11 Juli 2016

Melihat Setan di Wahana "Penjara Setan" Pekan Raya Jakarta



Saya sepenuhnya percaya, dimanapun tempat didunia ini pasti ada penghuninya, baik itu makhluk yang kasat mata maupun makhluk yang tak kasat mata. Nah, makhluk kasat mata inilah yang menarik untuk dibahas. Mereka tidak kelihatan dan diluar logika, tapi diyakini keberadaaannya oleh masyarakat. Mitosnya, mereka bisa menjadi penghuni laut seperti Nyi Roro Kidul, penghuni gunung seperti mak lampir, penghuni hutan seperti Grandong, dan penghuni goa seperti Tuyul. Dan bahkan di tempat keramaian sekalipun mereka kadang menampakkan diri loh.... Nggak percaya?!

Buat sebagian orang mungkin sudah pernah melihat bentuk makhluk tak kasat mata itu, tapi sebagian lainnya masih penasaran dan malah berharap bisa ketemu (ah,  gue sih amit amit, jangan deh). Nah, buat kamu yang penasaran bentuk makhluk halus itu seperti apa, kamu bisa datang ke PRJ (Pekan Raya Jakarta), sekaligus kamu bisa merasakan langsung gimana rasanya masuk ke dunia mereka. Karena disana ada wahana rumah hantu bernama “Penjara Setan”. Kabarnya, “Penjara Setan” akan digelar selama event PRJ berlangsung.

Jum’at kemarin saya dan beberapa teman yang kebetulan jalan-jalan ngiterin PRJ menyempatkan diri mampir ke wahana ini. Lokasinya dekat dengan pintu 9 area PRJ. Begitu masuk, didepan ada lift, trus naik sekali. Wahana Penjara Setan lokasinya di Gedung Pusat Niaga lantai dua, dengan luas arena 700 m2 yang dibagi menjadi 12 ruangan dengan setting dan suasana berbeda.  

Saya merasakan sendiri gimana sensasinya memasuki wahana “Penjara Setan”. Begitu memasuki wahana, saya langsung disambut dengan alur cerita yang terintegrasi dengan tata cahaya, sistem audio, efek asap, dan teknologi terbaru 3D Chromadepth real environment, sehingga menciptakan suasana menyeramkan. Jika pada rumah hantu lain hanya menonjolkan sensasi menyeramkan dengan dandanan hantu nya yang gitu-gitu aja, di “Penjara Setan” saya merasakan sensasi yang berbeda, suasananya lebih dramatis dan seru, efek kacamata 3D yang wajib dipakai oleh pengunjung menjadi cerita seru tersendiri, sebab hantu yang sebenarnya jumlahnya satu, dengan efek 3D ini bisa terlihat banyak, sehingga bisa bertambah kesan seremnya.

Setelah mengambil karcis di loket, sayapun masuk ke baris antrian. Dan tak lama mengantri, giliran saya dan beberapa pengujung memasuki ruangan demi ruangan yang gelap dan berbau mistis. Sebelum memasuki ruangan, kami diberi kacamata oleh petugas. Tadinya saya nggak ngeh kalo kacamata itu adalah kacamata 3D, saya nurut saja pakai. Sebelum memasuki ruangan demi ruangan yang dihuni oleh hantu beraneka rupa, saya memasuki ruagan sempit seperti lorong dengan pijakan seperti jembatan keciil, dan dinding lorong yang berputar. Entah kenapa tiba tiba kepala saya pusing, rasanya seperti terbang ke lorong waktu. Saya baru menyadarinya saat tiba di ujung lorong dan melepas kacamata. Ternyata efek pusing itu karena saya memakai kacaata 3D itu...  he he he katrok banget ini.

Loket karcis masuk Penjara Setan
Antri Memasuki Wahana Penjara Setan

Karena rombongan saya terdiri dari dua anak usia SD dan  dua orang cewek, jadilah saya menjadi tumpuan ketakutan mereka saat memasuki ruangan demi ruangan di wahana Penjara Setan. Suasananya tambah seru, karena saya  bisa memainkan emosi mereka. Wkwkwk.

Bagi saya, suasana ngeri yang terasa begitu nyata ini bisa menghibur saya. Meski awalnya ada rasa sedikit takut, tapi setelah beberapa lama berada di dalam wahana, saya justru menikmati permainan wahana ini. Satu demi satu ruangan yang saya masuki menyajikan suasana rumah setan dengan tema cerita yang berbeda beda, dari mulai hantu kuburan, hantu rumah sakit, pocong, suster ngesot, hingga hantu kekinian ala Valak. Apalagi rombongan saya anak anak dan wanita, suasana jadi makin seru. Teriakan dan jeritan hantu yang ada di wahana kalah dengan jeritan anak anak dan cewek rombongan saya. Sesekali saya ikutan teriak-teriak untuk menambah heboh suasana, dan memancing mereka  untuk teriak. Nggak Cuma itu, saya memancing mereka untuk lari sambil teriak teriak. Seru lah pokoke...

Perasaan plong terlihat di wajah rombongan saya saat berada di ujung lorong Penjara Hantu. Sambil ngos ngosan karena teriak teriak sambil sesekali lari, mereka menceritakan keseruan memasuki wahana Penjara Setan.

Tapi, keseruan di wahana ini belum berakhir. Di belakang wahana, para pengunjung bisa mengabadikan keseruan mereka dengan berfoto 3D dengan aneka pillihan background yang menarik, yang bertemakan Horor. Saya dan rombongan malah banyak menghabiskan waktu di wahana foto ini daripada di dalam ruangan Penjara Setan. Seni lukisan di ruang foto 3D nya keren, seperti nyata, padahal itu lukisan 2 dimensi, tapi hasil fotonya seperti 3 Dimensi. Ini dia keseruan saya di ruangan berfoto.



Berfoto dengan si Valak :)

Setelah puas berfoto ria, tak lupa saya mengupload hasil foto ke media sosial instagram. Kebetulan ada kontest foto berhadiah ratusan ribu rupiah yang diadakan oleh pengelola Wahana Setan. Lumayan kan kalo menang, bisa dapet hadiah voucher belanja.

Penjara Setan telah hadir sejak tanggal 10 Juni lalu, dan telah dikunjungi lebih dari 13.500 orang. Wahana ini beroperasi selama PRJ berlangsug di Kemayoran. Makanya, buat kamu yang mengaku punya nyali, wajib mengunjungi wahana ini, dijamin seru, serem dan kocak.

Manajer Live Action Penjara Setan, Josept Koko Hardjanto mengatakan, melalui Penjara Setan, mereka ingin menghadirkan paradigma baru mengenai rumah hantu. Di zaman sekarang, selain efek dihantui, masyarakat juga bisa merasakan manfaat lain dari rumah hantu, seperti meningkatkan andrenalin, rasa gembira, dan meningkatkan kualitas hubungan antar teman dan keluarga.


Penjara Setan beroperasi mulai Pkl. 15:30 sampai 23:00 WIB di hari biasa dengan tarif Rp. 30.000,-, dan Pkl. 10:00 sampai 23:00 WIB di hari libur dan akhir pekan dengan tarif Rp. 35.000,-. Yuk yang mau lihat setan dengan bentuk dan rupa yang nyaris mirip dengan aslinya, bisa merepat ke wahana Rumah Setan di Pekan Raya Jakarta Kemayoran.