungsi untuk melindungi bahan makanan agar steril dan tidak mengurangi kualitas dan khasiat makanan).

~ Kata bang Alex (Leader nya para driver) : ”Bumbunya berasa banget, biarpun kuahnya banyak. Apalagi pas gigit  jamurnya, emmm... renyahnya mirip kikil, sayang banget jamurnya cuma sedikit  he he he...”
~>> (oow...!, bumbunya itu bumbu rahasia dan berkualitas, minyak sotonya diracik dengan cita rasa khusus, jamurnya sedikit??!, itu sudah ditakar standar 70 gr, sesuai dengan takaran nilai gizinya, yaitu nilai kalori nya sebanyak 296 kkal, terdiri dari Protein 3%, Karbohidrat 60%, dan lemaknya HANYA 9% SAJA, jadi aman dikonsumsi dan rendah kolesterol, jka ingin lebih banyak jamurnya, bikin saja dua atau tiga bungkus sekali saji, tidak ada efek samping koq... efek sampingnya cuman satu, ”KENYANG” he he he...)
~ Kata pa Sabar (Asst. Mgr. Operasional) : ”Rasanya enak, bisa bikin kenyang dan nggak begitu menyengat di tenggorokan, , cocok nih kalo buat sarapan pagi...
~>> (Masa sih pak??! *maklum saya kan nggak kebagian* wkwkwk, buat sarapan? Ide bagus tuuh, soalnya dari informasi nilai gizi yang tertera pada bungkusnya, SOTOJI itu rendah lemak namun tinggi karbohidrat dan serat, serta kalori nya memenuhi standar kebutuhan kalori dipagi hari, yaitu 296 kkal, cukup lah untuk backup kalori sampai makan siang tiba. Sedangkan produknya 100% halal versi Majelis Ulama Indonesia, dan sudah terdaftar di DEPKES RI No. P-IRT 8043271011186, jadi nggak usah kawatir kalo dikonsumsi setiap hari)

# Komentar mas Imam, si juragan jamur (CEO CV. Isakuiki Agro Mushroom)
~ Oooh.., SOTOJI yaach?!, aku sudah pernah makan, dikasih teman di Bogor beberapa bulan yang lalu, ini kedua kalinya aku nyicipi.
~>> (Koq sudah tau mas..?! sureprise terancam gagal total alias gatot, #Glek! *meringis dan nelen ludah).

Setelah dimasak oleh Nyak Haji diatas api dan siap disajikan dengan campuran telor rebus dan tomat, sambil makan mas imam melanjutkan percakapan :

~ Ini jenis jamur tiram (*menunjukkan semangkuk SOTOJI), kualitasnya sama dengan jamur kuping dan jamur merang, bahan dasarnya dari serbuk gergaji kayu albasiah dan kayu wangon, siklusnya 45 hari sudah bisa panen. Jika dilihat dari harganya, urutannya dari jamur tiram, jamur kuping, jamur merang, jamur kancing dan yang agak mahal itu jamur shitake. Tapi rasanya kalo jamur shitake dibuat seperti ini, akan susah menentukan harga jualnya, kecuali kita bikin dalam jumlah banyak, mungkin bisa lebih murah, makanya saya suka bikin bibit spora jamur shitake hasil racikan sendiri, soalnya kalo beli bibit sporanya dipasaran agak mahal. Tapi intinya semua makanan dari bahan jamur itu bebas kolesterol dan menyehatkan, kecuali makan SOTOJI nya dicampur sama daging he he he...
~>> (manggut-manggut saja *pasrah* ha ha ha...)

~ Ini SOTOJI harganya berapa per bungkus? aku mau pesen dua dus buat dikirim ke kampung, aku lupa mau pesen sama temen ku yang di Bogor waktu itu, nanti bisa ndak aku dipesenin?.
~>> (Waduuh...! saya ndak tau mas, belum tanya sama yang bikin, nanti saya tanyakan yaah..., kalo ndak salah kita bisa pesen online via www.sotoji.com . Tapi yang jelas pabriknya di Bogor, namanya PT. Tri Rastra Sukses Sejahtera, kebetulan ini produk nya teman saya sesama blogger di Depok *kayaknya mas Imam suka banget sama SOTOJI he he he...).

# Komentar Nyak Haji, juru masak kantin di kantor :
~ Pa Huda, kelihatannya enak yaah soto jamur itu...., sayang sekali saya nggak kebagian, saya  nanti kebagian jualan SOTOJI aja deh... he he he.
~>> Iya nyak Haji, nanti saya cari tahu dimana bisa belanja SOTOJI, biar dikantin tersedia. Kalo masalah kebagian mah, saya juga nggak kebagian koq..! he he he...
Sebagai gantinya, saya mau SOTO RASA APPLE saja persembahan dari SOTOJI....! ha ha ha...

