16 Juni 2011

Explore Sawarna - Part 3 - Home Stay / Penginapan Di Sawarna

Muara Sungai sebagai gapura Desa Sawarna, coba deh kita bandingin dengan "Muara angke", gubraxx!! bahasanya sadis ach!!

Setelah melepas penat dan mengembangkan pantat sejenak setelah pantat ini tepos gara-gara kelamaan duduk di dalam kendaraan Elf dari terminal pelabuhan ratu hingga ke Desa Sawarna yang masih 'perawan' (apalagi pake acara pompa jantung berjama'ah gara-gara kondisi jalan yang extreme), rombongan kami berjalan menuju home stay Iteung (nama samaran, menjaga nama baik yang punya home stay) yang sudah dibooking oleh Esthi and the genk via telpon beberapa hari sebelum pemberangkatan. Tercium aroma pesisir yang khas dan mudah dikenal oleh insting hewani yang Tuhan anugerahkan kepada kami sebagai anak jalanan (kata mas bro Plato, manusia adalah binatang yang mempunyai otak, jadi gue and the genk juga termasuk binatang juga, tepatnya marga mamalia kali yaah?? Qi qi qi..., ada-ada saja filosofi nya Raden Mas Plato Kusumo Atmojo Mangkunegoro Raiso Toto ck ck ck...*perasaan nama plato nggak sepanjang itu dewh...).

Dia keukeuh nggak mau nglepas kacamata nya, gue bilang : "Hey, entar orang pada salah sangka disangka loe tuh Mak erot si tukang pijit itu..., mendingan lepas aja deh...!"  eeehh dianya kagak mau.. he he he www.cuek.com

Satu demi satu rumah penduduk kami lewati, agak sepi siih..., hanya ada beberapa ibu-ibu yang kadang berada di teras rumah, kami pun menyapanya dengan ramah, dengan harapan si ibu tahu kalo kami adalah pendatang (gak usah gitu juga si ibu sudah tauwww kallleee' secara dandanan kita kan 'aneh' dan sedikit yeleneh bagi mereka, si cendy yang pake 'u can see'; bobby dengan topi khas komunitas 'geleng-geleng' alias tripping nya; gue dan fitri dengan gaya rompi bak reporter acara 'jalan-jalan' nya trans7 he he he balik ke situs www.ngarep.com dah...!; iwan dengan gaya akademis dan aktifis; agung dengan gaya fotografer yang nenteng tripod segede tongkatnya mbah kakung tapi kalo pake jenggot jadinya mirip osama bin laden siih...he he he; si imut bau marmut  zaki yang pake handuk di kepala yang mirip tukang becak di Malioboro; si 'paha belalang' Tata dan si pendiam taufik  yang mirip peragawati dan artis sinetron; si Lulu dengan kacamata hitam plus payung mirip ade juwita mau ngem-si bareng Tata Dado; sarip,abie,gugum dan Widi dengan gaya orang pinter lengkap dengan kacamata minus; surya dan dedi yang mirip cukong di glodog karena matanya ilang kalo lagi ketawa hi hi hi...; fariz yg dower kayak anak mamah yang masih pake celemek air liur;  serta Farida, Esthi, Dea, Ambar dan kawan-kawan yang mirip komunitas majlis taklim pimpinan mamah Dedeh; cuma si abah doang yang mirip penduduk lokal; he he he.... yang nggak disebutin jangan berkecil hati ya, ntar gue beli'in balon sama permen gulali deh... he he he).

Sepuluh menit berlalu kami tiba di home stay ibu Iteung, agaknya ibu Iteung nya udah siap siap dengan serbuan pasukan satu pleton pimpinan jendral Abie dewh, soalnya disana sudah disediakan kursi plastik bak acara sunatan (habisnya tu atap pake seng asbes membentang di halaman rumah bu Iteung, udah gitu meja panjang dipalangin di tengah-tengah kerumunan kursi khas hajatan ha ha ha...).

