Sabtu, 14 Februari 2015

GO-JEK, Aplikasi Android Buat Pesan Ojek via Smartphone


Dalam kondisi terburu buru menghadiri acara penting dan melihat kondisi jalan yang macet, jasa Ojek menjadi pilihan. Jasa pengantar orang dengan menggunakan sepeda motor ini sangat eksis di Jakarta. Saya sendiri mengenal ojek semenjak merantau di ibukota, karena meskipun di kampung halaman berseliweraan sepeda motor, tapi entah kenapa jasa pengantar orang dengan sepeda motor bisa dibilang tidak ada. Yang ada saya suka minta teman buat nganterin ke stasiun pakai sepeda motornya, tapi nggak pakai bayar alias nebeng gratis he he he... *pantesditimpuk :))

Di Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi, Ojek sangat mudah dijumpai. Mereka biasanya membuat pangkalan dengan dua hingga lima orang di tempat tempat strategis seperti perempatan, pertigaan, balai warga, dan tak jarang mereka sengaja membuat pangkalan sederhana, berjejer dibawah pohon dan menggunakan papan berukuran kecil bertuliskan OJEK. Masyarakat memilih jasa ojek sebagai alternatif transaportasi karena dinilai praktis dan lebih private, bisa menembus kemacetan dan akses gang kecil yang tidak bisa ditembus oleh jasa transportasi lain. 

OJEK
Seiring berjalannya waktu, kini keberadaan ojek tidak hanya di kota kota besar, tapi sudah merambah ke daerah dan pelosok. Jumlah ojek kian menjamur seiring dengan peningkatan penjualan sepeda motor, mudahnya  orang untuk memiliki sepeda motor dengan cara kredit dan kurangnya lahan pekerjaan formal membuka peluang bertambahnya jumlah Pengojek. Cukup dengan bermodal sebuah sepeda motor butut, bensin seliter saja, dan peralatan safety riding, seorang pengangguran kayak saya bisa menjadi Pengojek. Bahkan orang yang bekerja disektor formal pun, diluar jam kerja bisa menjadi Pengojek. Teman saya misalnya, dia bekerja sebagai Security, tapi selepas berdinas “nyambi” jadi Pengojek, alasannya mau memanfaatkan sepeda motornya, dan hasilnya cukup lumayan, bisa untuk bayar cicilan sepeda motor.

Dibalik kelebihannya,  Ojek sering kali menjadi sorotan dan simbol kesemrawutan lalu lintas, dari mulai menerobos lampu merah, melawan arus (contraflow), dan tidak memakai safety riding. kalaupun ada helm, kondisinya tidak terawat dan bau apek, sehingga penumpang enggan memakainya. Selain itu, tarif yang ditawarkan tidak seragam, Pengojek sering memanfaatkan keberadaannya dalam kondisi urgent dan sangat dibutuhkan oleh calon penumpang dengan aksi “jual mahal”, seperti yang dialami oleh traveller dan backpacker (kayak saya, *eh!), jarang sih saya temui tukang ojek yang tarifnya “ngelacur” alias diskon he he he *ngarep.

Melihat permasalahan tersebut, sebuah perusahaan aplikasi PT. GO-JEK Indonesia membuat sebuah aplikasi bebasis android bernama GO-JEK. Dengan memanfaatkan teknologi mobile internet access dan sistem GPS, aplikasi ini memungkinkan masyarakat memesan Ojek hanya dari smartphone nya, cukup mengisi data diri, alamat penjemputan, dan alamat tujuan, akan muncul tarif yang harus dibayar, kemudian confirm, selanjutnya dalam hitungan menit, Ojek pun datang dan siap mengantar. Rupanya saat kita memesan, sistem GPS  akan melakukan random kepada para member GO-JEK yang kebetulan lokasinya dekat dengan kita, dan server akan memberi notifikasi kepada Pengojek bahwa ada calon pelanggan yang memesan jasanya.

Dalam peluncuran perdana aplikasi GO-JEK di Twenty8 restourant kawasan SCBD Sudirman - Jakarta, Nadiem Makarim selaku SEO dan Cofounder menyampaikan bahwa aplikasi GO-JEK memberi solusi kepada para Pengojek untuk lebih meningkatkan produktifitas dan pelayanan kepada pelanggan, sehingga bisa meningkatkan pendapatan. Bagi Pengojek, aplikasi GO-JEK bisa menjadi solusi untuk meng-upgrade diri, baik dari sisi softskill maupun profesionalisme, karena semua member GO-JEK Indonesia wajib mematuhi standar prosedur yang sudah disepakati, seperti wajib memakai Jaket, Helm, dan mematuhi peraturan lalu lintas. Dalam melayani penumpang pun, diterapkan sistem prosedur yang seragam. Saat ini lebih dari 1000 Pengojek yang tersebar di Jabodetabek sudah bergabung menjadi member. Setiap member mendapatkan Jaket, Helm,  dan safety riding lainnya ber logo GO-JEK.

Launching Aplikasi GO-JEK - SCBD Sudirman Jakarta

Selain jasa mengantar orang,  aplikasi GO-JEK juga melayani jasa antar barang dan pemesanan belanjaan, malahan kita bisa melakukan pembelian barang dengan membayar belakangan saat barang sudah datang.  Jadi misalnya lagi pengen beli makanan, trus malas keluar rumah, buka saja aplikasi  GO-JEK dan lakukan reservasi, GO-JEK akan datang membawa belanjaan kita beserta struk belanja, dan kita tinggal menebus biayanya. Saat ini pelanggan GO-JEK tidak hanya perseorangan, tapi sudah lebih dari 100 perusahaan telah bekerjasama dengan GO-JEK dalam mengelola bisnisnya.

Belanja Bisa Ditalangin Sama Gojek
Bagi pelanggan, aplikasi ini menguntungkan, karena tarif Ojek yang ditawarkan seragam, sesuai dengan jarak tempuh yang diukur via GPS, sehingga tidak merasa dirugikan, selain itu jaminan keamanan juga didapatkan, sebab Ojek yang dipesan masih dalam naungan PT. GO-JEK Indonesia. Aplikasi ini bisa diunduh gratis di android market, tinggal instal di handphone dan mengisi data diri (email dan nomor telpon). Beberapa saat kemudian akan ada email konfirmasi dari GO-JEK untuk kita confirm.

Cara Booking Ojek
Nah, buat kamu para traveller dan para backpacker, sekarang nggak usah horror lagi dicekik tarif Ojek saat traveling, karena sekarang sudah ada aplikasi yang bisa maintain pengeluaran untuk naik transportasi Ojek. Khusus buat pengunjung blog ini, apabila sudah melakukan order GO-JEK, dapat free voucher Rp. 50.000,- yang bisa digunakan untuk pemesanan selanjutnya (masukkan referral code 527386685). Caranya kunjungi time  line Facebook Ki Demang dan Twitter Ki Demang.

Selamat mencoba yaa....