Begitulah komentar mereka tentang SOTOJI, semua menu SOTOJI yang dihidangkan ke mereka habis tanpa sisa, bahkan sampai kuah-kuahnya dihabisin sama mereka. Lagu Meggy Zet pun tiba-tiba terdengar seolaah ngeledek, karena aku dan Nyak Haji nggak kebagian SOTOJI (Reff : *sungguh teganya dirimu teganya teganya....) ha ha ha.... :D


Bersama ini saya mengucapkan selamat dan sukses kepada @rsugito dan @sotoji_ yang sudah berhasil menciptakan produk asli dalam negeri bernama SOTOJI (Soto Jamur Instan). Dan sukses selalu untuk komunitas blogger Depok, DeBlogger.

08 Februari 2012

SOTO RASA APPLE, ADA NGGAK YEAA?!


SAUTO adalah kuliner khas daerah kelahiranku, di Tegal-Jawa Tengah. Entah dari mana kata SAUTO itu berasal, yang saya tau, Sauto adalah sebutan SOTO khas daerah Tegal, karena bumbu khas nya yang menggunakan tauco. Seperti halnya kebanyakan soto didaerah lain, bahan dasar utamanya adalah daging, mie bihun, dan sayuran, ditambah dengan bumbu khas rahasia, yaitu tauco. Selain rasanya khas, warung sauto mempunyai kenangan indah yang tak terlupakan seumur hidupku. Di warung soto khas Tegal milik Bp. Daan lah, aku pernah menyatakan cinta ku kepada salah satu pujaan hatiku, makanya setiap kali aku mencium aroma soto, memeori indah itu terngiang di alam fikiranku. Jangankan mencium aroma soto, mendengar kata SOTO saja, pikiranku langsung sensitif mengarah ke masa-masa indah itu (koq jadi curcol siih…?! ha ha…).

Ingin rasanya setiap hari bisa makan soto lengkap dengan aroma dan kenangan idah itu, tapi dengan bahan utama daging, sepertinya tidak mungkin untuk menyantapnya setiap hari, bisa-bisa kolesterolku naik dan tak terkontrol, dikarenakan bahan utama nya yang dari bahan daging dengan kadar lemak tinggi. *Looh!! Koq jadi membuka aib sendiri?! . Meskipun masih kacangan, aku kan termasuk makhluk jenis blogger juga, bukan ahli gizi??!

Sebagai blogger kacangan, aku rajin blogwalking ke beberapa blog untuk sekedar melihat dan belajar tentang blog. Suatu saat disela kegiatan luangku di kantor, aku blogwalking di blog komunitas DeBlogger, yaitu komunitas blogger Depok. Lagi-lagi disitu membahas tentang soto, cuman koq agak aneh yaah soto yang ada di www.DeBlogger.org  itu??! Bahan dasarnya bukan dari daging, tapi dari jamur. ”Eleh eleuuh.. ada-ada aja nih orang bikin soto dari jamur..., namanya lucu lagi!! SOTOJI he he...”, gumamku dalam hati. Rasa penasaran pun tiba-tiba datang pengen ngrasain kayak gimana sih soto jamur itu? (sekalian pengen membangkitkan memori indah saat nembak cewek diwarung soto...*eeeiiaaa..!).


Karena SOTOJI sedang promo dan bagi-bagi soto jamur gratis, aku nggak mau melewatkan kesempatan ini (dasar! muka gratisan ha ha ha...). Aku isi form pemesanan online untuk mencoba ngerasain soto jamur ”gratis” khas Depok itu. Rencananya aku akan bagi ke teman-teman kantor yang kebetulan salah satu temanku adalah pengusaha budidaya jamur, pasti dia tahu banget kualitas jamur hasil olahan SOTOJI (waaw!! Bakal ada ”pembantaian” massal niih dengan pelaku temen gue dan korbannya sudah pasti pada tau laah... he he he *lirik CEO nya PT. Tri Rastra Sukses Sejahtera). Selain temenku, aku juga mau pamerin sama mpok haji di kantin kantor, secara masakan si mpok haji kan sudah dikenal enak seantero kantor, jadi dia pasti bisa menilai kualitas soto ”aneh” asal Depok itu (bakal tambah seru nih acara ”pembantaian” nya..) hmmm.... tunggu tanggal mainnya yaa..., soalnya aku lagi nunggu sample SOTOJI datang ke kantorku... he he...*berdiri nunggu di halte* :p

# BERSAMBUNG...
selanjutnya di >>> SOTO RASA APPLE, ADA NGGAK YEAA?! (Bagian - 2)