Setelah Esthi dan Abie terlibat perbincangan serius dengan ibu Iteung, agaknya ada miss komunikasi antar keduanya, padahal harga sudah jadi yaitu 80 ribu/kepala sudah termasuk service makan 3 kali dalam sehari (sekali lagi hantu jeruk purut dapet gratisan karena dia kan ga pake kepala?! Wa ka ka ak), ternyata pesanan kamar kita tidak sesuai dengan jumlah kamar yang ibu Iteung sediakan, ibu Iteung hanya punya 5 kamar dengan kapasitas 3 orang maksimal, sehingga 15 "makhluk aneh" aja yang bisa menghuni, sedangkan 8 makhluk lainnya mau tinggal dimannaa?! Di gua?? Nggak mungkin kaan??!, padahal info jumlah makhluk asing yang mau ke tempat bu Iteung sudah disampaikan jauh hari sebelumnya, yaitu 23-28 nyawa. Itulah alasan Esthi kenapa bersitegang dengan ibu Iteung. Kami sebagai penonton jadi bingung, kira-kira jambak-jambakan nggak yaaa...??, ternyata penonton kecewa, adegannya cuma cekcok mulut ajah saling adu argumen, nggak seru ah!! he he he *)ekspresi kecewa sambil monyongin mulut

Tiba-tiba si Abie mengajak saya untuk keluar dari kawasan adegan bu Iteung dan Esthi. Kami ditelpon oleh abah, ternyata si abah dapat rekomendasi dari sohibnya tentang penginapan yang bagus sekelas selera bos tapi harganya sekelas anak kost kayak kita-kita (KIIITTAA'?!, loe aje kali, gue engak!). Si abah agaknya sudah deal dengan harga, ketika gue sama Abie sampai di sana, ngga pake adegan "jambak-jambakan" segala, secara si Abie cukup 'kuul' orangnya (kulkas!! wk wk wk). Semetara rombongan bersama Esthi, kami mengurus uang sewa home stay rekomendasi sohib si abah bernama 'Sawarna Beach'. Kami berterus terang mengenai kejadian akting nya Esthi di panggung sebelah, dan pihak pengelola home stay 'Sawarna Beach' agaknya ngerti'in dan bersedia memberikan uang 'kerohiman' kepada home stay 'Iteung' yang batal karna kurangnya fasilitas kamar tadi. Kamipun lega, karena lagu ebit sudah selesai dinyanyikan berjudul 'badai sudah berlalu' he he he.... Semua teman yang masih nonton pertunjukan di rumah Ibu Iteung segera membubarkan diri untuk migrasi ke home stay 'berkelas' bernama 'Sawarna Beach', dengan fasilitas komplit, ada karaoke, lapangan badminton, saung, dan yang paling eksklusif adalah lapangan tenis waaaw..!! jadi ngileer.... (pake tenis meja tapinya , gubraxx!! pembohongan publik neeh!!). 
Ini dia Home Stay yang recomended menurut kami, gambar ini titipan dari dayang-dayang kami bernama mas Ade, dia bilang home stay ini belum di publish di internet, itung-itung bantu mas Ade deeh, biar mas Ade bisa menafkahi keluarganya di Bogor dari bekerja menjadi "abdi dalem"  di Home Stay ini.

Kita berasa ikutan kuis fenomenal terbaru bernama "big brother" yang lagi nge trend di stasiun TV swasta itu, satu wilayah villa kami kuasai sepenuhnya termasuk dayang-dayang villa bernama mas Adi, mas Roji, dan si teteh berdua (namanya nggak tau tuh si teteh aja manggilnya biar akrab, *) ssstt...! padahal ngarepin dapat menu makan enak wakakkakak dasar anak jalanan, selalu minta perbaikan gizi dengan alasan pasal 34 UUD 1945, abisnya pasal itu nggak ada kabarnya siiih...?! Lagi traveling ke Eropa dan Yunani kali tu pasal xi xi xi xi). 
Narsis di depan penginapan "Sawarna Beach"

Setelah dapat kamar masing-masing, kamipun memasuki kamar dengan gaya lebay kayak si bos mau meeting penting, kami langsung sibuk dengan urusan pribadi, ada yang mandi, ada yang maen tenis meja, ada yang ngobrol dengerin sharing perjalanan sebelumnya yg dilakukan teman-teman backpacker dari lokal sampai lintas benua, ada juga yang mengabadikan momen dengan megandalkan "senjata" kebanggaan dan kebesaran masing-masing, beragam pengalaman kami dapatkan, dari situ kami mengenal karakter antar peserta (nggak usah sewa instruktur training segala buat nge akrabin, kita-kita sudah saling ngerti aja koq... *sombong mode ON deh! ).

