14 Juni 2011

Explore Sawarna - Part 1 - Perjalanan 2 Hari 1 Malam ke Sawarna - Banten

Desa Sawarna - Hidden Paradise Kec. Bayah - Kab. Lebak - Propinsi Banten

Perjalanan ini diawali dari keisengan sebuah thread di situs komunitas anak-anak backpacker http://www.backpackerindonesia.com, diprovokasi oleh seorang backpacker dari Bandung yang diikuti oleh puluhan follower hingga halaman thread itupun sambung-menyambung hingga 13 halaman (kayaknya mereka pada terhipnotis dengan daya tarik desa terpencil disebelah selatan kecamatan Bayah - Kab.Lebak - Banten itu), disebutkan di thread bahwa mereka ngebet banget pengen ke Sawarna, sebuah pantai karang yang masih 'perawan' dengan pemandangan eksotis yang belum terjamah oleh kebanyakan orang dan tempatnya berada dibalik perbukitan di wilayah kecamatan Bayah, kabupaten Lebak - Banten. Entah kenapa para backpacker begitu penasaran dengan desa terpencil tersebut, aku nggak begitu mengerti, aku cuma bisa merasakan pada diriku saja, aku yang hobi jalan ke tempat ''aneh'' merasa tertantang dengan letak geografis dan akses jalan menuju kesana yang kabarnya sangat berliku, berada 12 km dari Kecamatan Bayah dengan lebar jalan hanya kurang lebih 3 meter saja. Melalui forum BPI, kami sepakat untuk ke sawarna dengan berkelompok dengan anggota mencapai 23 orang, lumayan banyak untuk ukuran trip 2 hari 1 malam. Jadilah si Abi dari Bandung dan Farida dari Jakarta menjadi koordinator untuk masing masing kelompok daerah terebut. Kelompok Jakarta sepakat untuk meeting point pertama  di terminal Barangsiang Bogor dengan jumlah peserta mencapai 19 orang, dan kelompok Bandung sepakat untuk meeting point pertama di terminal Bandung, ber anggotakan 4 orang. Aku ikut kelompok Jakarta.

Berawal dari iseng posting di thread http://www.backpackerindonesia.com 

Selepas kerja hari Jum'at pkl. 17:30wib, aku langsung menuju bogor, tepatnya di KFC Bogor, seberang Boqer (Botani Square), disana aku bertemu dengan 18 anggota komunitas BPI lainnya. Kamipun saling berkenalan dan bercakap satu sama lain sekedar untuk saling meng akrabkan sambil menikmati renyahnya  ayam goreng KFC di seberang Botani Square, Bogor. Maklum komunikasi kami selama ini hanya mengandalkan yahoo masager dan BBM melalui akses internet gratisan dari kantor untuk koordinasi dan persiapan (nggak modal banget siiich he he he). Pkl. 21:00 kamipun menuju terminal untuk mencari bus jurusan pelabuhan ratu, agak susah untuk mendapatkan bus pada jam segitu (jam malam bagi para waria untuk beroperasi wkwkwk), beruntung kami masih bisa mendapat bus di atas jam 9 malam, karena menurut informasi dari beberapa diskusi kami di thread forum, bus dari Bogor tujuan Sukabumi hanya sampai pkl. 21:00 saja. Bus kami berangkat pkl. 21:40 wib menuju kota pijat alat kelamin pria yang terkenal itu (mak erot maksudnya, xixixi). 
Tolong dicateeet!! yang ini bukan pasien nya mak erot, tapi anak BPI yang akan meng explore Desa Sawarna.

