29 September 2011

Mengisi Liburan Pendek Di Kota Tua


Mau dirumah saja? Bete. Mau ngetrip luar kota? Nggak cukup waktu...
Ditengah kebingungan mengisi liburan di akhir pekan nanti, tiba-tiba smarthphoone ku bergetar, perlahan aku lihat, ternyata sebuah pesan singkat  BB dari seorang teman mengabarkan bahwa seorang sahabat dari Bandung akan berkunjung ke Jakarta, dan minta ditemani jalan ke monas dan komplek wisata kota tua di pesisir Jakarta. Berita itupun tersebar di forum group jejaring sosial tempat kami berkumpul dan berdiskusi jika akan merencanakan perjalanan luar kota. Sontak komentar dan sahutan mengisi forum diskusi yang biasa kami pakai. Ada beberapa sahabat backpacker yang dapat meluangkan waktunya untuk Dhea, si sahabat backpacker asal Bandung yang ingin keliling kota tua di hari minggu nanti.

Sepakat meeting point di stasiun kota, kami pun bertemu disana pkl. 10:00 wib. Sebanyak 7 orang termasuk si Dhea, kami berkumpul. Sambil menunggu sore hari untuk bersepeda ria, kami sepakat untuk keliling museum Fatahillah setelah sebelumnya menyantap makanan dan jajanan khas yang dijajakan oleh pedagang di sekitar komplek  museum dan kota tua. Senang rasanya bisa kopdar dan mengejewantahkan semua ekspresi dalam dunia nyata setelah sekian lama kita bergaul, bercakap, bersenda gurau hanya di dunia maya. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah museum Fatahillah. Dengan hanya membayar tiket Rp. 2.000/org kami berkeliling komplek museum dan gambaran masa lampau mampu menembus alam ilusi kami begitu kami berada di komplek museum.

Tak terasa waktu sore yang dinantikan datang. Bersama itu pula, satu lagi sahabat backpacker datang. Lengkap 8 sahabat backpacker berkumpul, 4 cowok, dan 4 cewek. Kami bersiap keliling dan menikmati suguhan pemandangan kota tua dengan menggunakan sepeda onthel. Sewa sepeda Rp. 25.000 per 2 orang berboncengan, plus aksessories topi khas menir dan nyonya Belanda, ditambah dengan seorang guide yang siap menunjukkan eksotisme pemandangan kota tua yang bersejarah. Kami menuju 5 lokasi bersejarah yang menceritakan cikal bakal terbentuknya sebuah kota bernama Jayakarta atau dikenal didunia dengan nama Jakarta, yaitu : Pelabuhan Sunda Kelapa, Dermaga, Museum Bahari, Jembatan Merah, dan Toko Merah.
Berikut cerita bergambar nya :
Di pelataran museum Fatahillah
 Dek Kapal yang bersandar di Pelabuhan Sunda Kelapa
 Diatas Kapal - Pelabuhan Sunda Kelapa
 Toko Merah, 
Salah satu bangunan bersejarah dan saksi bisu pembantaian oleh tentara Jepang
 Ujung Kapal Pelabuhan Sunda Kelapa
 Bersepeda di area Pelabuhan Sunda Kelapa
 Jembatan Merah
Saksi bisu pembantaian massal warga Indonesia Tionghoa oleh tentara Jepang
Es Potong,
Jajanan khas area museum Fatahillah dan Kota Tua


Salam backpacker,
Posting Komentar