09 September 2011

Hujan Kue Oleh-Oleh Mudik

Pasca liburan Iedul Fitri atau liburan lebaran adalah masa-masa yang mengesankan. Tak terkecuali suasana pertama kali saya masuk kerja. 
Selain kantor masih sepi, aktifitas kerja juga masih belum begitu terasa. Yang terasa adalah suasana halal bi halal dan salam-salaman antar karyawan. 
Suasana itu semakin mendekatkan hubungan kerja, baik itu dengan rekan sekerja, dengan atasan, atau dengan bawahan kita. Semuanya membaur jadi satu. 
Dan yang lebih mengasyikkan adalah banyak sekali kue lebaran dan makanan oleh-oleh khas daera kampung halaman rekan kerja yang mudik. *Waaaw…, jiwa ngemil saya langsung tumbuh dengan sendirinya xixixixi….*

Ini dia oleh-oleh khas daerah yang sempat dibawa oleh para karyawan di kantor tempat kerja saya :

Aneka kue kering ini adalah kue khas daerah jawa, biasanya kue ini tersaji di atas meja tamu pada saat lebaran atau hajatan dan acara sakral lainnya di Jawa. Kebanyakan rasanya adalah manis, karena sesuai dengan filosofi jawa, rasa manis adalah simbol dari silaturrahmi atau kekeluargaan dan hubungan yang harmonis. Kue ini kadang diikut sertakan dalam acara lamaran atau menyambut tamu, baik itu menyambut besan, anak mantu, atau sanak family.

Dari namanya sudah bisa ditebak asal dari makanan khas ini. Yups! betul sekali, ini adalah empek-empek, makanan khas daerah Palembang. Bukan orang Palembang namanya jika tidak mengenal dan pernah mencicipi makanan ini. Kue ini terbuat dari daging ikan dicampur dengan adonan tepung dan beberapa rempah rahasia kemudian dikukus. Empek-empek selalu disertai dengan kuah berwarna coklat kehitaman, rasanya manis pedas. Otak-otak ikan sebagai bahan empek empek diiris sesuai selera kemudian disiram dengan kuah. Makanan ini paling enak disantap bersamaan dengan kerupuk ikan Palembang.

Kerupuk ini khas daerah Palembang dan Sumatera, terbuat dari daging ikan yang digiling kemudian dijemur kering dan digoreng. Kerupuk ini selalu ditemani dengan sambal khas Palembang yang rasanya sangat pedas. Cara makannya sangat mudah, kerupuk dicolet dengan sambal dan rasa nikmat dilidah langsung begitu terasa setelah keduanya bercampur dalam kunyahan. Yang menghawatirkan ketika makan makanan ini adalah efek mulas dan rasa pedas yang ditimbulkan. Bagi anda yang fobia dengan sambal sebaiknya makan kerupuk ini solo, alias tidak bersamaan dengan sambalnya.

Jangan mengira ini teripang atau bintang laut yaah..?? ini adalah kue wijen, asal kue ini adalah dari Jawa. Konon orang Belanda sampai terheran-heran jika melihat kue ini. Mereka berfikir bahwa orang Indonesia itu telaten dan sabar, koq bisa-bisanya orang Indo nempel-nempelin biji wijen di dalam makanan ini satu persatu??. Padahal jika kita lihat proses membuatnya, adonan yang sudah dibentuk silinder itu cukup digulingkan ke dalam kumpulan biji wijen baru kemudian digoreng, maka semua biji wijen akan menempel dengan sendirinya (once’ banget yak itu orang Belanda!! lebih once' lagi orang Indonesia, mau-mau nya dijajah sama orang once’ macam Belanda itu… he he he).

Asal kue ini adalah daerah Madiun, namanya Brem. Kue ini terkenal karena rasa menggigit pada saat dilidah. Rasanya agak dingin dan dan aroma fregmentasi begitu terasa saat di dalam mulut. Cara membuatnya saya kurang begitu tahu, tapi yang jelas makan kue ini tidak membuat perut kenyang, karena kue ini jika sudah basah di mulut langsung hilang dan mengempis, yang tertinggal hanya aroma fregmentasi dan rasa khas di lidah.

Dan sampai hari ini, masih ada beberapa orang yang belum menunjukkan batang hidungnya alias masih cuti. Artinya masih ada harapan lagi nih oleh-oleh khas daerah yang bakal di jembrengin di meja kantor… asiiiik!!! Kerja santai, ngemil jalan terussss…. ha ha ha....

Ngomong-ngomong, bagaimana suasana pasca lebaran di tempat kerja anda?, bagi ceritanya disini dooong…, kalo bisa bagi oleh-oleh juga yaah…? he he he…
Posting Komentar