Sepanjang pejalanan kami diiringi dengan canda tawa dan banyolan segar ala komunitas, hingga suasana pun mencair dan penyatuan aura backpacker mulai terasa, aku mulai hafal dengan nama-nama teman baruku itu, hafalanku dimulai dari bentuk postur tubuh yang unik, bentuk penampilan, nama unik dan awam terdengar, sampai seringnya aku memanggil nama mereka untuk latihan meghafal buat mulut, serta yang paling unik dalam strategi meghafalku yang sering aku gunakan adalah memancing perubahan ekspresi lawan bicara, baik itu lewat sharing pegalaman, banyolan, sampai cara ter extreme yaitu "ngecengin".  
Bagiku cara itu sangat unik karena sangat sejalan dengan cara alami organ tubuh bekerja. Tak terasa kami sudah sampai di sukabumi, nyaris sebagian besar dari kami tidak ada yang tidur, mungkin karena suasana asik, atau karena menegangkan sebab si sopir mebawa kendaraan dengan lumayan extreme tidak sebanding dengan medan yang kami tempuh, sampai terjadi kempos ban dua kali sebab over acting si sopir yang mungkin nyetirnya sambil bervisualisasi layaknya maen game di PS, kempos ban sekali di tengah bukit dan hutan jati serta jauh dari penduduk, pada saat itulah tiba-tiba kami dipalak oleh si kenek, dengan ikhlas masing-masing kami megeluarkan kocek pribadi, aku keluarkan selembar uang duapuluh ribuan, begitupun dengan teman-teman yang lain, agaknya kami pasrah dengan ulah si kenek yang "memalak "kami he he he  (ya! Betul sekali, ongkos bus eko dari terminal Bogor menuju terminal pelabuhan ratu adalah Rp. 20.000,-) bus pun kembali berjalan menyusuri bukit dengan jalan berkelok dan naik turun, si kenek mulai sibuk menghitung hasil 'palakan' sementara si sopir asik dengan melanjutkan visualisasinya bermain game 'daytona' alias ngebut seenak perutnya, semetara kami sebagai penumpang dibuat berdetak jantung (katanya anak petualang, ternyata cemen juga... Xixixi) menjelang tiba di terminal pelabuhan ratu, tiba-tiba ban depan kempos lagi,  untung saja si kenek punya ban serep dua biji, sambil nunggu si sopir dan kenek 'kerja bakti' masang ban (rasain loe capek! Makanya jadi orang jangan suka malakin, apalagi kerja sambil maen PS! belepotan deh tu kerjaan kalian! Wkwwkwk), kamipun mulai nunjukin perangai asli kami, masing masing personil mengeluarkan 'senjata' nya, dan memasang paras 'artisnya', dan tak lupa membuang rasa 'malu-malunya', tak dikomando kami foto-foto dengan background yang sama sekali tidak masuk kategori finalis lomba foto, yaitu armada bus eko lengkap degan adegan kenek dan sopir yg sedang berjibaku memasang ban serep, kami cuek (dasar, para binatang film dadakan..., Ups!, salah! bintang film maksudnye...)

 Si kenek dan sopir lagi betulin ban, salah sendiri tuch pake acara ngebut segala, capee deech!!

Karakter asli peserta mulai pada keluar disini...

Bus pun kembali berjalan dan berhenti di depan sebuah ruko tempat kursus bahasa inggris, 100meter sebelum terminal pelabuhan ratu, ternyata itu tempat yang dibilang Dita di halaman forum BPI, Dita menyambut kami dengan ramahnya, padahal waktu menunjukkan pkl. 00:40wib, tapi senyum Dita tetep indah menyambut kami dan mempersilahkan kami masuk dan naik ke lantai dua. Di ruangan yang biasa buat kelas kursus itu kami melepas lelah, setelah menempuh perjalanan selama 3 jam. Padahal normalnya 4-5 jam, berhubung yang bawa mobil, si kenek, dan penumpangnya adalah orang yang 'nggak normal', maka ketidak normalan waktu pun terjadi pada kami, kali ini hipotesa nya si Einstein tentang relatifitas terbukti tanpa kami minta (qiqiqiqi... Sok akademis banget sich gue...!, kocaknya kalian sebagai pembaca ngikut aje lagi !! Dasar, ternyata yang nggak normal bukan hanya sopir, kenek dan penumpang bus, tapi pembaca juga ikutan nggak normal...!! Wakakaaakakak...).