Hanya sehari disini, budaya Baduy sudah tertular ke kami

Setelah semuanya mandi, kamipun berkumpul di ruang karaoke yang di desain untuk ruang kumpul makan dan santai, kamipun menyantap makanan yang di sediakan oleh dayang-dayang kami (si teteh maksudnya he he he). Walaupun makanannya sederhana, tapi aroma kebersamaan membuat makanan itu berubah menjadi saangaat nikmat, kami melahap makanan kurang dari 15 menit, sisa waktu kami gunakan untuk banyolan dan meeting point menyusun perjalanan untuk meng explore maksimal surga tersembunyi bernama "SAWARNA".


Kami sepakat untuk ke Goa lalay terlebih dahulu (secara...!, namanya juga goa, umumnya kan usianya paling tua, jadi itung-itung "sowan" ke peradaban yang paling tua dulu kali yaah.... *hanya menebak-nebak aja he he). Bukan itu sih... maksudnya biar pas sore kita bisa dapet sunset di tanjung layar, dan malamnya bisa kembali ke base camp Sawarna Beach untuk makan malam, BBQ, dan berkaraoke ria sambil ngebanyol dan ber suka ria melepas kepenatan. 


Kayaknya ceritanya bersambung lagi deeh... Sudah hampir nyampe tempat kerja neeh!  Ntar nyambung lagi di edisi cerita yang lebih seru. Ini dia bocoran kisah selanjutnya :
5. Karaoke dan BBQ
6. Surfing di Pantai Pasir Putih

Berikut visua
lisasi nya : 

 Gapura "Sawarna Beach" Home Stay

Wellcome to "Sawarna Beach"  home stay

Lobby Home Stay (halah!! kayak hotel saja, pake loby segala)
 Saung di home Stay "Sawarna Beach"

 Karaoke, plus operator alias DJ nya juga tersedia

 Lapangan Badminton, disediakan juga alat-alat nya
View Landscape di lantai dua Home stay "Sawarna Beach"


15 komentar:

  1. Informasinya sangat membantu...
    Rencana mw kesana minggu depan...
    Tapi masih blm dpt homestay yg cocok, karena yg ikut banyak seh hehe ^_^
    Thx, bwt infonya...
    -LP-

    BalasHapus
  2. Terimakasih sudah mampir...
    untuk info home stay, bisa dilihat di foto postingan diatas dengan judul/caption >> "Ini dia Home Stay yang recomended menurut kami, gambar ini titipan dari dayang-dayang kami bernama mas Ade, dia bilang home stay ini belum di publish di internet, itung-itung bantu mas Ade deeh, biar mas Ade bisa menafkahi keluarganya di Bogor dari bekerja menjadi "abdi dalem" di Home Stay ini". atau bisa conference by YM atau FB saya...,selamat menikmati alam Sawarna,...

    BalasHapus
  3. infonya membantu banget..tapi pengen tauu tarifnya permalem berapa???

    BalasHapus
  4. Home Stay nya ini nampung brp Orang ya? 70an orang bisa ga?
    trus kira2 bus gede yg 60seat itu bisa ke jalur Home Stay nya ga ya?

    makasih
    rinaaj.blogspot.com

    BalasHapus
  5. untuk info harga berkisar 80-100 ribu, untuk homestay sesuai cerita diatas kira kira bisa menampung 50-75 orang. karena homestay nya lengkap dengan saung juga

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. itu 80/100 perkamar apa per orang dan perhari ya

    BalasHapus
  8. boleh minta cp nya ga bro? thx ya

    BalasHapus
  9. boleh minta cpnya gak brooo

    BalasHapus
  10. CP pemilik homestay ada di foto postingan diatas :)

    BalasHapus
  11. Dekat dari pantai nggak yaa?

    BalasHapus
  12. kalo boleh tau...yg surfing dsana udah aktif belum yahh...
    oiyaa itu cp nya asli yahh
    ..matur suksma..

    BalasHapus
  13. sudah gan..., CP nya sesuai pesan yang punya homestay... yang itu gan

    terimakasih ya sudah mampir...

    BalasHapus

Tinggalkan jejak anda dengan mengisi komentar dibawah ini, supaya saya tahu anda pernah mampir ke sini, lain waktu saya yang akan berkunjung balik. Matur suwun....