16 Oktober 2010

Untukmu Gadisku

Wa’alaikum salaam warohmatullahi wabarokatuh...

Bismillah....

Kabarku baik dan sehat selalu, Dia tak hentinya memberikan rahmat dan karuniaNya kepadaku, salah satu rahmat teragung Nya adalah ketika membaca email kamu..., hati ini laksana rumput ilalang tandus yang mendapat tetesan embun, sang ilalang merasa masa depannya tergambar indah, suatu hari nanti dia bukan saja mendapatkan setetes, namun akan menemukan oase di lingkungannya yang tandus.
Tak sia-sia sang ilalang menghadapi tandusnya lingkungan sekitar, mencoba bertahan dalam kesendirian, merelakan sang awan pergi menjalankan tugas dari sang Pencipta untuk memberikan kesejukan kepada makhluq Nya yang lain, ilalang seolah membiarkan sang awan berkelana, bukan sang ilalang tega membiarkan sang awan sendiri, tapi karena sang ilalang tahu bahwa mengenal makna hidup itu lebih utama daripada menikmati hidup bagi si awan, ilalang tidak ingin sang awan ragu dalam menjalankan tugas dariNya, dia ingin sang awan menjadi lebih kokoh menghadapi kencangnya angin kehidupan.

Kerelaan sang ilalang adalah bentuk rasa cintanya kepada sang awan, karena cinta adalah kebebasan, bukan kungkungan, cinta adalah ekspresi, bukan bualan, cinta adalah kekuatan dan anugerah dariNya yang mampu mengembalikan sesuatu yang pergi untuk kembali membawa kesejukan dan keindahan. Itulah seni mahakarya dan terindah dari Nya.

Sang ilalalng seolah sendiri tanpa kawan ditengah padang tandus yang luas, bertahan dengan segala ganasnya lingkungan sekitar, membiarkan air mata rindu terurai dan tak jarang dalam pandangannya muncul sang awan yang dia rindukan, namun ternyata hanya kamuflase, dia tertipu dengan awan kamuflase. Keyakinan dan kepercayaannya menjadikan dia tetap bertahan bahwa suatu hari nanti sang awan akan memberinya kesejukan. Dan andaipun sang awan tak kembali, dia siap merelakannya jika memang itu kehendakNya.

Namun hari ini, sang ilalang telah membuktikan bahwa sang awan juga memiliki rasa yang tidak berbeda dengan nya.

Sungguh indah karunia Nya, Dia telah menurunkan rahmat dan cintaNya kepada dua makhuq itu.... Semoga keduanya mampu menjaga rasa cinta dariNya, hingga berakhirnya episode kehidupan, dengan bekal pengalaman dan pengorbanan tulus hanya untuk Nya.

Cinta itu memberi, bukan hanya menerima,
Cinta itu kerelaan, bukan hitungan,
Cinta itu mendekatkan, bukan menjauhkan,
Cinta itu mendamaikan, bukan permusuhan,
Cinta itu keikhlasan, bukan harapan,
Cinta itu mendidik dan mengarahkan, bukan menyesatkan,
Cinta sejati bukan untuk dibawa, tapi untuk membawa,
Cinta itu bukan diukur dari jarak, tapi dari hati nurani
Cinta sejati tidak membutakan, tapi menyediakan penerang,
Cinta sejati merubah menuju kebaikan, bukan merubah menuju kesesatan,
Cinta sejati berujung kepada ridhoNya, bukan murka Nya,

Indahnya jika Cinta itu telah datang
Bagai oase di tengah padang tandus nan gersang
Semoga cinta itu tidak membutakan, tapi menjadi penerang kehidupan
Bagi dua makhluq berbeda yang dianugerahkan olehNya.
Aamiiin....

Salam hangat penuh Cinta untukmu,

^_^

~ Hoeda ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan jejak anda dengan mengisi komentar dibawah ini, supaya saya tahu anda pernah mampir ke sini, lain waktu saya yang akan berkunjung balik. Matur suwun....