28 Oktober 2010

Nasi Kucing / Meong Rice (The Real Indonesia's Kuliner)

Adalah makanan khas kaum pinggiran yang lumayan memberi kenangan bagi kaum urban. Bentuknya nasi bungkus dengan lauknya yang beraneka ragam, dari mulai ayam, jeroan, pindang, teri, telor dll. Mengapa disebut nasi kucing? bungkusan nasi ini seukuran makanan kucing, berisi nasi satu kepal tangan orang dewasa, dengan pilihan lauk sederhana dan seadanya, namun memiliki cita rasa yang khas.

Minuman yg ada pun unik, yaitu wedang ronde, wedang jahe dengan jahe merah yang dikenal bagus khasiatnya bagi stamina tubuh, susu, dan teh manis yg semuanya dihidangkan sesuai dengan selera pembeli. Yang menjadi ciri khas adalah bentuk warungnya yg sangat mudah dikenali, yaitu gerobak dengan tenda terpal sebagai hijab atau penutupnya, keunikan lainnya adalah cara memasak air untuk minuman, masih menggunakan kayu bakar, yaitu kayu jati ditambah arang batok kelapa, membuat rasa minumannya begitu khas dilidah dan mudah dikenali.

Kondisi penerangan ygseadanya membuat warung nasi kucing sangat mudah dikenali, biasanya menggunakan ''ceplik'' (lampu tempel) yang kadang terkesan angker, kalaupuin ada lampu pijar, hanya menggunakan lampu pijar 5 watt saja. Biarpun kelihatan remang-remang, namun ketika kita masuk dan duduk didalamnya, si penjual sangat ramah dan aroma keluguan serta kejujuran si penjual begitu terasa, tak ada batas antara penjual dan pembeli, terasa begitu akrab. Kalau dikaitkan dengan ilmu logika dan HDBM (ilmu yg mempelajari mengenai struktur otak), cahaya lampu yang remang-remang dapat merangsang sel otak untuk sedikit rileks, tidak tegang, sehingga berpengaruh terhadap reaksi tubuh untuk ber relaksasi.

Harganya yang murah meriah membuat warung gerobak nasi kucing banyak digemari oleh kebanyakan orang. Nongkrong di warung nasi kucing paling cocok waktu musim hujan gerimis, aroma kebersamaan begitu terasa, ditambah canda tawa dan suguhan jahe merah panas campur susu, bener bener suasana sederhana tapi penuh kekluargaan. Ikatan bathin terjalin lewat obrolan dan plesetan kata-kata si penjul dan pembeli yg mudah akrab, ditambah alunan musik gitar dan ukelele, yg kadang mampir dibawakan oleh pengamen jalanan, membawakan lagu-lagu keroncong dan lagu daerah mereka. Lengkap lagi jika sambil menikmati hisapan sebatang udud/sigarete (sebutan rokok bagi orang tegal), hmmmm berasa suasana ditengah-tengah keluarga dan sahabat, dan teman dekat.

Selain menu nasi, warung gerobak nasi kucing tak lengkap rasanya jika tidak dihidangkan cemilan untuk menemani pengunjung mengeluarkan ide, candaan, tawa, dan bahkan berekpresi diri. Cemilan yang disediakan dari mulai gorengan, pisang rebus, kue nagasari ('BONGKO'@bhs. tegal) sate usus, sate telor puyuh, ceker ayam goreng, kepala ayam goreng, dan burung goreng. ditambah dengan cabe rawit dan sambel kacang yang lezat untuk sela-sela menikmati gorengan (bhs tegal : COLETAN). Intinya, makanan yang tersedia di warung Nasi Kucing itu semuanya alami tanpa bahan pengawet, sedangkan minumannya...,hmmmm selalu tersedia dalam kondisi mendidih (bukan dari termos atau alat pemanas lainnya), karena posisi teko untuk menyeduh minuman selalu diatas tungku dengan aroma bara api yang khas dan mudah dikenali.

Harga sebungkus nasi kucing berkisar antara Rp. 1.000 s/d 1.500,- ini yang membuat nasi kucing banyak digemari, terutama oleh kaum pinggiran dengan penghasilan pas-pasan, atau mahasiswan dan buruh dengan uang cekak dipertengahan bulan. Sedangkan harga minumannya, wedang jahe merah plus susu ukuran gelas besar dihargai Rp. 3.000,- teh manis panas dihargai Rp. 2.000,- harga yang istimewa jika dibanding dengan khasiat dan manfaatnya bagi kesehatan tubuh.
Untuk cemilannya sendiri tersedia dengan harga rata-rata Rp. 500,- kecuali sate usus, kepala ayam/burung goreng dan sate telor puyuh yang dihargai Rp. 1.000,- per tusuknya.
Karena kepopulerannya di kalangan kaum elit (ekonomi sulit, red.), banyak pedagang nasi kucing memanfaatkan situasi ini, dimana cara berdagang mereka keluar dari nilai-nilai etika berdagang serta tidak menjaga ciri khas nasi kucing nya, sehingga warung nasi kucing kehilangan RUH nya. Namun bagaimanapun juga, pedagang seperti ini sangat mudah dikenali karakter dan ciri nya.
Untuk menhghindari ulah pedagang tersebut, berikut tips menyantap dan nongkrong di warung nasi kucing :

1. pilihlah warung nasi kucing dengan cahaya lampu dengan penerangan cukup, sehingga jelas bentuk dagangan yang di jajakan.
2. Ada baiknya makan nasi kucing menggunakan tangan, hindari memakai sendok,mintalah air kobokan untuk cuci tangan.
3. Hindari menu nasi kucing dengan lauk daging, pilih lauk ikan jika anda tidak alergi dengan ikan.
4. Tanya harga terlebih dahulu, sebelum anda menyantap setiap makanan yang anda ambil dan menyantapnya.
5. Perhatikan karakter si panjual.
6. Hitung kembali uang kembalian anda sebelum meninggalkan tongkrongan anda di warung nasi kucing.
7. selamat menikmati makanan khas ''NASI KUCING''

So.., kapan nich kita nongkrong dan bersukaria ngilangin stress setelah beraktifitas? ditunggu idenya kawannn.......
Sampai ketemu pada tulisan berikutnya.... :-)

Salam Nasi Kucing,
Me'oong.., me'oong...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan jejak anda dengan mengisi komentar dibawah ini, supaya saya tahu anda pernah mampir ke sini, lain waktu saya yang akan berkunjung balik. Matur suwun....