Kamipun berkumpul di ruang kerja Dita yang lumayan luas, bebas, dan nggak banyak aturan, tapi aturan seolah tercipta dengan sendirinya, Dita pun merasa senang dengan kondisi itu. Ditengah obrolan dan percakapan kami, Dita mengeluarkan 2 buah kotak, ternyata isinya martabak, he he he ini dia makanan khas tengah malam..., kayaknya Dita tahu banget kondisi kami yang habis dibuat jantung dagdigdug selama perjalanan akibat ulah si supir itu, karena jantung kami berdebar, maka aliran darahpun semakin cepat, sehingga sel-sel darah semakin kuat menghisap persediaan protein dalam tubuh kami, sudah bisa ditebak efek dari bekurangnya cadangan protein itu, yaitu L to the A to the P to the A to the R (wakwakakaakkkk, bilang aje mau ngambil dan minta  martabak yang dibawa Dita!, pake acara muter-muter  keliling monas tujuh kali cari alesan, huuuh! dasar anak ilang!, eh, anak petualang maksudnya....), tak berapa berselang, rombongan si Abi dari Bandung tiba dan bergabung dengan kami, maka lengkap sudahlah personil kami sebanyak 23 orang yang siap mengeluarkan jurus kekuatan bulan, ups! bukan ding!!, maksudnya siap meng explore sebuah desa dengan pemandangan eksotis namun belum mendapat perhatian pemerintah bernama SAWARNA.

Personil kami yang siap meng explore Sawarna sebagai berikut :

Pasukan Bolang (Bocah ilang ha ha ha...)
1. Abah Bandil (Jakarta)
2. Abie (Bandung)
3. Agung (Tangerang)
4. Ambar (Tangerang)
5. Boby (Jakarta)
6. Cendy (Jakarta)
7. Dea (Bandung)
8.
Dedy (Jakarta)
9. Dita (Bandung)
10. Dita (Pelabuhanratu)
11. Esthi (Depok)
12. Farida (Jakarta)
13. Fariz (Bogor)
14.
Fitri (Jakarta)
15. Gugum (Jakarta)
16. Huda (Jakarta)
17. Iwan (Jakarta)
18. Lulu (Ciledug)
19.
Surya (Jakarta)
20. Syarief (Tangerang)
21. Tata (Jakarta)
22. Taufik (Bandung)
23. Widy (Jakarta)
24. Zaki (Tangerang)

(Cerita ini bersambung, karena yang nulis dan temen-temennya yang terdaftar diatas mau pada istirahat dulu di tempatnya Dita, besok pagi di terusin lagi dengan seribu kisah yang menarik, dari mulai jalan darat berkelok yg hanya selebar 2,5 meter dengan sebelahnya jurang, naik bus di atap dan di stop sama polisi, kisah kaki yang meginjak tai kebo yang berceceran di pantai karang, dan kisah perebutan pelanggan penginapan oleh penduduk lokal, gue bobo' dulu yee...! Zzz...... Zz...  zZ... ZzzzZ.....)

Next Story.... 

7. Karaoke, BBQ, dan gempa Bumi
8. Pantai Pasir Putih
 
Sedikit bocoran ajah... ini dia visualisasinya :

Kampung Cikawung, desa Sawarna Kecamatan Bayah - Kab. Lebak - Propinsi Banten

Laut Sawarna dengan pantainya yang masih "perawan"

Daerah pesisir Pelabuhan Ratu, 
surga yang tersembunyi dibalik kebudayaan masyarakat pasundan

Home Stay / Rumah singgah Sawarna Beach, 
Penginapan dengan rasa Bos, tapi harga anak kost.

Goa Lalay atau rumah kelelawar, 
Dapat disusuri sepanjang kurang lebih 50 meter dengan ketinggian ornamen stalagmit 3-5 meter diatas kepala.

Suasana Desa yang asri dan masih alami, 
kebo adalah simbol kemakmuran dan "keprawanan" sebuah desa.

Sunset di tanjung layar

Jembatan gantung sebagai pintu gerbang desa Sawarna

Percikan ombak dengan air bening dan segar 
seolah menantang para petualang untuk memperhatikan mereka.

Kelompok Bermain "Bolang" yang tidak diakui anak oleh orang tuanya
(karena merasa senasib, jadi deeh kelompok ini he he he...)

2 komentar:

  1. Keren.

    Penulisnya imajinatif.

    Salaman sesama orang gak normal.

    Saya kesana lebaran 2012 ini.

    Terima kasih

    BalasHapus
  2. terimakasih gan sudah mampir...
    salam kenal :)

    BalasHapus

Tinggalkan jejak anda dengan mengisi komentar dibawah ini, supaya saya tahu anda pernah mampir ke sini, lain waktu saya yang akan berkunjung balik. Matur suwun....